
"Mundur-mundur sedikit.....tangannya tidak pas..... wajahmu kurang bersemangat...!"
Terdengar teriakan dari dapur. Koki yang diminta Arthur mengambil video, justru lupa peran hingga malah menjadi sutradara.
"ini semua demi video yang hasilnya lebih maksimal." Kata si koki dengan semangat.
Arthur yang awalnya berniat untuk membuat video yang biasa saja. Kini malah harus melakukan sesuatu seperti seorang juru masak. Ia harus mengiris dan memasak makanan. Karena tidak mahir, ia nampak sangat ceroboh.
Mukanya sangat tegang, karena harus fokus dalam pengambilan video. Coba saja ia berani tidak fokus, koki akan langsung memarahinya.
Satu jam kemudian video memasak selesai di take. Arthur langsung tiduran di lantai. Ini merupakan hal baru baginya. Selama hidup, baru kali ini ia memasak, meskipun hanya pura-pura.
"Ayo cepat posting videonya."
Koki itu berkata pada Arthur. Tangan kanannya menunjuk, sedang tangan kirinya di pinggang.
"Sepertinya aku salah pilih rumah makan..." keluh Arthur dalam hati.
Ia langsung mengunggah video tersebut.
1 like... 2 like... 10 like... 20 like... 100 like.... 300 like... 500 like....1000 like....
Boom! videonya viral di internet. Muka ganteng yang serius tapi tidak terampil membuat masakan, dilengkapi dengan backsound suara koki yang memarahinya. Membuat banyak orang tertawa dan menyukainya.
Beberapa pengguna internet bahkan membagikan ulang. Mereka menganggap video itu berbeda dari lainnya, yang hanya sekedar memasak.
"Ting....ting...ting"
"Yeahhh... misiku kali ini sukses lagi !" teriak Arthur kegirangan.
"Hahh... misi apa !" si koki terlihat melotot mendengarnya berteriak.
Arthur langsung menutup mulutnya yang keceplosan.
"Mi-misi membuat video viral pak. Coba lihat ini."
Arthur mencoba berkilah. Ia menunjukkan videonya pada si koki.
"Wow... benar ternyata. Rumah makan ini langsung terkenal." Koki itu nampak puas melihat itu.
Arthur menyodorkan beberapa ratus ribu, untuk kompensasi karena sudah mengganggunya berkerja.
"Tak perlu ! simpan saja uangmu"
"Beneran nih pak...," kata Arthur seolah ragu. Padahal dalam hati ia bersyukur tidak perlu keluar uang.
"Iya, sudah sana pergi atau kita buat video lagi. Tapi kali ini lebih serius lagi ya masaknya." Pria itu menyeringai pada Arthur
"Eh...Nggak...Nggak pak, terimakasih banyak." Arthur bergegas kabur dari tempat itu. Dia tak mau harus menghadapi pria ini dua kali.
"Mungkin pria itu hanya ingin melihatku menderita," pikirnya sambil berjalan cepat, meninggalkan rumah makan itu.
Ketika Arthur sudah berada di kejauhan, si koki menatapnya dan berkata pelan.
"Betapa menyenangkan punya semangat muda seperti itu." Kemudian ia berbalik dan melangkahkan kaki menuju dapur.
__ADS_1
...----------------...
Timbunan uang menumpuk di kamar itu. Arthur memandang dengan perasaan haru dan puas. Quest sukses ia laksanakan, dengan tanda suka melalui like video yang jauh melebihi target.
"Akhirnya hutangku akan segera lunas. Ginjal, jantung dan sumsum tulang belakangku selamat," katanya pelan.
Dalam keadaan melamun, tiba-tiba terdengar bunyi lembut notifikasi panjang di telinganya
"Diiiiiinngg"
"Bunyi apa ya itu?"
Arthur segera memeriksa statusnya. Dan ternyata ada quest di sana.
...Dengan naik level menjadi normal, maka akan ada notifikasi untuk quest baru....
...Quest selanjutnya : seorang raja harus melunasi hutangnya....
...Bayar hutang uang dan pemukulan. Hadiah 2.000.000.000. Waktu 78 jam....
"2 MILIAR...!" Arthur berteriak nyaring, melihat hadiah dari misi tersebut.
Hadiah besar tantangan juga besar, pikir Arthur. Selama dua hari ia harus membayar hutang dan membalas pemukulan anak buah Richard.
"Aku tidak bisa berkelahi. Badan mereka juga besar-besar," desis Arthur.
Ia memikirkan beragam cara agar bisa melawan preman-premannya Richard. Tetap tidak ada yang mungkin dilakukan.
