
setelah itu Dani dan Putri pun masuk ke rumah pamannya untuk menunggu sang kakek dan nenek yang di jemput dan juga tak lupa bibi dan anak kecil nya yang ikut sedangkan paman dan anak laki laki nya yang sudah beranjak dewasa ikut pamannya dengan motor.
sedangkan di tempat Agung dan Andri yang menjemput keluarga Septi dan Putri ada sedikit cek cok antara anak anak yang ingin duduk di dekat jendela.
sedangkan di tempat Andre dan Septi mereka sedang menunggu pamannya yang dari bangka datang di bandara jadi mereka harus menunggu dan tak lama paman dan bibi nya serta keponakan dan juga saudara Andri pun tiba dan langsung di sambut oleh Andre dan Septi dan tak lupa Andre memperkenalkan Septi ke paman dan bibinya sebagai calon istri nya walaupun masih agak jauh karena mereka masih sekolah.
setelah itu mereka langsung ke mobil dan Andre pun membawa mereka ke restoran dulu untuk makan karena di kapal paman bibi dan saudaranya belum pada makan jadi Andre mengajak mereka makan terlebih dahulu sebelum pulang.
kembali ke Dani yang sedang menyetir dan kakek nya duduk di depan dan Putri memilih duduk di bangku belakang karena dia sedang menggendong balita anaknya paman dan bibi Dani yang masih bayi.
"gimana usaha dan perusahaan kamu"tanya sang kakek ke Dani.
"lancar dan aman aja kok kek yah palingan ada sedikit masalah karena karyawan malas sama ada beberapa oknum yang suka menggelapkan dana perusahaan namun sudah Dani kuras habis juga harta mereka kok buat ganti rugi uang perusahaan yang sudah mereka gelapkan"jawab Dani dengan santai tanpa rasa bersalah sedikit pun.
"nak bibi rasa itu sudah berlebihan"ucap bibi Dani menanggapi.
"hahahaha bibi ini Dani kasih tahu sedikit sisi gelap usaha ke bibi yah kalau kita tidak kejam maka kita akan hancur jadi lebih baik kita kejam dari pada kita hancur lagian yah mungkin Dani sudah menghancurkan 4 atau lima perusahaan yang mencoba untuk bersaing dengan perusahaan Dani dan yah hasilnya sudah jelas semua aset mereka milik Dani sekarang dan mereka semua mendekam dalam penjara saat ini"jawab Dani dengan santai.
"sungguh tidak bisa di bayangkan kalau begitu dunia bisnis adalah dunia paling kejam"ucap kakek Dani juga ikut menanggapi.
"hahahaha kakek ini yah bahkan saudara bisa menjadi lawan dalam urusan dunia bisnis dan lagi di dunia bisnis tidak ada yang namanya teman yang ada adalah ke keuntungan"ucap Dani lagi ke mereka semua.
"sungguh kejam sekali kalau begitu"ucap nenek Dani juga ikut menanggapi.
__ADS_1
"iya nek dunia bisnis sangat kejam kalau kita tidak siap berlumuran darah maka jangan coba coba untuk masuk ke dalam dunia bisnis karena saat kamu masuk di sana kamu tidak akan bisa bersih dan juga aman"ucap Dani lagi.
"iya syukurlah kalau begitu"ucap nenek Dani menanggapi.
"jadi untuk perusahaan kamu kedepannya bagai mana"tanya sang kakek ke Dani.
"bagai mana apanya kek"tanya Dani balik karena tidka mengerti.
"itu loh kan kalian berdua gak bakalan lama lagi menikah terus punya anak nah pas kamu nanti punya anak laki laki dua kamu mau bagaimana mengurusnya dan membagi harta untuk mereka"tanya sang kakek yang membuat Dani paham arah pembicaraan itu.
"masih lama nek masalah anak anak mah belum juga Dani menikah eh bahas nya malah ke anak anak jauh banget itu mah bahkan Dani sekarang saja belum terpikirkan mau anak berapa"ucap Dani yang mengungkapkan pendapatnya.
"hem benar juga itu nikah saja belum sudah bahas ke anak malah kejauhan itu"jawab kakek Dani setuju dengan pendapat Dani.
"ya itu kan orang nek ada juga yang sudah menikah bertahun tahun bahkan puluhan tahun tapi belum di kasih anak bisa saja kan"ucap Dani ke sang nenek seraya fokus untuk menyetir mobilnya.
"hem hem benar kamu anak itu jangan terlalu di harapkan di kasih alhamdulilah belum di kasih ya coba lagi yang penting jangan putus asa terus berusaha siapa tahu nanti baru di kasih"ucap kakek Dani.
"iya kalau itu ibu juga tahu tapi kan apa salahnya membahas dari sekarang dan juga gak ada salahnya kan mau bahas nya sekarang atau nanti toh tetap sama saja"ucap nenek Dani.
"iya nek nanti Dani pikirkan dulu sama rundingkan dulu ya sama mbak Adis mau anak berapa nanti nya biar tahu bahas nya kemana kalau suda tahu mau anak berapa nantinya"ucap Dani ke sang nenek sehingga nenek nya mengangguk kan kepala dengan puas atas jawaban dari Dani.
"oh iya kek mau mampir dulu gak buat makan dulu"tanya Dani ke kakek nya.
__ADS_1
"kalau kakek ikut saja sama yang lain nya"jawab kakek Dani.
"nenek bibi mau stop makan dulu gak" tanya Dani ke sang nenek dan bibi nya.
"boleh deh bibi juga sudah lapar sama ini kaya nya sih bocah sudah lapar juga deh"jawab bibi Dani.
"yang kamu mau makan gak"tanya Dani ke Putri.
"boleh yang sekalian nanti beli cemilan dulu buat di mobil siapa tahu dua bocah di belakang mau"ucap Putri ke Dani.
"ya sudah kalau gitu kita stop dulu ya di rumah makan sekalian nanti aku sama dua bocah ini ke mini market dulu buat beli cemilan"ucap Dani ke yang lain.
Lalu Dani pun stop di tempat makan untuk istirahat dan juga mengisi perutnya yang sudah lapar namun sebelum itu dia membeli cemilan terlebih dahulu untuk dua bocah dan yang lain di mobil nanti.
setelah turun dari mobil dani mengambil dompetnya dan mengeluarkan uang seratus ribu sebanyak empat lembar dan memberikan tas dan juga dompet nya ke Putri.
Setelah mengambil uang Dani mengajak dua bocah itu ke minimarket untuk membeli cemilan dan juga minuman dan tak lupa membelikan untuk yang lain nya.
Di minimarket.
"kalian berdua mau apa"tanay Dani ke pada dua keponakannya itu.
"Davit mau sosia sama minuman dan juga roti"ucap Davit keponakan Dani yang laki laki.
__ADS_1
"Astri mau coklat susu sama makanan yang manis lain nya"ucap Astri keponakan Dani yang perempuan.