
"iya pak putri juga denger kok lagian apa sih salahnya putri tidur satu kamar dengan mas Dani sih"ucap putri dengan cemberut.
"putri Rani binti Jarwo denger ini sekali tidak tepat tidak lagian kan nak Dani tidur di sini emang itu tidak cukup apa"ucap pak Jarwo ke putri.
"hehehehe kalau bisa tidur satu kamar kan lebih bagus pak"ucap rani.
"sudah kamu semakin tidak jelas permintaan kamu bapak heran kenapa nak Dani mau pacaran sama kamu"ucap pak Jarwo heran lalu dia pun pergi ke kamar nya dan di ikuti sang istri.
"sudah mbak nanti kalau kita sudah menikah dan sudah sah sebagai suami istri baru kita boleh satu kamar nah sekarang latihan dulu tidurnya di bawa atap yang sama walaupun terhalang oleh tembok"ucap ku seraya tersenyum.
"iya tapi janji yah sebelum tidur video call dulu"ucap putri manja ke pada ku.
"iya"jawab ku.
lalu aku dan agung pun pergi ke kamar agung untuk istirahat sedang kan putri dia buru buru pergi ke kamar nya untuk siap siap video call denganku.
setelah masuk aku langsung melepas baju ku yang menyisakan baju tanpa lengan saja dan tak lupa aku meminjam sarung milik agung untuk bawahan ku.
"mas dani biasanya kalau tidur kaya gitu yah sarungan terus baju tanpa lengan"tanya agung kepadaku.
"iya mas biasanya kaya gini hanya saja kalau di kontrakan mas gak kaya gini takut ada cewek masuk aja sih"ucapku ke agung.
"wih sama dong dengan bapak tapi bedanya bapak gak pake baju hanya sungkan saja"ucap agung kepada ku.
"sama bapak mas di rumah gitu juga bahkan kedua Adik mas juga kalau tidur mereka sarungan juga tapi bedanya kalau adik pertama mas masih pake baju yang setengah lengannya kalau adik kedua mas suka pake baju lengan panjang, jadi bisa di bilang kita bertiga memiliki kebiasaan dari bapak yang kalau tidur suka pake sarung gitu"ucap ku ke agung seraya memberi penjelasan.
"oh gitu jadi bisa di bilang mas dan kedua adik mas memiliki sifat yang sama dengan bapak mas yang suka kalau tidur itu suka pake sarung gitu ya"ucap agung yang mana dia sudah mulai mengerti.
__ADS_1
"ya bisa di bilang begitu sih"jawab ku.
lalu tak lama hp ku bergetar karena putri mengajak video call padahal hanya di pisahkan dengan tembok yang lumayan tipis sih.
"halo put kenapa sekarang mas lagi masang sarung ini"ucap ku seraya merapikan sarung ku.
"eh mas tidur nya pake sarung yah"tanya putri setelah video call nya tersambung.
"iya kenapa put"tanyaku ke putri.
"gak sih cuman senang aja lihat mas pake sarung jadi Putri bisa bayangin kalau kita sudah nikah nanti putri pake daster terus mas pake sarung ih jadi malu sendiri putri ngebayangin nya"ucap putri aku hanya bisa tersenyum saja melihat tingkah laku perempuan satu ini padahal umurnya tua dia dari pada aku tapi sifatnya sama seperti perempuan yang masih labil.
lalu Dani dan putri pun bercerita melalui video call sebelum mereka mengantuk sedangkan agung dia sudah tidur terlebih dahulu.
saat Dani dan putri sedang video call hampir 1 jam akhirnya Dani menunjukan tanda tanda kalau dia sudah mengantuk dan saat Dani ingin mengakhiri video call putri melarangnya dan dia pun menyuruh Dani untuk tidak mengakhiri video call walaupun Dani atau putri yang tertidur.
dan Dani pun menyetujui itu dan akhirnya dari membatalkan untuk mengakhiri video call.
setelah puas memandangi wajah Dani putri pun memutuskan untuk tidur juga karena dia dan Dani besok akan ke rumah keluarga Dani dan juga putri memutuskan untuk selalu main ke rumah Dani kalau dia memiliki waktu senggang.
keesokan paginya Dani yang terbangun dari tidurnya karena pipinya di towel towel akhirnya di terbangun karena merasa terganggu dan saat dia bangun dia melihat sang kekasih yang sedang berbaring menghadap kepada Dani dengan tersenyum.
"selamat pagi mas gimana tidurnya enak tidak"tanya putri ke Dani.
"ah lumayan enak hanya saja badan ku terasa sakit karena tadi malam telat tidur"jawab Dani dengan khas suara orang yang baru bangun tidur.
"oh alah kasihan kekasihku ini sakit badannya ternyata sini biar aku pijitin"ucap putri seraya mulai memegang kaki Dani untuk mulai memijit nya.
__ADS_1
saat Rani ingin memijitnya dia melihat sesuatu yang menonjol di antara kedua kaki sang kekasih.
"mas ini apa kok menonjol nya besar banget sih"tanya putri seraya ingin memegang tonjolan itu.
"eh jangan asal pegang pegang yah nanti bahaya"ucap Dani memberikan peringatan ke putri.
saat putri menerima peringatan dari Dani akhirnya putri memutuskan tidak melanjutkan untuk menyentuh tonjolan itu.
setelah merasa sedikit enak akhirnya Dani pun bangun dan duduk supaya kepalanya tidak pusing.
"wah mas lengan kamu gede banget sih"ucap putri seraya meraba raba lengan Dani.
"udah raba rabanya jangan kelewat batas nanti ibu sama bapak lihat Kamu kena marah lagi"ucap Dani ke putri.
"yah sudah sana mandi terus sarapan sebentar lagi kita ke rumah kamu sekalian aku mau bahas dengan Andri untuk buat acara piknik buat kita bertiga"ucap putri ke Dani.
"yah sudah sana keluar aku mau mandi dulu"ucap Dani ke putri.
lalu putri pun keluar dan Dani pun akhirnya mandi dan setelah mandi Andre langsung turun karena sudah di panggil oleh ibu putri untuk ikut sarapan bersama.
setelah turun Dani pun ikut sarapan dengan yang lain dan setelah mereka sarapan Dani dan putri pamin untuk pulang ke rumah Dani.
lalu Dani pun ke mobil putri untuk memanaskan mesin mobil.
sambil menunggu mobil putri panas Dani dan pak Jarwo bercerita sedikit perihal rencana masa depan Dani.
setelah berbincang dengan pak Jarwo dan mobil putri pun sudah pana akhirnya putri dan Dani pun pergi ke rumah orang tua Dani.
__ADS_1
di dalam perjalanan tidak ada yang sepesial karena Dani fokus menyetir sedangkan putri sibuk Selvie dengan Dani yang sedang fokus menyetir.
setelah tiba di dekat kampung Dani putri pun meminta untuk berhenti di minimarket untuk membeli sayur dan juga buah serta tak lupa daging dan keperluan untuk mereka piknik hari ini.