SISTEM KEKAYAAN NEKO

SISTEM KEKAYAAN NEKO
BAB 3 : PUJIAN


__ADS_3

Keesokan paginya


Seperti keadaan di kota lain. Jika hari minggu tiba, banyak toko-toko yang meliburkan diri. Begitu pula toko tempat Arthur terdampar. Hal ini menyebabkan ia bisa tertidur sampai pagi menjelang siang.


Hingga kemudian Arthur terbangun karena mendengar banyak suara anak-anak lengkap dengan bunyi lato-lato dari kejauhan.


Mereka terlihat bermain di taman seberang tempatnya terbangun. Pria yang sedang banyak masalah itu hanya melamun di tempat. Ia tidak ada rencana melakukan apapun, karena memang tidak ada yang bisa dilakukan.


Arthur ingat bahwa ia sudah mendapat pemberian sistem dari tuan Neko. Karena masih belum mengerti secara keseluruhan, ia mencoba sistem itu sendiri.


"Miaww miaww status."


...STATUS...


...Arthur Demetrio...


...Umur: 27...


...Level : Gembel...


...Uang : 0...


...SKILL...


...QUEST (1)...


...SHOP...


...ITEM...


Dirinya melihat satu quest di sana. Kemudian ia pilih.


..."Quest pertama : Dapatkan terima kasih dari satu orang. Hadiah 5.000.000"...


"Hah terima kasih? Bagaimana caranya aku mendapatkan terima kasih?" tanya Arthur dalam hati.


Ketika ia sedang berpikir, lewatlah seorang ibu-ibu yang sedang membawa anaknya. Umur si anak kira-kira 3 tahun. Dia terlihat senang pergi ke taman.


Menyaksikan itu, Arthur lalu terkenang masa-masa indah saat masih tinggal bersama ayah dan ibunya.Tahun ini merupakan tahun ketiga. Dimana mereka berdua secara hampir bersamaan pergi menemui ke Yang Maha Kuasa. Meninggalkan anak semata wayangnya.


Ditengah lamunannya, ia melihat si ibu mengeluarkan handphone dan kemudian menelpon seseorang. Sedang anaknya yang masih kecil, berjalan menjauh dari si ibu. Bocah itu berjalan riang menuju ke permainan seluncuran.


Dengan susah payah, si anak naik hingga ke puncak seluncuran. Mainan itu memiliki tinggi hampir 3 meter. Sedangkan ibunya masih saja sibuk menelpon dan sesekali terlihat tertawa, entah siapa yang di telponnya.


Karena masih kecil, ia tidak terlalu mengerti bahaya. Dirinya malah melompat-lompat kegirangan di atas sana. Arthur yang melihat itu lalu berlari mendekat. Firasatnya mengatakan bakal terjadi sesuatu.


Ternyata perasaan Arthur benar. Karena keasikan melompat, anak itu tak sadar sebelah kakinya sudah tidak berada di seluncuran dan kemudian jatuh. Beruntung, Arthur yang tadi berlari sudah berada di bawah dan berhasil menangkapnya.


Tangisan langsung keluar dari mulut anak itu. Ibunya mendengar hal itu, lalu memasukkan handphone ke tas dan berlari menuju Arthur.


"Hei mba, kau terlalu sibuk dengan hp. INI ANAKMU HAMPIR MATI terjatuh dari seluncuran !" teriak Arthur sangat marah.


"Maafkan ibu nak. Ibu salah, maafkan ibu. Huuuu" Si ibu menangis keras sekali.

__ADS_1


"Kau beruntung aku ada di sana. Bagaimana jika tidak?"


Dengan terisak, ibu itu sambil mengambil anaknya dari gendongan Arthur. Kemudian memeluk si anak yang dengan erat. Penyesalan nampak di wajahnya yang penuh air mata.


Arthur hanya diam menyaksikan itu semua. Lalu ia berdiri untuk meninggalkan mereka. Disaat ia akan pergi.


"Terimakasih ya pak sudah menjadi penyelamat anak saya. Kalau tidak ada bapak mungkin dia sudah... Huuuuuaaa." Si ibu menangis lagi. Tidak mampu melanjutkan kata-katanya.


" ting...ting...ting"


terdengar suara di telinga Arthur.


"Suara apa ya itu?" pikir Arthur sambil melihat ke kiri dan kanan. Tidak ditemukannya apapun. Kemudian dia kembali ke depan emperan toko.


"Jangan-jangan suara itu berasal dari Neko System. Coba ku periksa saja lah," pikir Arthur.


Kemudian, ia langsung mengecek statusnya. "Miaww miaww status."


Muncul gambar kucing transparan dengan tulisan,


..."Selamat Anda menyelesaikan misi pertama. Hadiah 5.000.000"...


