
"hey bang*at berani loh yah sama gua"ucap cowok 3 dengan marah.
"ah bang bang kita hanya beda usia bang kalau nyali sama semangat boleh di adu bang gak bakalan kalah saya"ucap Dani dengan tenang.
"sudah sayang gak usah di ladenin kita pergi saja ke tempat makan takutnya Andri lapar"ucap putri seraya meredam masalah.
"hei ****** gak usah ikut campur kamu"bentak kasar cowok 3 ke putri.
Dani yang melihat secara langsung dan mendengar kalau putri di bentak dan di bilang ****** langsung naik pitam.
tanpa basa basi Dani langsung menarik baju cowok tiga dan langsung menghujamkan pukulan.
buk buk buk buk buk buk buk.
"bangsat kau yah saya sudah sabar dari tadi kalian saja yang cari masalah karena godain cewek orang sekarang kau bentak sama manggil dia ****** loh mau mati ha"teriak Dani keras di wajah cowok 3 yang sudah tak berdaya karena habis di pukuli oleh Dani hingga tak berdaya.
"sudah sayang lepasin saja nanti kalah dia meninggal kamu malah dapat masalah"ucap putri ke Dani.
setelah Dani tenang oleh putri akhirnya w penjaga mall pun tiba dan membawa 3 cowok itu sedangkan Dani dia pergi dengan putri dan Andri setelah membayar belanjaan mereka.
"kemana lagi kita yang?"tanya Dani ke putri.
"hem, kalau Andri mau ke mana?"tanya putri ke Andri setelah dia di tanya oleh Dani.
"nonton Boboiboy terus cari makan deh"jawab Andri dengan gembira.
"yah sudah yok sayang kita nonton dulu lalu baru kita makan"ucap putri.
"yah sudah ayo kita ke locked buat beli tiket buat nonton"ajak Dani ke putri.
setelah itu Dani langsung menggandeng Andri supaya dia tidak misa dari mereka berdua.
tak lama mereka sampai di locked bioskop dan tanpa menunggu Dani langsung membeli tiket untuk tiga orang dan tak lupa Dani membeli cemilan dan minuman saat mereka nonton nanti.
setelah selesai Dani kembali ke tepat Andri dan putri.
"sudah yok yang dek kita masuk sama ini makanan dan minuman saat nonton nanti"ucap Dani seraya berjalan menuju pintu ruangan nontonnya.
__ADS_1
setelah itu Dani putri dan Andri nonton boboiboy di bioskop, sedangkan di tempat Andre dia sedang duduk santai dengan Septi setelah belanja.
"yang setelah ini kita mau kemana lagi"tanya Andre ke Septi yang sedang minum.
"hem, gimana kalau kita keliling lagi siapa tau nanti baru ketemu tempat yang asik soalnya aku belum kepikiran buat kemana" ucap Septi ke Andre.
"yah sudah lanjut aja makannya"ucap Dani ke Septi.
saat makan 5 cowok dengan badan yang lumayan besar dan tegap mendekati mereka dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
saat sudah dekat dengan Andre dan Septi 5 cowok itu langsung mengajak kenalan Septi tanpa memandang ke Andre.
"hey cantik boleh kenalan gak nama kakak Andres"ucap cowok yang paling besar badannya.
Septi yang sedang makan tidak memperdulikan cowok itu.
"wow sungguh sangat menggoda aku suka wanita yang seperti ini"ucap cowok itu lagi.
"hey bung bisa tidak jangan ganggu kita, apa kamu tidak lihat kalau dia sedang bersama dengan saya"ucap Andre ke cowok itu.
"yah setidaknya hargai saya kalian sudah melihat saya dengan dia jadi saya harap kalian menjauhi dia"ucap Andre.
"hahahahah emang nya kamu siapa nya dia, sok sok an kaya gitu"ucap Andre dengan galak.
"saya pacarnya"jawab Andre dengan menahan emosinya yang mulai naik.
"wah wah wah baru pacaran saja belagu jangan kan pacar ibu kamu juga kalau cantik bakalan saya gini in juga kok"ucap Andres dengan senyum meremehkan.
"apa kamu bilang jangan coba coba menguji kesabaran saya yah kalau kamu tidak mau menyesal nantinya"ucap Andre seraya memberikan peringatan ke Andres.
"hahahaha"tawa Andres dan di ikuti oleh teman temannya.
"sudah yang yok kita pergi aku sudah selesai kok"ajak Septi ke Andre setelah selesai makannya.
"jangan pergi dulu dong manis temenin Abang Abang ini dulu dong"ucap Andres seraya ingin menyentuh dagu Septi namun langsung di tepis oleh Septi.
"jangan melewati batasan yah"ucap Septi yang mulai terpancing emosinya.
__ADS_1
"aduh galaknya"ucap Andres seraya berpura pura takut.
"hahahahah"tawa teman Teman Andres pecah.
"sudah yang kamu tunggu di belakang biar aku yang urus ini semua"ucap Andre seraya menarik Septi supaya berdiri di belakangnya.
"hahahaha badan kecil gini mau sok Sokan jadi jagoan alah di pukul sekali langsung tepar ini mah"ucap Andres meremehkan Andre.
"aduh bang bang badan umur boleh kecil soal nyali dan keberanian boleh di aduh"ucap Andre tidak terima di remehkan.
tanpa membalas ucapan Andre Andres dan teman teman Nye mengeroyok Andre.
awal awal Andres yang maju duluan namun masih bisa di hadapi oleh Andre namun saat sedang fokus melawan Andres, dari arah belakang Andre di pukul hingga terjatuh dan tak mau di pandang remeh karena kalah Andres yang di permalukan karena kalah 1 vs 1 dengan Andre tanpa ampun memukuli Andre dengan brutal.
Septi melihat sang kekasih di keroyok langsung menelpon Dani.
"halo ka Dani cepetan ke sini ka di tempat makan ala Jepang Andre di keroyok ka"ucap Septi dengan panik setelah telponnya tersambung.
Dani yang mendengar nama Andre di keroyok langsung pergi dari bioskop itu dan di susul oleh putri dan Andre.
di perjalanan menuju tempat makan itu hati Dani tak karuan saat memikirkan adiknya sedang di keroyok.
dan tak lama Dani tiba dan saat tiba Dani melihat seorang laki laki dengan badan yang lumayan besar memukuli Andre yang sedang di pegang oleh dua orang.
tanpa menahan diri Dani langsung berlari dan menendang orang yang sedang memukuli Andre.
"bajingan siapa yang berani"teriak Andres dengan keras dan marah.
"bangsat kau bajingan"teriak Dani tidka kalah keras.
mendengar teriakan yang lebih keras itu teman teman Andres mencoba untuk memukul Dani namun dengan kemampuan beladiri yang dia dapatkan dari sistem Andres dan teman temannya bukan lah apa apa bagi Dani.
"bajingan beraninya keroyokan"teriak Dani setelah duduk di atas tubuh Andres yang sedang terbaring.
buk buk buk buk buk buk buk buk buk.
pukulan yang membabi buta dari dani mendarat di sekujur tubuh Andres sehingga Andres terkulai lemas dan tak lama Dani di lerai oleh 4 orang pengunjung sempat lepas Dani.
__ADS_1