
Item itu nampak aneh ketika ia gunakan. Bentuknya seperti gelang yang terbuat dari rotan yang dianyam, dengan aksesoris lambang hati berwarna merah muda. Sebenarnya ia malu mengenakan gelang ini. Untungnya ukuran yang tidak besar, sehingga 'mungkin' orang lain tidak akan memperhatikan.
Dengan sedikit ketidakpercayaan ia berjalan menuju sebuah keran air untuk mencuci wajahnya, supaya lebih segar. Tujuh tangkai bunga terdapat di pinggangnya.
Ketika ia akan berjongkok untuk mengambil air, seorang wanita yang berjalan di sekitar sana melirik ke arahnya dan tersenyum. Arthur tersenyum balik, kemudian membasuh wajahnya.
Si wanita masih saja melirik ke arahnya. Diperhatikan seperti itu, Arthur merasa agak canggung. Dengan sedikit memberanikan diri didekatinya wanita itu dan memberi setangkai bunga.
"Eh ini apa mas?" kata wanita itu sambil tersenyum.
"Ambil aja mba, saya lagi sedang ada event membagi bunga"
"Terimakasih ya"
"Sama-sama"
"Eh, boleh minta nom... "
Arthur tidak mendengar wanita itu bicara. Dia sudah melangkah menjauh, untuk mendekati tiga orang perempuan yang sedang berjalan di depannya.
"Eh makasih pak" kata salah satu dari mereka, begitu ia berikan bunga. Sedang yang lain tertawa cekikikan.
"Sama-sama mba"
"Bapak ganteng banget. Boleh minta foto" kata salah satunya, sambil menggandeng tangan Arthur .
"Eh..hah...anu bo-boleh" Dia yang seumur hidupnya tidak pernah dimintai orang foto bersama, sedikit kikuk.
Mereka berempat lalu wefie bersama. Setelah itu Arthur mengucapkan terimakasih dan meninggalkan para wanita itu. Raut wajah mereka nampak kecewa, mungkin karena pria itu pergi terlalu cepat. Sedangkan mereka masih ingin ngobrol dengannya.
Langkah kaki Arthur semakin cepat, begitu bertemu wanita lain di sebuah halte bus. Perempuan yang memiliki tinggi sekitar 185 cm itu memakai setelan yang sangat fashionable.
Sepatu hak tinggi dan celana jeans ketat, dengan baju kemeja terusan panjang. Kaca mata hitam bertengger di atas rambutnya.
Dengan ragu Arthur mendekat, ia takut mendapat penolakan lagi. Sepertinya wanita itu agak selektif dalam berteman, dugaan Arthur bahkan sebelum mendekatinya.
"Permisi bu," kata Arthur sambil memberikan bunga
Di luar ekspetasi, wanita ini justru tersenyum dan menerimanya.
"Ah terimakasih. Kenapa saya diberi bunga ini mas?" Dia terlihat senang sekali. Kata-katanya terdengar sangat lembut dan sopan. Berbeda dari yang Arthur pikirkan.
"Saya lagi ada event mba disuruh memberi bunga kepada orang asing"
"Oh gitu, surprise banget rasanya di kasih bunga oleh orang"
"Hehehe iya mba"
Akhirnya mereka ngobrol. Perempuan itu mengajak Arthur menuju ke sebuah coffee shop. Awalnya Arthur ingin menolak, tetapi dia tetap memaksanya.
Alexa Octavia (23 tahun) adalah nama wanita itu. Sepanjang obrolan, Arthur baru mengetahui bahwa alexa sangat supel dan humoris. Dia baru datang dari luar negeri dan masih asing dengan kota ini.
Rupanya mereka berdua sangat menikmati pembicaraan. Waktu dua jam berlalu begitu saja. Tiba-tiba terdengar suara telepon tua. Arthur melihat berkeliling mencari di mana sumber suara.
__ADS_1
"Kringgggg"
"Ah maaf ini handphone ku, nada dering jadul hihihi"
"Halo......" Alexa mengangkat telponnya. Kemudian Arthur melihat sekeliling. Di sana ada dua pelayan wanita, yang sejak tadi mencuri-curi pandang padanya.
"Aku pergi dulu ya, ada urusan," kata Alexa sambil tergesa-gesa. Kemudian ia langsung menuju kasir dan membayar.
"Sudah kutraktir, boleh minta nomor whatsapp ?" ujar Alexa sembari mengeluarkan hp siap untuk mencatat nomor Arthur.
