Some Reasons

Some Reasons
3


__ADS_3

Sesampainya di UKS, Thalia duduk di atas kasur di UKS.


"Huh ini baru aja hari pertama, udah kayak gini." keluh Thalia dalam hati.


Louis duduk di kursi yang berada di samping kasur, menemani Thalia sambil memainkan ponsel nya.


Setelah Thalia di cek oleh guru, Thalia diminta untuk tetap di UKS. Untungnya luka Thalia tidak terlalu serius, membuat Thalia lega. Tetapi Thalia diminta untuk beristirahat di UKS sampai jam makan siang.


BRAK!


Ada seseorang yang mendobrak pintu UKS.


"Woi Thalia!!" teriak orang yang mendobrak pintu UKS.


Suara dobrakan pintu dan teriakan orang itu membuat Thalia dan Louis menoleh ke arah orang tersebut.


Orang itu adalah Nancy, disusul oleh Nadine.


"Thalia! Kamu gapapa kan?" tanya Nadine khawatir, dan langsung berlari menghampiri Thalia.


"Aku gapapa kok." jawab Thalia.


"Apanya yang gapapa?! Lo barusan jatuh dari tangga!!" seru Nancy.


"Tau nih, Thalia." ucap Nadine.


"Lo disuruh disini berapa lama?" tanya Nancy.


"Sampai jam makan siang. Gimana tadi?" tanya Thalia.


"Kita lolos. Babak selanjutnya itu dimulai setelah jam makan siang." jawab Nancy.


"Wah, kita disuruh ngapain nanti?" tanya Thalia.


"Belum dikasih tau nih." jawab Nancy.


"Selamat ya buat kalian!" seru Nadine.


"Makasih, Nadine. Kelompok apa aja yang masuk babak selanjutnya?" tanya Thalia.


"Cuman kita sama kelompok hijau." jawab Nancy.


"Wah semangat ya kalian! Pokoknya kalian harus menang! Eh bukan harus, tapi wajib!!" seru Nadine semangat.


"Aww Nadine." ucap Thalia seraya langsung memeluk Nadine.


Dari tadi, Louis hanya melihat dan mendengar percakapan mereka.


Nadine dan Nancy pun duduk di sofa dekat kasur.


"Karena kalian disini, gue pergi ya." ujar Louis dengan datar.


"Yaudah sana." ujar Nancy.


Louis pun berdiri dan meninggalkan ruangan UKS.


"Ih tau gak sih, sekarang kalian berdua jadi bahan perbincangan di sekolah loh." ujar Nancy.


"Hah serius?" tanya Thalia bingung.


"Iya beneran deh. Jadi banyak yang ngomongin." ujar Nancy.


"Omg!! tadi jantung ku hampir copot dong pas dia gendong. Yaampun ganteng banget!!" seru Thalia.

__ADS_1


"Thalia udah mulai ngebucin aja." ujar Nadine.


"Kalian dulu satu sekolah ya?" tanya Nancy.


Thalia pun mengangguk dengan pikiran nya yang masih terkunci oleh Louis. Kejadian tadi membuat Thalia tersenyum-senyum sendiri.


"Ih Thalia, jangan senyum-senyum sendiri dong. Lo jadi kayak orang sakit jiwa." ujar Nancy.


"Hahaha tau nih, Thalia." ujar Nadine.


"Ih kalian gak tau rasanya jadi aku." ujar Thalia sambil membayangkan wajah Louis.


"Dasar bucin!" seru Nancy.


"Eh Nancy, kamu mau temenan sama kita gak?" tanya Nadine tiba-tiba.


"Boleh boleh." jawab Nancy seraya mengangguk.


"Nanti, kamu duduk di samping kita ya." ujar Thalia.


"Ah, oke. Makasih ya." ucap Nancy.


"Hmm... sebenernya kenapa kamu suka sama Louis?" tanya Nadine.


"Pasti karena ganteng." ujar Nancy.


"Hmm... dia itu tipe ku." jawab Thalia.


Nadine dan Nancy pun tertawa.


"Ih beneran. Aku udah kejar dia selama 8 tahun." ujae Thalia.


