SISTEM KEKAYAAN NEKO

SISTEM KEKAYAAN NEKO
BAB 15 : IMPIAN


__ADS_3

"Wowowo 30 miliar berhasil ku raih !"


Arthur menari gembira dalam perjalanan pulangnya. Orang akan berpikir bahwa ia gila atau baru menang lotre, tapi dia tidak perduli.


Memang ini terlihat seperti keberuntungan semata. tapi sebenarnya ketika sistem ini diberikan pada orang selain Arthur, belum tentu mereka berhasil menyelesaikan quest sepertinya.


Dalam perjalanan pulang tak sengaja ia melihat sebuah showroom. Dari dulu dirinya memang sangat ingin memiliki mobil, sekalinya punya uang yang cukup, malah di tipu mantannya.


Ia memutuskan untuk mampir ke sana, siapa tahu ada yang cocok pikirnya.


Begitu sampai ke dalam, matanya langsung melotot melihat kilauan mobil-mobil yang nampak mahal mencolok sekali. Tangannya ingin sekali menyentuh mobil tersebut, tapi dia sendiri yang mencegah hal itu, takut mobil orang menjadi lecet.


Seorang sales mobil datang menghampirinya.


"Halo pak, mau nyari mobil yang seperti apa pak?"


Tangannya mengarahkan ke semua mobil yang ada.


"Kami punya mobil keluaran terbaru pak. Itu yang merah mobil listrik keluaran terbaru pak, yang biru sudah dilengkapi dengan fitur keamanan yang canggih serta kamera yang terkoneksi ke smartphone pengguna, ..... "


Orang itu tanpa henti memberikan keunggulan dari mobil-mobil yang ada. Tapi mata Arthur tetap tertuju ke sebuah mobil sport berwarna hitam di pojokan.


"Kalau yang itu berapa pak?"


Arthur menunjuk ke arah mobil itu. Ternyata itu adalah benda yang ia impikan sejak lama. Pria itu bahkan membeli poster gambar mobil itu di dinding kamarnya. Meski bukan barang baru, mobil tipe ini termasuk dalam barisan mobil mahal.


"Wah pilihan yang tepat pak, meski bukan barang baru benda ini termasuk terbaik di kelasnya. Mobil ini punya kelebihan...."


Pria itu kembali berbicara panjang lebar menjelaskan tentang mobil yang Arthur pilih. Sedangkan yang dijelaskan tidak terlalu menyimak, ia sudah hafal betul mengenai spesifikasi mobil tersebut.


"Berapa harganya?" Arthur bertanya, begitu orang itu selesai menjelaskan.

__ADS_1


"600 juta pak. Ini sudah kami diskon"


Arthur menerima brosur mobil tersebut. Dia yang belum mendapatkan Neko System di masa lalu, pasti sudah mundur teratur. Kemudian pulang sambil mengutuk dirinya yang tidak tahu diri bertanya tentang harga mobil yang tak akan mampu ia beli.


Dengan uang di kantong, rasa percaya diri memberinya kekuatan.


"Bagaimana metode pembayarannya?"


"Bapak bisa membayar dengan cash atau transfer"


"Baiklah, tunggu sebentar."


Arthur pergi ke belakang showroom dan membawa sebuah kantung hitam plastik kresek. Kemudian pergi ke toilet dan mengeluarkan uang dari brankas dimensi lain miliknya.


Enam ratus juta ternyata buka uang yang sedikit. Banyak mata memandang Arthur, yang terlihat keberatan membawa satu plastik hitam besar keluar dari dalam toilet. Tidak ada yang menduga bahwa benda itu adalah uang.


Ia masuk kembali ke dalam gedung itu, lalu menuju kasir untuk membayar. Setelah menunggu untuk proses administrasi, mobil bisa ia bawa pulang.


Sepanjang perjalanan, senyum dan tawa bahagia tidak henti terpancar dari wajahnya. Impiannya selama ini, yang ia tahu mungkin tidak akan bisa tercapai akhirnya berhasil diraihnya.


Tangannya terasa gemetar dan jantungnya berdetak cepat. Dia berkeliling kota, memacu mobil barunya. Seolah ingin mengabarkan pada semua orang bahwa dirinya telah sukses meraih impiannya. Siapapun bisa membayangkan berada dalam posisi Arthur saat ini. Sesuatu yang kita impikan bertahun-tahun dan selalu menganggu tidur setiap malam, berhasil diraih.


