Some Reasons

Some Reasons
15


__ADS_3

Hari ini adalah hari minggu. Papa menemani mama ke pasar. Sedangkan, Thalia di rumah.


Thalia menyantap sarapan yang telah disediakan di atas meja makan. Lalu, ia mandi. Setelah mandi selama sekitar 10 menit, ia masuk kembali ke dalam kamar, dan membaca buku novel yang baru ia pesan lewat shopee.


Tidak lama, ia tertidur.


MIMPI ☆


Thalia terbangun di taman bersama Chris. Mereka berdua memakai seragam sekolah. Thalia tengah membaca novel miliknya. Mereka duduk di atas karpet piknik berpola kotak-kotak.


Dilihat dari situasi ini, Thalia bisa menebak kalau dia mengajak Chris untuk membolos.


"Chris. Kita bolos?" tanya Thalia memastikan.


Chris tersenyum, lalu mengangguk.


"Enak ya. Kalau di mimpi, bisa berbuat apa pun yang kita mau. Kita bolos atau ngapain pun, gak akan ada yang peduli." ujar Thalia seraya menatap langit yang cerah.


"Iya. Aku setuju." ucap Chris.


"Aduh, aku pengen tidur. Hahaha bisa gak ya, tidur di mimpi?" tanya Thalia.


"Coba aja tidur." ucap Chris.


"Oke." ucap Thalia seraya membaringkan tubuh nya di karpet.


Chris dengan pelan mengangkat kepala Thalia. Lalu, menaruh nya di atas paha nya agar Thalia bisa tidur dengan lebih nyaman.


"Aww makasih, Chris." ucap Thalia.


"Sama-sama, Thalia." ucap Chris.


"Kalo kamu punya pacar nanti, aku yakin pacar mu beruntung banget bisa dapet cowok kayak kamu." ujar Thalia.


Chris pun tersenyum lalu berkata, "Katanya kamu mau tidur. Cepetan tidur."


"Siap bos." ucap Thalia seraya memejamkan mata nya.


Karena matahari nya bersinar sangat terik, Chris menutupi sinar matahari yang menuju mata Thalia dengan tangan nya, agar Thalia tidak terlalu terganggu oleh teriknya sinar matahari siang itu.


"Chris, beneran deh. Aku yakin pacar mu bakal seneng punya cowok kayak kamu." ujar Thalia.


"Hahaha, udah cepetan tidur." ujar Chris.


"Oke bos." ucap Thalia.

__ADS_1


MIMPI SELESAI ☆


Ia terbangun, pergi keluar kamar nya untuk menyantap makan siang yang sudah disediakan di atas meja makan, memainkan ponsel nya. Lalu, ia tidur siang. Inilah aktivitas Thalia jika sedang libur.


MIMPI ☆


Kali ini, Thalia terbangun di kelas nya. Sekarang adalah pelajaran IPS. Tetapi ada yang ganjil. Di kelas, tidak ada Chris. Bangku Chris kosong.


"Clarissa," panggil Thalia.


Nadine pun menoleh dan bertanya, "Iya? Kenapa?"


"Chris gak masuk?" tanya Thalia.


"Chris kan dirawat di rumah sakit." ujar Nadine.


"Dirawat?" tanya Thalia kaget.


"Iya. Kemarin asma dia kambuh, dia udah coba menghisap inhaler nya. Tapi tetap gak bisa. Akhirnya dia pingsan, terus dia dibawa ke rumah sakit deh." ucap Nadine.


"Rumah sakit mana?" tanya Thalia panik.


"Rumah sakit Bethsaida yang di deket sini." jawab Nadine.


Ia segera memesan taksi menuju rumah sakit.


...***...


Sesampainya di rumah sakit Bethsaida, ia segera menanyakan kamar rawat Chris kepada pihak rumah sakit.


Di dalam kamar itu, Chris tengah berbaring di tempat tidur. Ia belum siuman. Di sampingnya, ada dokter yang menemaninya.


"Apa kamu adik nya pasien?" tanya dokter.


"Bukan, aku sahabat nya." jawab Thalia.


"Oh. Hmm... Tadi pagi, dia sempat siuman sebentar. Saat dia siuman, dia menanyakan orang bernama Thalia. Lalu, ia pingsan kembali." kata dokter.


"Thalia itu saya, dokter." ucap Thalia.


"Oh, kamu Thalia?" tanya dokter memastikan.


Thalia pun mengangguk.


"Hmm... Apa benar waktu nya benar-benar sisa sedikit?" tanya Thalia.

__ADS_1


"Maaf." jawab dokter sedikit tertunduk.


Jawaban dokter membuat Thalia terkejut.


"Apa aku boleh berdua dulu sama dia?" tanya Thalia.


Dokter pun mengangguk dan keluar dari kamar rawat Chris.


Thalia pun duduk di kursi yang terletak di sebelah tempat tidur Chris.


"Chris," panggil Thalia pelan.


Perlahan-lahan, mata Chris terbuka.


"Tolong jangan pergi." ucap Thalia.


Thalia memejamkan mata nya, lalu air mata nya mulai menetes. Hati Thalia penuh dengan ketakutan.


Tangan Chris memegang dan mengelus tangan Thalia. Dari raut wajah Chris, ia mencoba untuk mengatakan kalau dia baik-baik saja dan dia tidak mau melihat Thalia sedih.


Tangan kiri Chris mencoba untuk mengambil kertas dan pensil. Ia tidak bisa berbicara sekarang, karena ia tidak diperbolehkan banyak bicara. Jadi ia memutuskan untuk menulis.


Jangan menangis. Aku baik-baik saja.


"Baik-baik saja? Kamu gak baik-baik saja." ujar Thalia.


Aku merasa hidup ku sudah tenang. Aku memiliki sahabat yang selalu ada untukku. Aku janji gak akan melupakanmu.


Tiba-tiba, Thalia teringat sesuatu. Ia teringat bahwa ia dan Chris adalah manusia nyata, bukan sekedar mimpi. Berarti ia tetap bisa menemui Chris di dunia nyata.


"Tetapi, kita adalah manusia nyata. Berarti kita bisa ketemu di dunia nyata kan?" tanya Thalia.


Tidak. Orang yang meninggal di dunia mimpi, akan


Tiba-tiba Chris kehilangan kesadaran nya. Membuat Thalia panik, dan berlari mencari dokter.


Dokter pun berlari masuk ke dalam kamar rawat Chris. Sedangkan, Thalia diminta untuk menunggu di luar.


Di dalam kamar rawat, dokter mencoba untuk menyadarkan Chris kembali. Tetapi usaha nya gagal. Chris sudah tiada. Tepat sebelum Chris meninggal, ia meneteskan air mata nya.


Dokter pun keluar dari kamar rawat, lalu berjalan menghampiri Thalia dengan lemas.


Thalia yang melihat kedatangan dokter pun langsung berdiri dan bertanya, "Apa Chris udah siuman?"


Tetapi dokter hanya menjawab, "Pada tanggal 10 Agustus pukul 2 lewat 18 menit siang, Chris meninggal."

__ADS_1


__ADS_2