Penjelasan yang terlalu singkat dari tuan Neko, membuat ada banyak hal yang ia tidak mengerti. Sehingga Arthur harus mempelajari sistemnya secara otodidak.


Kemudian, dicobanya menekan tulisan itu.


"Buk....buk....buk"


"UANG !!! SISTEM INI BENARR. AKU KAYAAA." Teriak Arthur dalam hati. Langsung diambilnya uang itu, lalu disembunyikan dalam baju.


Takut ada yang melihatnya, kemudian ia beranjak pergi dari sana. Ia berjalan menuju ke sebuah gang sepi di antara pertokoan.


"Ini asli, totalnya lima juta. Wow !" Arthur berkata pelan kegirangan, setelah menghitung semua uang itu.


Langsung saja ia berlari untuk membeli makanan. Perutnya sangat lapar, karena sejak tadi malam ia belum makan apapun. Beberapa bungkus nasi padang dan air mineral disantapnya dengan cepat. Selesai makan, ia menyalakan rokok.


"Pyuhhhh"


Asap bergumpal halus ia hembuskan. "Rokok yang dihisap setelah makan memang paling enak," pikir Arthur. Kemudian pria itu memeriksa statusnya lagi.


...STATUS...


...Arthur Demetrio...


...Umur: 27...


...Level : Gembel...


...Uang : 5.000.000...


...SKILL...


...QUEST (1)...

__ADS_1


...SHOP...


...ITEM...


Arthur yang sudah menerima uang dari Neko System merasa bersemangat, karena menemukan quest baru. Ia lalu menekan pilihannya.


..." Quest : Dapatkan pujian dari 3 orang pria. Hadiah 10.000.000 dan satu kemampuan"...


"Ya ampun, misinya mencari pujian dari 3 orang pria. Aku sangat tidak suka berhubungan dengan orang lain." Pikir Arthur sambil menghisap rokoknya beberapa kali dan merasakan sensasinya.


Saking nikmatnya, ia tak menyadari ada seorang lelaki dengan pakaian robek dan lusuh seperti pengemis, sedang memandangnya.


"Hei pak, ada apa?" Arthur merasa tidak nyaman, karena terus-menerus dipandangi.


".............." Tidak ada jawaban dari lelaki itu.


"Kau kenapa?"


".............." Masih tidak ada jawaban di sana.


Arthur menggaruk kepalanya kebingungan.


"Jangan-jangan kau lapar ya?" tanya Arthur sembari memberi sebungkus nasi yang tersisa.


Lelaki itu langsung memakannya. Ia makan dengan buas karena saking laparnya, beberapa butir nasi terlihat melompat keluar dari tangannya.


"Aku tau kau lapar. Santai aja makannya pak hahaha, " kata Arthur sambil tertawa.


Pengemis itu tidak memperdulikannya, tetap saja makan dengan lahap


Begitu selesai, dirinya memandang ke arah tangan kanan Arthur.


"Kenapa? kau mau rokok ini?" tanya Arthur, menawarkan sebilah.


"..........." Lelaki itu hanya mengangguk dan mengambilnya. Arthur membantu membakarnya di mulut lelaki itu.


...----------------...


Hari menjelang siang, terlihat dua orang duduk merokok dengan santainya. Mereka nampak senang sekali. Roda kehidupan yang terasa buruk, bisa terobati meski sebentar.


"Hah..hah...hu...hu." Lelaki itu menunjuk dadanya dan kemudian memberi jempol pada Arthur, rupanya ia bisu. Dari gerakan itu terlihat bahwa dirinya mengisyaratkan "Mantap bro" buat Arthur.


Arthur yang melihat itu hanya tersenyum. Dirinya yang tak suka bergaul, belum pernah berada dalam kondisi yang seperti itu. Ada perasaan hangat di dalam hatinya.


Kemudian ia memberi satu bungkus rokok yang tersisa, beserta koreknya dan dua lembar uang 100 ribu kepada lelaki itu.


Lelaki itu langsung sujud di kaki Arthur. Mengucapkan terimakasih pada orang yang memberinya. Arthur mengangkat tangan pria itu, dengan maksud tak perlu melakukan itu. Sebagai gantinya, lelaki itu membungkukkan badannya berkali-kali. Setelahnya ia pergi meninggalkan Arthur sendirian.


"Satu pujian dari pria sudah berhasil didapat. Masih perlu dua lagi." Semangat Arthur perlahan tumbuh. Pria itu mulai penasaran, selanjutnya darimana lagi ia bisa menemukan pujian.


...----------------...


"Kira-kira apakah Arthur berhasil menyelesaikan misinya ? Skill apa yang bakal didapatnya yaa ? "

__ADS_1


__ADS_2