
setibanya mereka berdua di pecel lele langganan Dani mereka berdua langsung turun dari mobil dan langsung masuk ke tenda tempat pecel lele itu.
"halo mang ujang"sapa Dani ke penjual itu.
"eh Dani sudah lama gak ke sini"ucap mang Ujang ke Dani.
"hahahaha iya mang sekarang saya sudah tidka kerja lagi sama ibu Diana jadi sudah lama gak ke sini"jawab Dani seraya tertawa.
"oh alah Ujang kira kamu sudah punya pecel lele langganan baru karena suda lama gak ke sini"ucap mang Ujang.
"gak kok mang Dani sudah pulang ke kampung ini saja ke sini karena ada urusan sama rencananya mau buka usaha baru mang"ucap Dani ke Ujang.
"wah usaha apa itu siapa tau kan mang Ujang bisa jadi mitra kamu gitu"ucap mang Ujang bercanda.
"bisa kok mang Dani rencananya mau buka usaha semacam mini market mang dan isinya itu hasil dari peternakan dan kebun Dani sendiri mang bahkan ayam ikan lele dan juga bebek juga ada"ucap Dani menjelaskan ke mang Ujang.
"wah bisa itu nanti mang Ujang bis jadi langganan dari kamu itu apa lagi mang Ujang bisa masok lele ayam sama bebek dari kamu siapa tau kan harganya lebih murah dari tempat mang Ujang ngambil"ucap mang Ujang ke Dani.
"bisa di atur mang kalau mang Ujang ngambilnya banyak nanti aku kasi potongan harga deh"ucap Dani ke mang Ujang.
"wah boleh tuh kapan kira kira kamu mau buka usaha itu"tanya mang Ujang ke Dani.
"hahahaha untuk saat ini belum mang palingan sih 1 Minggu lagi baru buka mang soalnya Dani mau menghubungi bapak dulu buat ngirim hasil peternakan dan juga hasil kebunnya ke sini mang"ucap Dani.
"wah boleh tuh kita bicarakan lagi nanti"ucap mang Ujang.
"gampang kalau itu mah, oh yah mang aku mau pesan sepeti biasa yah dua porsi sama minumnya es jeruk satu sama teh hangat satu yah"ucap Dani ke mang Ujang.
"beres kalau itu di tunggu yah pesanannya mang Ujang siapin"ucap mang Ujang ke Dani.
"siap mang"jawab Dani.
lalu mang Ujang pun pergi untuk menyiapkan pesanan Dani.
"yang kamu kok akrab banget sih sama mang Ujang"tanya Putri ke Dani.
"yah akrab dong sayang gini yah selain penjual pecel lele langganan aku kadang kadang bantuin mang Ujang kalau lagi banyak pelanggan jadi gak heran kalau aku sama mang Ujang akrab orang aku hampir jadi karyawan mang Ujang kok"jawab Dani ke Putri seraya tersenyum.
"wah jadi kamu pernah dong kerja di mang Ujang"tanya Putri ke Dani.
__ADS_1
"hampir sayang hampir bukan pernah"jawab Dani.
"lah kok gitu"tanya Putri heran.
"iya sayang karena aku selalu nolak saat mang Ujang mau ngajak aku kerja sama dia niat aku cuman bantuin dia doang kalau rame yah aku bantuin kalau gak yah santai aku nya jadi gak bisa di bilang pernah kerja sama mang Ujang aku nya"jawab Dani ke Putri.
"oh paham aku sekarang paham"ucap Putri serang mengangguk anggukan kepala.
tak lama pesanan Dani pun tiba.
"nah ini dia pesanannya"ucap mang Ujang seraya meletakan makanan.
"makasih mang ujang"ucap Dani ke mang Ujang.
"sama sama"balas mang Ujang.
lalu mang Ujang pun kembali.
lalu Dani dan Putri pun makan.
saat makan sambal mata Putri terbelalak kaget.
"hahaha"tawa Dani.
lalu Putri pun makan dengan lahap karena sambal milik mang Ujang sangat enak menurutnya.
"pelan pelan sayang makannya kalau kurang tambah lagi juga gak apa apa kok tenang aja"ucap Dani ke Putri.
mendengar Dani membolehkan dia untuk nambah Putri langsung menganggukkan kepala.
20 menit berlalu akhirnya Dani dan Putri pun selesai makan.
"ah kenyang sekali"ucap putri seraya mengelus perut nya.
"hahahah gimana gak kenyang sayang orang kamu nambah nya sampe dua kali loh"ucap Dani ke Putri.
"hehehehe abisnya sambelnya mantep banget"ucap Putri seraya tersenyum.
lalu Dani membayar uang makan dia dan juga Putri, setelah membayar makanan itu Dani pun pamit untuk kembali ke hotel karena hari sudah hampir sore.
__ADS_1
skip pertengahan bulan November.
akhirnya bulan November pun tiba di mana hampir semua rencana Dani berjalan dengan lancar mulai dari ruko yang di Palembang sekarang sudah besar bahkan sudah membuka cabang di sekitar Palembang sedangkan untuk yang di Kalimantan sudah tak terhitung dan semua usahanya sudah berjalan dengan sangat lancar bahkan penghasilan keluarga Dani sudah sangat besar.
saat ini keluarga Dani keluarga Putri dan keluarga Septi sudah berkumpul di rumah Dani yang di Kalimantan karena mereka akan berangkat ke Macau.
"pak apa semuanya sudah semua"tanya Dani ke bapak nya bapak Putri dan bapak Septi.
"sudah nak palingan tinggal nunggu taksi yang di pesan buat ngantar kita ke bandara"jawab bapak Dani.
"ok lah"jawab Dani.
lalu tak lama 5 taksi yang di pesan Dani pun tiba.
"pak taksinya suda sampe ayo naik"ucap Dani.
"semuanya taksi sudah datang ayo berangkat"teriak Dani.
lalu semua orang yang ada di rumah Dani pun turun menuju taksi yang sudah menunggu di depan gerbang rumah.
lalu setelah itu mereka masuk ke taksi masing masing dan akhirnya mereka berangkat menuju bandara.
"gimana nak sudah berapa dana yang kamu siapkan untuk membeli batu giok di sana"tanya bapak ke Dani.
"sudah aman pak dana yang di tangan Dani sudah hampir mencapai 25 triliun pak palingan nanti kalau kurang minjem dari bapak atau ibu dulu"jawab Dani.
"bagus lagi kalau gitu nanti kalau kurang kamu pake saja uang bapak"ucap bapak Dani.
lalu semua orang pun kembali bercerita masing masing apa lagi ibu Dani ibu Septi dan ibu Putri mereka bercerita tak henti henti.
dan tak lama akhirnya mereka tiba di bandara.
"nah akhirnya sampe juga di bandara ayo turun"ajak bapak Dani ke semua orang.
lalu semua orang pun turun dan Dani Andre dan juga agung pun pergi untuk mengambil alat untuk membawa koper mereka karena koper yang mereka bawa terlalu banyak.
"Andre kamu sama agung kamu bawa satu orang satu yah soalnya banyak koper yang kita bawa"ucap Dani ke Andre dan agung.
"siap ka aman terkendali masalah beres"jawab Andre dan agung.
__ADS_1