SISTEM KEKAYAAN NEKO

SISTEM KEKAYAAN NEKO
BAB 5 : BATAS WAKTU


__ADS_3

Arthur kemudian menaiki lift menuju kamarnya. Suasana hotel Grand Victoria memang berbeda dari penginapan lain yang ada di kota itu. Perabotan yang ada di sana nampak mahal. Lukisan yang indah menghiasi dindingnya. Lampu yang menggantung dengan ornamen tambahan dan guci-guci yang berjejer, menambah kesan mewah pada hotel tersebut.


"Ini pak kamarnya." kata petugas pengantar.


Kamar 602 yang berada di lantai 6, membuat pemandangan landscape kota terlihat dari jendela kamar hotel itu, begitu Arthur masuk ke dalamnya.


Kamar yang luas, desain pencahayaan serta tata ruang yang menarik menyambutnya. Kursi sofa dan kasur yang sangat besar tersedia di sana. Televisi yang sudah tersambung dengan internet siap memanjakan siapa saja yang menginap di kamar itu.


Hal yang pertama Arthur cari adalah kamar mandi. Ia langsung menuju ke sana untuk mandi. Membersihkan badannya yang terasa gatal dan lengket karena debu serta keringat.


Mandi dengan air hangat memang nyaman sekali, badan langsung terasa segar dan bertenaga. Kemudian ia menggunakan baju barunya.


Ia melihat ke cermin di kamar mandi dan nampak wajahnya yang terlihat tidak terawat. Rambutnya berantakan, dengan janggut dan kumis yang mulai tumbuh.


Selama sebulan, dirinya tak pernah potong rambut serta jarang sekali bercukur. Kehidupan yang bergerak seperti roller coaster, membuatnya tak sempat lagi memperhatikan penampilan.


Baju baru yang keren dengan tampilan rambut serta wajah yang seperti itu, benar-benar kontras.


"Aku harus ke salon!"


Sebelum pergi ke salon Arthur memeriksa lagi statusnya.


..."Anda mendapatkan satu quest : buat 5 orang berbahagia dalam 3 jam. Hadiah 50 juta"...


"Apa-apaan quest ini," pikir Arthur. Misi-misi yang diberikan lebih banyak membuatnya berhubungan dengan manusia. Hadiahnya sangat menarik untuk dilewatkan, tapi kali ini dengan batas waktu.


Tak mau berlama-lama. Arthur keluar dari kamar hotel, kemudian masuk ke dalam lift untuk turun. Begitu sampai bawah, ia langsung menuju pintu keluar. Berjalan mengikuti jalur trotoar, mencari salon terdekat.


Lokasi tempatnya saat ini ialah kawasan pusat kota. Sehingga banyak salon yang terdapat di sana. Kemudian, ia memilih salah satunya dan memasuki salon tersebut.


Sampai di dalam, dirinya langsung disambut oleh seseorang. Dari name tag pada dadanya tertulis kata 'owner'. Orang itu dengan ramah menyambutnya.


"Selamat datang di salon kami pak, mau kami bantu potong rambut atau cukur?' katanya menebak keinginan Arthur


"Keduanya om"


"Mau sekalian keramas?"


"Boleh"


"Baik, bapak akan dilayani oleh karyawan kami," katanya sembari mengarahkan Arthur menuju ke salah satu pegawainya. Lalu ia diminta duduk di salah satu kursi cukur.


Begitu duduk di sana, ia langsung dilayani dengan baik. Rambutnya dipotong, kemudian kumis dan janggutnya juga tak luput mendapatkan perawatan.

__ADS_1


"Ah nyaman sekali...," pikir Arthur ketika ia dipijat, sehabis keramas. Tubuhnya yang letih, seakan menjadi segar kembali. Otot-ototnya yang tegang terasa lebih kendur.


...----------------...


Setelah selesai, ia menuju kasir untuk membayar. Karena merasa puas dengan pelayanan yang maksimal, Arthur membayar dengan biaya lebih.


"Pak tarifnya tidak sampai segini," kata si pemilik salon.


"Pelayanan salon ini sangat memuaskan. Uang ini sebagai bentuk hadiah untuk kalian berdua"


"Wah terimakasih pak, jangan kapok datang kesini." Pemilik dan pegawai salon itu menjabat erat tangan Arthur, sebagai ucapan terimakasih.


Sebelum pergi, Arthur melihat hasil cukurannya di kaca.


"Hemmm... Baru tau ternyata aku ganteng juga" Gumamnya melihat wajah yang lebih bersih karena selesai bercukur.


..."Waktu tersisa tinggal 2 jam"...


Ia keluar dari salon dan kemudian berjalan keluar. Begitu di luar ia bertemu dengan dua wanita yang memiliki tubuh yang sangat bagus, wajah cantik mereka terlihat seirama dengan cat rambut pirangnya. Sambil jalan, dia terus memandang para wanita itu, begitupun sebaliknya mereka juga ikut memandang Arthur.


