
"Atau enggak, kamu nonton aja sendiri." ujar Louis.
"Enggak ah. Nanti kapan-kapan aja, aku nonton bareng kamu." ujar Thalia.
"Oh oke deh. Sorry banget ya, Thalia." ujar Louis.
"Iya gapapa kok." ujar Thalia.
"Besok kamu bisa?" tanya Louis.
"Bisa apa?" tanya Thalia balik.
"Nonton." jawab Louis.
"Aku bisa." ujar Thalia.
"Oke. Besok ya. Besok aku bisa kok. Nanti aku yang bayarin tiket nya deh." ujar Louis.
"Oke deh. Sampai ketemu besok!" seru Thalia.
"Oke! Sampai ketemu!" seru Louis.
Lalu, Louis mematikan telepon nya.
Jujur saja, Thalia merasa sangat kecewa. Tetapi ia mencoba untuk mengerti keadaan Louis.
Ia pun memutuskan untuk jalan-jalan sendiri. Keluar masuk toko untuk melihat barang-barang. Walaupun ia tidak membeli apa-apa.
Toko buku adalah salah satu toko kesukaan Thalia. Setiap ia pergi ke mall, ia wajib mengunjungi toko tersebut untuk melihat buku-buku terbaru. Bahkan, ia bisa menghabiskan 2 sampai 4 jam disana.
Sesampainya di toko buku, ia membaca beberapa sinopsis buku yang tertulis di cover belakang suatu buku.
Lalu, ia berjalan-jalan di antara rak buku tinggi sambil melihat buku-buku yang tersusun rapi di rak.
Tiba-tiba,
BUK!
Thalia tidak sengaja menabrak seseorang karena ia terlalu fokus melihat ke arah buku-buku. Sehingga, ia terjatuh.
"Aduh!" ucap Thalia meringis kesakitan.
"Eh, kamu gapapa?" tanya orang yang Thalia tabrak seraya sedikit membungkuk untuk melihat kondisi Thalia.
Thalia pun melihat ke arah orang tersebut, dan ia merasa wajah orang tersebut tidak asing bagi nya.
"Eh, Chris?" tanya Thalia memastikan.
"Thalia?" tanya Chris balik.
"Kamu ngapain disini?" tanya Thalia.
"Lah? Kamu ngapain disini?" tanya Chris balik
"Weh bantuin dong." ujar Thalia.
"Oh, maaf." ujar Chris mengulurkan tangan nya ke arah Thalia.
Thalia pun menerima uluran nya. Lalu Chris menarik tangan Thalia untuk membantu nya berdiri.
"Ah, maaf ya. Tadi aku terlalu fokus lihatin buku-buku." ujar Thalia.
"Gapapa kok." ujar Chris.
"Kamu sendirian aja?" tanya Thalia.
__ADS_1
Chris mengangguk lalu bertanya, "Kamu juga sendirian?"
"Iya. Tadi aku pengen nonton bareng Louis. Udah beli tiket tuh, eh dia malah gak bisa dateng gara-gara ada urusan keluarga." ujar Thalia dengan muka yang cemberut.
Pikiran Chris langsung menuju kepada perkataan Louis bahwa Louis hanya mempermainkan Thalia.
"Eh kok kamu bengong?" tanya Thalia.
"Ah gak kok." ujar Chris.
"Hmm... Kamu juga suka buku?" tanya Thalia penasaran.
"Iya." jawab Chris.
"Kamu suka buku apa?" tanya Thalia.
"Buku pengetahuan gitu." ujar Chris.
"Hah?! Yang bener?!" tanya Thalia tidak percaya.
"Iya, bener. Emang kenapa?" tanya Chris bingung.
"Kamu gak pernah baca novel?" tanya Thalia.
Chris menggelengkan kepala nya dengan wajah nya yang polos seperti biasa.
"Yaampun Chris. Kamu gak pernah baca buku romantis atau apa kek?" tanya Thalia.
Chris kembali menggelengkan kepala nya.
"Fantasi? Horror? Thriller? Action?" tanya Thalia.