"Wah terimakasih, jadi gak enak nih"
"Santai aja anggap sebagai salam pertemanan. Mana nomornya? "
"08123456789"
"Oke, ku save ya. Sampai jumpa." Alexa bergegas pergi meninggalkan Arthur sendiri di sana.
Dua jam yang menyenangkan pikir Arthur. Ia lalu berdiri siap melanjutkan misi. Ditemuinya dua pelayan tadi, lalu diberikan dua tangkai bunga kepada mereka.
Mereka kaget, tapi tetap menerimanya dengan tersenyum. Jika ada orang yang memperhatikan, mereka pasti berpikir bahwa Arthur seorang playboy berat. Baru saja nongkrong dengan wanita cantik, sudah memberikan bunga pada yang lain. Langsung dua malah.
"Ting...ting.... Ting"
Suara Quest selesai terdengar. Misi pesona sang raja selesai.
Arthur tersenyum senang," Andai tidak ada gelang ini, misinya akan langsung gagal"
...----------------...
...STATUS...
...Arthur Demetrio...
...Umur: 27...
...Level : Normal...
...Uang : 135.000.000...
...SKILL...
...QUEST (1)...
...SHOP...
...ITEM...
Levelnya pun ternyata sudah berhasil naik dari Gembel - ke Normal.
Kemudian ia melihat ada satu quest di sana, lalu menekannya.
..."Quest : Raja merupakan orang yang disukai. Dapatkan 50 tanda suka dari orang. Dalam waktu 24 jam. Hadiah 800.000.000 (0/50)"...
__ADS_1
"50 tanda suka dari orang? 24 jam? 800 juta"
banyak pertanyaan di kepalanya, misinya semakin sulit tapi hadiahnya semakin besar.
Arthur kemudian merebahkan badannya sambil memainkan media sosial.
Tiba-tiba muncul ide di kepalanya.
"Kalau aku posting foto dan video apa masuk hitungan ya? bukannya di media sosial ada tanda suka"
Arthur mulai mengantuk, badannya cukup lelah karena berkeliaran seharian.
"Besok aja mikirnya. Biarlah masalah hari ini diselesaikan oleh aku yang sudah bangun tidur"
Kemudian ia tertidur dengan sangat lelap. Meninggalkan sebuah quest yang belum selesai direncanakan.
...----------------...
Pagi itu Arthur sudah berada di depan sebuah rumah makan yang sangat estetik untuk berfoto. Dia berencana untuk mengambil foto di sana. Dipanggilnya satu pelayan untuk membantu mengambil foto.
"Cekrek...cekrek...cekrek..."
Beberapa foto dengan gaya keren sudah diambil. Kemudian langsung Arthur posting di media sosialnya.
Ia masuk ke dalam rumah makan, lalu menunggu hasil postingan fotonya. Selama satu jam ia hanya mendapatkan 20 like.
"Aku memang tidak berbakat menjadi influencer"
Ia memeriksa statusnya, kemudian dirinya menemukan bahwa ada perubahan pada tulisan quest nya
..."Quest : Raja merupakan orang yang disukai. Dapatkan 50 tanda suka dari orang. Dalam waktu 24 jam. Hadiah 800.000.000 (2/50)"...
"Ada angka dua di sana. Sebelumnya tidak ada. Apa jangan-jangan ini karena perolehan like di media sosial"
Arthur menyimpulkan bahwa 10 suka di media sosial, sama dengan 1 suka pada quest.
"Mungkin karena bukan tanda suka yang nyata" pikir Arthur.
Kemudian ia memikirkan beberapa cara lain, agar like nya lebih banyak.
Di dapur rumah makan itu, terdengar suara berisik dari koki yang sedang memasak makanan.
"Aahaa ! Bagaimana kalau aku membuat video memasak. Siapa tahu berhasil masuk fyp orang banyak"
Pria itu mendekat ke dapur dan bicara pada koki di sana.
"Pak boleh nggak aku merekam video seolah-olah sedang memasak di dapur ini. Nanti ada sedikit uang ganti rugi, karena sudah mengganggu bapak"
"Kamu artis ya. Ayo ayo cepat sini, boleh banget"
Bapak itu mengira Arthur adalah seorang influencer. Dirinya yakin jika ada orang terkenal datang dan membuat video di rumah makan ini, maka pengunjungnya akan bertambah.
Segera ia menarik tangan Arthur dan mempersilahkannya memasak. Sedangkan pria yang ditarik tangannya hanya mengikuti tanpa suara.
__ADS_1