Karena terlalu memperhatikan mereka berdua, Arthur tidak sadar bahwa sudah keluar dari jalur trotoar di depan salon.


"Byurrrrrr"


Pria itu tercebur ke dalam got. Warna air got yang hitam serta bau comberan membuat kegantengannya lenyap seketika.


Bukannya menolong, wanita-wanita tadi justru tertawa terpingkal-pingkal. Salah satunya bahkan sampai menangis karena merasa amat sangat lucu, melihat Arthur yang bermandikan air got. Karena malu, Arthur segera menjauh dari tempat itu.


Dia berlari sepanjang jalan, mobil-mobil berhenti karena para pengendara itu menontonnya. Hal ini menyebabkan kemacetan.


Melihat ada yang berlari dengan tubuh penuh air comberan, bukanlah pemandangan yang setiap hari bisa ditemui.


"Ini luar biasa memalukan. Kenapa juga aku terlalu ngeliatin cewek." Sepanjang jalan Arthur menutup wajahnya.


Arthur pulang kembali ke hotel. Karyawan dan pengunjung menatapnya keheranan. Tapi dia tidak peduli dan langsung menuju ke kamar.


Sampai di dalam, ia mandi lagi. Perlu hampir satu jam, hingga tubuhnya bersih dan baunya benar-benar hilang.


"Wahhh... sudah 4 orang," gumam Arthur saat ia memeriksa statusnya usai mandi. Hanya perlu satu orang lagi agar ia bisa mendapatkan uang 50 juta.


Rupanya tips buat salon dan tragedinya yang membuat dua wanita tertawa, dianggap sebagai pemberi kebahagiaan.


Ia kemudian memeriksa batas waktu quest.

__ADS_1


..."tinggal satu jam lagi untuk menyelesaikan quest."...


"Aku terlalu banyak membuang waktu" desis Arthur.


Dengan terburu-buru ia keluar dari kamar dan berencana berkeliling untuk menemukan seseorang yang bisa dibuatnya bahagia, agar dapat menyelesaikan quest.


Hawa jalanan saat itu terasa panas, karena sedang musim kemarau. Ini menyebabkan tidak terlalu banyak pejalan kaki yang ia temui.


Arthur berjalan cepat berkeliling kota, selama 45 menit. Tapi ia tetap tidak bisa temui orang untuk menyelesaikan questnya. Ketika badannya merasa kelelahan, pria itu mulai putus asa. Harapannya untuk menyelesaikan quest seakan pupus.


"ini salahku, karena terlalu banyak membuang waktu"


Dalam keputusasaannya. Ia melihat seorang anak yang menangis di tepi trotoar. Anak itu terlihat sedang mengguncang-guncangkan sesuatu di tangannya.


"Lagi ngapain dek?" tanya Arthur dengan sedikit ngos-ngosan.


"kucingku kelaparan om, hampir mati. Aku lupa ngasih makan sejak kemarin"


"Ohhh begitu.. Baiklah, tunggu sebentar di sini"


Arthur berlari ke toko hewan, kemudian mencarikan makanan kucing. Setelah itu ia sempatkan juga membeli dua es krim, satu buat dirinya satu buat anak itu.


Arthur melupakan batas waktu yang sudah hampir habis. Ia hanya peduli pada anak itu serta kucingnya.


Begitu kembali, makanan yang dibeli langsung diberikan pada si kucing. Awalnya dia enggan untuk makan, tapi mereka tetap memaksanya. Hingga akhirnya hewan itu makan dengan lahap.


Waktu tinggal satu menit


"Ting...ting.... ting"


Terdengar bunyi pemberitahuan, quest telah sukses dijalankan.


Arthur langsung menarik nafas lega. Sedangkan untuk si anak ia terlihat sangat gembira. Karena selain mendapatkan es krim, kucingnya juga sudah kembali sehat.


Lalu, mereka berdua ngobrol sambil memakan es krim bersama. Dalam pembicaraannya, Arthur bertanya mengapa ia sampai lupa memberikan kucing itu makan.


Menurut bocah itu, ia lupa karena kucingnya itu yang aneh. Tidak mau makan jika bukan ikan yang sudah di masak. Hewan itu bahkan memilih kelaparan daripada memakan selain ikan matang.


Arthur kemudian teringat dengan tuan Neko. Ia menduga, jangan-jangan hewan itu juga berasal dari planet Nekone. Mereka berbicara panjang lebar, hingga menjelang sore. Ketika berpisah, si anak mengucapkan terimakasih berkali-kali.


Arthur kemudian beranjak dari tempat itu dan menuju kembali ke hotel. Sepanjang perjalanan pulang, mulutnya tak berhenti tersenyum.


"50 juta di tangan, perjalanan selamat dari hutan semakin dekat" bisik Arthur kegirangan.

__ADS_1


Quest membahagiakan orang lain selesai. Tapi Arthur masih belum mengerti apa itu kebahagiaan. Apakah tentang menerima hadiah, menertawakan orang lain atau melihat kesayangan kita kembali sehat.


...----------------...


__ADS_2