SISTEM MILIADER TERKAYA

SISTEM MILIADER TERKAYA
SMT CH19


__ADS_3

setelah mengecek peternakan ayam aku langsung mengecek semua usahaku dan termasuk sarang walet milikku jadi bisa di katakan kalau aku saat ini adalah pemuda yang memiliki masa depan yang sangat menjanjikan di masa depan nanti.


setelah itu aku pulang karena Andre menelpon ku katanya ada yang mencari ku.


saat pulang dan tiba di rumah aku hanya bisa mematung karena melihat putri yang sedang duduk santai dengan ibuku yang sedang berbicara berdua di ruang tamu.


"nah itu dia anak nya"ucap ibu seraya menunjuk kepadaku.


"heheheh aku pulang"ucapku sedikit canggung.


"sudah sini temani nak putri ibu mau mengantarkan makanan ayahmu dulu sedangkan kedua adik mu itu sedang jalan jalan jadi hanya kalian berdua di rumah jangan berbuat yang tidak tidak yah"ucap ibu seraya menggodaku.


"lah ibu kok di tinggal"ucap ku sedikit gugup.


"santai saja mas masa sama pacar sendiri takut sih"ucap putri kepadaku.


"bukannya takut hanya saja tidak enak kalau di lihat sama tetangga kalau hanya kita berdua di rumah"jawab ku.


"hem yah sudah kalau begitu kita jalan jalan saja"ucap putri kepadaku seraya menarik tangan ku menuju mobilnya.


"bisa bawa mobil kan"tanya putri kepadaku.


aku hanya menganggukkan kepal dan dia pun melempar kunci mobil supaya aku yang bawa mobil.


lalu aku dan putri pun masuk ke mobil dan aku pun menyalakan mobil.


"mau kemana"tanyaku.


"hem enaknya kemana menurut kamu"ucapnya berbalik bertanya kepadaku.


"ha, yah sudah kita ke tempat makan langganan milikku saja"ucap ku dan dia pun hanya menganggukkan kepala.


lalu aku pun menjalankan mobil menuju warung nasgor yang ada di dekat sungai yang mana air sungai nya berwarna biru karena tempat itu pernah di gali jadi setelah tanah nya di lagi terus di timpa hujan terus menerus jadi lah seperti danau.


dalam perjalanan menuju danau cinta aku dan putri hanya berbicara seperlunya saja.

__ADS_1


dan akhirnya aku dan putri pun tiba di danau cinta setelah melewati jalan yang lumayan jauh dan juga rada jelek dan tentunya kecanggungan di dalam mobil.


"nah sudah yok turun"ajak ku.


lalu aku pun turun dan membuka kan pintu nya dan aku pun mengajaknya ketempat nasgor langganan ku kalau aku biasanya ke sini.


"mbak mau nasgor atau mau mie goreng"tanya ku ke putri.


"samakan saja dengan punya kamu"jawab putri dan aku hanya menganggukkan kepala.


lalu aku pun mendekat ke yang jualan untuk memesan.


"mang nasgor nya 2 yah semuanya pedes sama minumnya es jeruk terus topingnya suwiran ayam dan bawang goreng nya banyakin gak pake telor sama hati ampelanya jangan lupa tapi es nya di anterin dulu yah mang udah haus soalnya"ucap ku ke penjualnya.


"ok siap di tunggu dulu yah mau di buatin dulu"ucap penjual.


"ok"jawab ku.


lalu aku kembali ke meja milik kami dan duduk.


"gimana permintaan ibu kamu bisa di wujudkan"tanya putri kepadaku.


"yang itu loh untuk hubungan kita"ucap putri kepadaku.


"lah gini yah biasanya aku lihat lihat di tv itu yang ngebet itu sih cowok lah ini kok cewek nya sih yang ngebet pake banget lagi"ucapku dengan nada bingung.


"yah gak apa apa kan masa iya harus semuanya di awali laki laki sih, yah aku tahu kalau laki laki yang sudah berumah tangga itu di sebut kepala rumah tangga tapi masa iya semua nya harus di mulai dari laki laki dan tidak boleh perempuan yang memulai"ucapnya kepadaku.


"yah boleh sih cuman ada sedikit aneh aja sih"jawab ku.


"hem jadi kamu secara tidak langsung kamu bilang aku aneh gitu"tuding putri kepadaku.


"gak gitu loh maksudnya, gimana yah ngejelasin nya ke putri"ucapku bingung.


"tinggal bilang setuju aja sih dengan permintaan ibu apa susahnya kalau memang jodoh yah bakalan langgeng kalau bukan jodoh ya berhenti di tengah jalan lagian cinta bisa bertumbuh saat sudah biasa jadi kalau kamu saat ini belum cinta yah kenapa gak jalani dulu urusan kita jodoh atau enggak itu urusan belakangan"ucap putri memberi penjelasan kepadaku.

__ADS_1


"ha iya kamu bener hanya saja aku belum terbiasa soalnya dari SMP hingga sekarang aku belum pernah pacaran kalau SD pernah hanya saja itu cinta monyet"ucap ku dengan menghela nafas.


"nah ini dia minumnya untuk makan nya tunggu sebentar ya"ucap penjual nya aku hanya menganggukkan kepala.


"jadi gimana iya atau tidak sesimpel itu kok jawab nya"ucap putri lagi kepadaku.


"ha, yah sudah iya"jawab ku pasrah.


"nah gitu dong kan simpel masalah sayang atau enggak cinta atau enggak itu di akhir masa pacaran kita kalau cinta lanjut ke jenjang yang lebih serius kalau enggak yah stop"ucap putri seraya memberikan senyumannya seraya melihat kepadaku.


aku hanya bisa menganggukkan kepala saja pasrah.


tak lama makanan kami jadi dan kami pun makan dan ternyata apa yang aku pesan putri sangat menyukainya bahkan dia nambah lagi 1 porsi.


aku hanya bisa menatap kagum dengan wanita ini di saat wanita yang baru jadian dengan pasangannya mereka akan menjaga image mereka sedangkan putri dia malah lebih memperlihatkan sifatnya sehingga aku merasa mulai nyaman dengan wanita itu.


setelah makan aku dan putri pun duduk di pinggir danau yang mana di pinggir danau di buatkan semacam kursi yang hampir sama dengan yang ada di taman taman kota.


"ha rasanya seneng banget hari ini"ucap putri seraya menatap danau.


"kenapa tuh senengnya"tanya ku ke putri.


"yang pertama keluargamu menyambut keberadaan ku dengan tangan yang terbuka lebar terus jalan jalan ke danau cinta dengan laki laki impianku terus jadian dengan laki laki impianku lalu sekarang duduk di pinggir danau dengan laki laki impianku yang berstatus sebagai pacarku dan mungkin ada satu lagi yang mana bisa aku jamin kalau itu terjadi maka hari ini akan menjadi hari terbaikku selamanya"ucap putri seraya terus menatap danau dan tersenyum.


"apa satu hal itu"tanyaku penasaran ke putri.


"mengabadikan hari itu dengan berlatar belakang kan danau yang airnya cantik lalu aku di peluk dari belakang oleh laki laki impian ku itu dan di abadikan sebagai tanda hari jadi kami be itu pasti sangat membahagiakan"ucap nya dan terus menatap danau.


lalu aku pun menarik tangannya.


"mau kemana"tanya putri dan aku hanya diam.


lalu aku dan putri berdiri membelakangi danau lalu aku menyewa fotografer yang ada di sana sebagai bukti hari yang berbahagia untuk hari ini.


__ADS_1




__ADS_2