Dalam keadaan berpikir, ia menatap ke sekitarnya dan kemudian tersadar bahwa dirinya sedang berada di tumpukan uang.
Kemudian Arthur memeriksa statusnya pada Neko System.
"Siapa tahu ada item yang bisa membantuku menyimpan ini semua," pikirnya.
"Apa ini?" Arthur menemukan sesuatu ketika ia memeriksa item.
...Brankas dimensi lain...
...Membantu untuk menyimpan benda berharga. Harga 40 juta...
"Ini mahal, tapi sepertinya bisa membantu." Tanpa pikir panjang, Arthur membeli item tersebut.
Tiba-tiba jatuh sebuah dompet dan muncul pemberitahuan.
..."Brankas dimensi lain telah terbeli. Untuk menggunakannya kau perlu mengucapkan miaww miawww safe."...
Arthur mengambil dompet itu. Warnanya coklat terbuat dari kulit. Sekilas bentuknya seperti dompet biasa, coklat polos tanpa hiasan sama sekali.
Dompet itu kemudian ia buka dan tidak ada apa-apa, kosong.
"Sepertinya aku perlu mencoba dompet ini. Miaww miaww safe" kata Arthur pelan.
Muncul gambar kucing gemuk transparan, bagian perutnya berbentuk kotak. Persis seperti tampilan status, tapi ukurannya lebih kecil.
...Brankas...
__ADS_1
...Saldo 0...
...Silahkan masukkan pilihan anda...
...(1) Menyimpan...
...(2) Menarik...
Kemudian ia menekan pilihan (1) Menyimpan.
..."Silahkan taruh uang di atas brankas, lalu tekan (OK) "...
"Kayanya dua ratus cukup. Siapa tahu nanti uangnya malah hilang, jika langsung banyak."
Ia menaruh 200 ribu di atas dompet. Kemudian Arthur menekan (OK).
Uang di atas dompet tadi menghilang. Arthur sempat panik, karena di bumi tidak pernah ada yang seperti itu. Dia kemudian bisa tenang, setelah mengetahui bahwa saldo brankasnya sudah bertambah menjadi 200.000.
Begitu uangnya masuk, ia ingin mencoba fungsi brankasnya lagi
Untuk kali ini, dirinya menekan pilihan (2) Menarik.
..."Silahkan isi jumlah uang yang akan ditarik"...
Tulisan itu kemudian berganti pilihan angka-angka, seperti kalkulator. Dia kemudian mencoba mengetik 200.000.
Dompet terasa bergetar sejenak. Arthur lalu memeriksa dompet tersebut. Dua lembar uang berwarna merah, sudah tersedia di sana.
"Ohhh... jadi begitu cara kerjanya," ucap Arthur mulai mengerti.
Kemudian ia memasukkan semua uangnya ke brankas dimensi lain.
"Akhirnya aku bisa bepergian tanpa harus repot lagi." kata Arthur. Setelah itu, pria tersebut mulai mengemasi barang-barangnya.
Sejak tadi malam, dia memutuskan untuk keluar dari hotel agar bisa lebih hemat.
Untuk tujuan selanjutnya, Arthur sudah mendapat rumah kontrakan dari Facebook. Harganya tidak terlalu mahal dan fasilitasnya cukup lengkap.
Selesai memasukkan semua barangnya, dia pergi untuk mengurus administrasi hotel.
Begitu sampai lobby, resepsionis langsung. menyambut dengan senyum. Setelah membalas senyumnya, Arthur berkata, "Hampir sebulan saya di sini, untuk hari ini saya mau check out," ucap Arthur sambil menyerahkan uang dan kartu yang digunakan untuk membuka pintu kamar.
"Tak bosan-bosan saya menyampaikan. Bapak bisa membayar dengan metode transfer, agar bisa lebih mudah pak."
"Tak bosan-bosan juga saya bilang. Saya lebih suka membayar dengan cash hahaha, " kata Arthur. Mereka berdua kemudian tertawa bersama.
Dua orang itu akrab, karena Arthur setiap hari selalu ke sana, untuk mengurus stay over serta membayar biayanya.
"Terima kasih banyak atas pelayanannya. Sampaikan salam buat manager hotel ya"
"Baik pak, pasti akan saya sampaikan. Sering-sering menginap di sini lagi," kata resepsionis sambil menjabat tangan Arthur.
Sampai di luar, ditatapnya kembali hotel yang sudah sebulan ia tinggali.
"Selamat tinggal dan terima kasih." Lalu ia melangkahkan kaki pergi dari tempat itu.
__ADS_1
...----------------...