"Buset 8 tahun?!!" tanya Nancy kaget.


"Pantesan dia risih waktu gue minta dia sekelompok sama lo." ujar Nancy.


Nadine dan Nancy pun kembali tertawa.


"Huh kalian." ucap Thalia.


Bel sekolah berdering menandakan jam makan siang.


"Eh udah jam makan siang." ujar Nadine.


"Berarti aku bisa keluar dari sini dong?" tanya Thalia.


Nancy pun mengangguk.


"Makan siang bareng yuk!" ajak Nadine.


"Yuk!" seru Thalia dan Nancy.


Mereka pun keluar dari UKS dan berjalan menuju ke kelas untuk mengambil uang. Setelah itu, mereka pergi lagi menuju ke kantin.


Di koridor sekolah, mereka melihat Louis sedang berjalan bersama 4 teman nya dengan bola basket di tangan nya.


"Eh, kalian ke kantin duluan ya." kata Thalia.


"Emang ada apa?" tanya Nadine.


"Oh!" seru Nancy.


Nancy pun langsung menarik tangan Nadine dan langsung berlari.

__ADS_1


"Semoga berhasil!!" teriak Nancy sambil melambaikan tangan nya.


Sedangkan Nadine hanya menatap Nancy kebingungan.


Setelah Nadine dan Nancy pergi, ia langsung berlari ke arah Louis. Ia menepuk pundak Louis, dan Louis pun menoleh ke arah Thalia.


"Hai Louis!" sapa Thalia sambil tersenyum.


"Oh hai." sapa Louis dengan datar, dan langsung pergi meninggalkan Thalia.


Thalia pun kembali menarik tangan nya.


"Ma.. Makasih ya tadi." ucap Thalia dengan ramah.


Tanpa menjawab perkataan Thalia, Louis langsung membalikkan badan nya.


"Ih aku lagi ngomong sama kamu!" seru Thalia.


"Jangan mentang-mentang gue bantuin lo, lo jadi seneng ya. Lo gak usah ngira itu sebuah kemenangan. Gue masih benci sama lo. Jangan terlalu banyak berharap." ujar Louis dengan nada dingin nya.


Lalu pergi meninggalkan Thalia sendirian.


"Ah dasar itu cowo." batin Thalia sambil menghela nafas nya dan pergi menuju ke kantin.


Di kantin, Nadine dan Nancy sedang duduk sambil menyantap makanan mereka. Sebelum menghampiri mereka, Thalia pergi membeli bakso.


"Bu, bakso jumbo nya satu ya!" seru Thalia.


"Iya. Sebentar ya." ujar ibu penjual bakso itu sambil menyiapkan pesanan Thalia.


"Ini bakso nya. Harganya 15rb ya." ujar ibu penjual bakso sambil memberi bakso pesanan Thalia.


"Ini uang nya. Pas ya." ujar Thalia sambil memberi uang ke ibu penjual bakso.


"Oke makasih ya." ujar ibu penjual bakso.


Thalia pun membawa bakso nya ke tempat duduk mereka.


"Eh Thalia!" sapa Nadine.


"Hai! Sorry ya lama." ujar Thalia.


"Ah gapapa kok. Widih makan bakso nih hahaha." ujar Nancy.


"Iya nih. Kamu mau coba?" tanya Thalia.


"Gak usah, buat lo aja." ujar Nancy.


"Yakin nih?" goda Thalia.


"Kalo Nancy gak mau, mending sini buat aku aja." ujar Nadine sambil mengambil satu bakso dari mangkuk Thalia.


Mereka pun tertawa.


"Tadi gimana si Louis?" tanya Nancy.


"Ah biasa lah dia. Dingin terus." ujar Thalia sambil menusuk bakso nya dengan garpu.


"Dasar cowo itu! Mentang-mentang ganteng, banyak yang suka, sok-sok jadi tukang es! Perlu gue bawa oven apa, biar itu es jadi mencair!" seru Nancy kesal.


Thalia dan Nadine pun terkekeh mendengar perkataan Nancy.


Setelah mereka menghabiskan makanan nya, mereka kembali ke dalam kelas.

__ADS_1


__ADS_2