Puas berkeliling kota dengan mobil barunya. Dia mampir ke sebuah rumah makan untuk makan siang. Dia ingin merayakan kemenangan hari ini, dengan membelikan dirinya sendiri makanan yang enak.


Sambil makan ia terus saja menatap mobil sport miliknya dari kaca rumah makan. Sembari mengunyah, sesekali kepalanya bergerak kanan dan ke kiri, tanda menikmati hidangan serta ekspresi kebahagiaan.


"Uhuk...."


Arthur tersedak batuk, lalu dengan cepat mengambil segelas air putih di atas meja. Dia. tersedak karena baru sadar bahwa, dirinya telah punya mobil sport tapi tidak punya tempat menyimpannya. Kontrakan yang ia tinggali saat ini memang punya halaman yang luas, tapi sayangnya tidak memiliki garasi.


"Gimana kalau aku beli rumah sekalian ?"

__ADS_1


sebuah pikiran muncul, dia yang tidak memiliki beban hutang lagi bisa berpikir lebih nyaman. Kemana dirinya menggunakan uang reward dari quest yang berhasil ia selesaikan.


Arthur mencari menggunakan smartphone miliknya. Kemudian menemukan beberapa buah rumah yang sesuai dengan keinginannya. Dia perlu rumah dengan tanah yang luas, supaya nanti bisa sekalian ia bangun untuk kantor pribadinya.


Tujuannya ingin memiliki kantor, agar dia punya tempat khusus untuk bekerja. Karena dirinya memiliki beberapa rencana bisnis dalam kepalanya, yang ingin ia kerjakan.


Harganya rumah di kota itu cukup mahal. Rumah dengan halaman luas serta garasi yang agak lebar, sekitar dua hingga tujuh miliar didapatnya.


Kemudian Arthur menuju ke alamat yang ditulis. Memeriksa rumah tersebut, lalu melakukan pembicaraan dengan pemilik rumah yang sesuai dengan minatnya.


Kemampuan berbicaranya dalam proses negosiasi benar-benar biadab. Pemilik rumah tidak mampu membuat harganya menjadi mahal.


Dia menggunakan trik khusus, dengan mencari kekurangan dari rumah yang ia inginkan dan menjadikan itu sebagai senjata agar bisa. mendapatkan dengan harga yang lebih murah.


"Jangan gitu lah bos ? Gak bisa naik sedikit harganya"


"Dengan rumah yang kondisi atap dan lantainya jadul gini harga yang kuberikan sudah sangat mahal."


Sebenarnya lantai dan atap rumah itu meski tidak update tetap memberikan kesan mewah dengan tampilan original nya. Kalau dalam pertandingan tinju, proses negosiasi ini nampak seperti pertarungan satu arah. Pihak penjual dipukul berkali-kali tanpa bisa melawan.


"Baiklah deal! " pemilik rumah menyatakan KO.


Suara pelannya menyetujui penjualan rumah tersebut dengan harga 60% dari yang ditawarkan di awal. Kalau kita berada di sana, tentu mungkin akan malu sendiri. Cara Arthur menawar bahkan lebih kejam dari ibu-ibu yang menawar baju di pasar.


Dengan senyuman Arthur mengeluarkan uang sesuai dengan harga yang disepakati. Hari ini menjadi saat kemenangan yang besar untuknya. Mobil impian berhasil diraih, serta rumah yang luas dan harganya murah sukses ia dapatkan.


Dengan cepat ia memasukkan mobil ke garasi. Kemudian memesan perabotan untuk mengisi rumah. Dalam beberapa jam kemudian datang sofa, kasur besar serta alat elektronik menuju ke alamat rumah Arthur.


Para tetangga mengintip dari balik jendela. Mereka berpikir umumnya orang hanya memindahkan barang ke rumah baru, ini malah membeli semua barang baru. Dia pasti seorang pengusaha kaya.


Untuk yang terakhir, Arthur pergi kembali ke kontrakan lamanya untuk berpamitan dengan pemilik tempat tersebut. Ia sangat kaget tapi bahagia, Arthur yang baru menginap dua bulan di rumah itu, memutuskan keluar. Dan tidak marah ketika uang yang sudah dibayar hanya kembali setengah.

__ADS_1


__ADS_2