
"iya ka Dani dan yang lain pulang dulu yah soalnya ka Dani nanti mau pergi lagi setelah nganterin nih dua bocah"pamit Dani ke Bagas.
"siap ka hati hati ka di jalan nya"jawab Bagas.
lalu Dani Andre dan Andri pun pulang karena setelah pulang nanti Dani harus pergi ke rumah putri untuk meminta izin buat putri supaya bisa ikut ke Palembang nanti.
lalu yang menyetir sudah pasti Andre soalnya nanti kalo Dani yang nyetir takut kecapean jadi Dani minta buat Andre yang menyetir mobil.
30 menit akhirnya mereka tiba di rumah dan Dani pun langsung masuk rumah dan mengambil jaket serta helem dan sarung tangan motor miliknya.
"Bu Dani pergi dulu yah malam ini Dani mungkin gak pulang soalnya mau ke rumah putri bu"pamit Dani ke sang ibu yang sedang menonton.
"buat apa kamu ke rumah putri"tanya sang ibu.
"mau minta izin ke bapaknya putri kalau nanti Sabtu putri ikut ke Palembang bu"jawab Dani.
"oh, yah sudah gak apa apa tapi ingat bawa motornya kamu hati hati jangan terlalu cepat"ucap ibu Dani.
"siap ibu bos Dani bakalan bawa motornya standar saja"ucap dan dengan sedikit bohong.
"yah sudah sana berangkat takut kemalaman kamu nyampenya di sama"ucap ibu.
lalu Dani pun ke garasi untuk mengeluarkan motornya.
setelah siap Dani langsung menjalankan motor nya menuju rumah putri yang mana seharunya menempuh waktu 2 jam lebih ini hanya memakan waktu 1 jam 45 menit karena Dani bawa motor dengan kecepatan 90km/jam.
setibanya di depan rumah putri Dani langsung melepas helem miliknya dan di depan pintu rumah putri sudah menunggu.
"akhirnya nyampe juga"ucap Dani seraya membuka jaketnya.
lalu putri mengambil jaket itu dan membawanya masuk ke dalam.
"gimana perjalanan nya lancar"tanya ibu putri ke Dani.
"lancar Bu"jawab Dani.
"pasti kamu bawa motornya cepat Amper berapa kamu bawa motor nya"tanya pak Jaro ke Dani.
"hehehehe 90km/jam pak"jawab Dani seraya tertawa.
__ADS_1
"buset gak jebol itu mesin"tanya pak Jarwo.
"kalau motor Dani yang lama sudah pasti jebol pak tapi yang ini gak jebol pak"jawab Dani dengan tersenyum.
lalu putri datang dari dapur membawa air minum untuk Dani.
"sudah di minum takutnya haus"ucap ibu putri.
"iya bu"jawab Dani lalu minum.
"buset bujang haus bener kayanya"ucap pak Jarwo bercanda.
"hahaha iya pak tadi jam 1 ke rumah pacarnya Andre pak buat minta izin ke orang tuannya kalau dia bakalan ikut kita ke Palembang nanti nah terus ke rumah temannya Dani jam 3 nyampe rumah 4 kurang sedikit lalu baru kesini dan nyampe jam 6 kurang sedikit"ucap Dani.
"buset dan bujang padat aman itu jadwal, itu jadwal atau pasar malam"ucap pak Jarwo bercanda.
"hahahaha bukan pasar malam pak"ucap Dani.
"terus"tanya pak Jarwo.
"pasar Minggu yang biasanya buat orang orang yang belanja mingguan pak hahahah"jawab Dani.
"itu pak Dani datang ke sini mau minta izin buat putri ikut Dani ke Palembang hari Sabtu nanti sekalian jalan jalan"jawab Dani.
"berdua aja"tanya pak Jarwo.
"gak pak kita berlima yang pergi Dani Andri Andre Septi pacarnya Andre sama putri pak"jawab Dani.
"hem hem boleh boleh saja sih tergantung anaknya mau atau enggak tapi ingat saat di Palembang nanti harus jaga jarak jangan mentang mentang gak ada yang ngawasin kalian bebas ok bapak percaya sama nak Dani orangnya gak bakalan mikir yang gak enggak"ucap pak Jarwo.
"siap pak di jamin gak bakalan macam macam kok"ucap Dani.
"iya bapak tau kalau nak Dani gak bakalan macam macam yang jadi masalahnya ini macan betina nya yang jadi persoalan"ucap pak Jarwo.
"oh yah di Palembang nginap atau pulang pergi"tanya pak Jarwo.
"hem kayanya nginap pak soalnya Dani sekalian mau ngecek ruko yang sudah dani beli buat buka usaha di sana"jawab Dani.
"hem hem nginapnya di mana"tanya pak Jarwo lagi.
"di rumah Dani yang di Palembang pak"Jawab Dani.
__ADS_1
"hem hem emang usaha apa yang bakalan kamu buka di palembang"tanya pak Jarwo.
"biasa pak buka usaha kecil budak toko pak tokoh buah terus sayur sama daging yang dari kampung mau di kirim ke Palembang biar bisa di kenal sama banyak orang terus usahanya lancar"jawab Dani.
"hem bagus bagus jiwa usahawan kamu sudah sangat keluar sekali"ucap pak Jarwo.
"kamu bisa mancing di Empang gak"tanya pak Jarwo ke Dani.
"bisa pak biasanya kalau Dani selesai ngecek pekerjaan terus gak ada kegiataan biasanya mancing di kolam pak iseng aja sih eh malah ketagihan jadi suka mancing akunya kalau waktu senggang"jawab Dani.
"wah bagus itu kapan kapan kita mancing di Empang"ucap pak Jarwo.
"wah boleh tuh pak pasti seru itu"ucap Dani.
"ini dua laki laki kalau udah bahas masalah hobi nyambungnya kebangetan"ucap ibu putri.
"heheheh mumpung bapak ada teman buat mancing Bu si agung gak suka mancing apa lagi ibu sama putri bakalan ngamuk kalau mancing mah"ucap pak Jarwo.
"yah sudah nak Dani mandi dulu, nginap kan"ucap ibu putri.
"iya Bu Dani nginap tadi juga Dani sudah izin sama ibu di rumah kok"jawab Dani.
"yah sudah biar putri yang siapkan pakaian gantinya kamu mandi aja dulu biar seger bentar lagi kita makan malam"ucap ibu.
dan Dani menganggukkan kepala membalasnya.
lalu Dani masuk ke kamar agung dan mandi sedangkan putri masuk ke kamar agung membawa handuk dan pakaian ganti untuk Dani.
"sayang pakaian gantinya aku taro di atas kasur yah"ucap putri.
"iya taro aja kamu boleh keluar dulu yah soalnya aku gak bawa handuk pas masuk kamar mandi"ucap Dani.
"iya sudah aku mau keluar dulu yah nanti aku panggil kalau sudah mau makan malam"ucap putri dengan berbohong.
lalu putri pura pura keluar dan membuka pintu lalu menutupnya lagi dan dia bersembunyi.
Dani yang mendengar suara pintu kamar di tutup pertanda putri keluar dari kamar dengan cepat Dani keluar dari kamar mandi untuk mengganti pakaian.
"wow bagus yah sayang badan kamu"ucap putri tiba tiba mengagetkan Dani yang sedang ingin memasang bajunya.
"ha kamu belum keluar"tanya Dani dengan nada kaget.
__ADS_1