Chris menggelengkan kepala nya lagi.
"Kamu gak bercanda kan, Chris?" tanya Thalia tidak percaya.
Tiba-tiba Thalia memukul pundak Chris lalu berseru, "Buset Chris! Pokoknya mulai sekarang, kamu harus baca!"
Lalu, Thalia menarik tangan Chris menuju rak buku khusus novel.
"Nih, ini seru banget!" seru Thalia seraya memberi buku kepada Chris.
"Yaudah, aku beli." ujar Chris seraya membawa buku tersebut ke kasir. Lalu membayar nya.
Setelah selesai membeli buku,
"Kamu udah mau pulang?" tanya Thalia.
"Enggak. Kamu?" tanya Chris.
"Aku masih mau jalan-jalan. Mau bareng?" tanya Thalia.
"Oke." jawab Chris.
"Ke supermarket dulu yuk. Aku disuruh beli bahan masak." ajak Thalia.
"Siap, bu!" seru Chris.
"Heh! Emang aku setua itu kah? Sampai di panggil bu." ujar Thalia tidak terima.
Chris pun terkekeh melihat Thalia.
Sesampainya di supermarket, Thalia mulai memilih-milih bahan masakan. Sedangkan, Chris hanya menenami Thalia dari belakang. Setelah itu, Thalia membayar belanjaan nya. Thalia membeli lumayan banyak belanjaan, hingga memerlukan 2 kantong plastik besar.
"Chris." panggil Thalia.
__ADS_1
"Iya?" tanya Chris.
"Hmm... Kamu kan laki-laki, boleh tolong bawain belanjaan nya gak?" tanya Thalia.
"Yaampun. Emang perempuan gak bisa bawa belanjaan nya sendiri?" tanya Chris.
"Ih, nanti tangan ku jadi lecet gimana dong." ujar Thalia.
"Yaampun. Pinter banget cari alasan." ujar Chris seraya mengambil belanjaan Thalia.
"Hehehe. Makasih." ujar Thalia.
"Sekarang mau kemana?" tanya Chris.
"Ke toko roti yuk!" seru Thalia.
Sesampainya disana, Mereka memilih-milih roti.
"Aku beliin buat Mama Papa ku juga deh. Lumayan buat sarapan besok." ujar Thalia.
"Yaudah beli sana." ujar Chris.
"Kamu mau roti yang mana?" tanya Thalia.
"Yang abon ini aja." jawab Chris.
"Ah jangan lah. Ini mahal. Yang ini aja gimana?" tanya Thalia.
"Yaudah." jawab Chris dengan sedikit terpaksa.
Padahal harga roti abon yang Chris pilih lebih murah dibandingkan roti yang Thalia pilih.
"Chris." panggil Thalia dengan wajah memohon.
"Gak mau! Bawa belanjaan mu sendiri!" seru Chris.
"Ih bukan itu." ujar Thalia.
"Apa?" tanya Chris.
"Hmm... Bayarin dong." ujar Thalia dengan wajah memohon.
"Huh dasar!" seru Chris. Lalu membayarkan nya untuk Thalia.
"Aww Makasih Chris!!" seru Thalia seraya memeluk Chris.
Setelah berjam-jam Chris menemani Thalia berjalan-jalan, akhirnya Chris meminta untuk duduk sebentar.
"Aduh capek." ujar Chris.
"Yaelah gitu aja capek." ujar Thalia.
Setelah sekitar 3 menit mereka duduk,
"Ayo jalan lagi!" seru Thalia seraya berdiri.
"Belum sampe 5 menit. Entaran lah." ujar Chris.
"Ayolah." ujar Thalia.
"Yaudah lah, ayo. Mau kemana?" tanya Chris. Lantas berdiri dengan terpaksa.
"Ayo ke starbucks." ajak Thalia.
Mereka pun berjalan menuju mall seberang dan masuk ke dalam starbucks. Thalia ingin memesan kopi disana.
__ADS_1
Tetapi mata Thalia tertuju kepada salah satu pelanggan disana. Ia merasa pelanggan tersebut mirip sekali dengan Louis.