Some Reasons

Some Reasons
32


__ADS_3

Setelah berjam-jam mereka mengobrol bersama, hari semakin gelap. Louis pun akhirnya pamit untuk pulang.


Thalia memutuskan untuk menghubungi Chris.


"Halo Chris?" sapa Thalia.


"Iya. Ada apa, Thalia?" tanya Chris.


"Barusan, Louis datang." ujar Thalia.


"Dia gak ngapa-ngapain kamu kan?" tanya Chris khawatir.


"Enggak kok." jawab Thalia.


Thalia pun akhirnya menceritakan kisah Louis kepada Chris.


"Oh begitu." ucap Chris.


"Iya." ucap Thalia.


"Yaudah kalau begitu. Jangan berantem lagi lho. Aku yang jadi pusing nih hahaha," ujar Chris.


"Iya iya. Tenang, kita gak bakal berantem lagi kok." ujar Thalia.


"Bener ya?" tanya Chris.


"Ne. Yagsoghabnida." ujar Thalia.


"Apaan tuh?" tanya Chris bingung.


"Hahaha, artinya aku janji." jawab Thalia.


"Dasar. Mentang-mentang bisa bahasa lain ya." ujar Chris.


"Hahaha iya dong. Sombong dikit boleh lah." ujar Thalia.


"Kamu bisa bahasa apa aja?" tanya Chris.


"Indonesia, Inggris, Jerman, Prancis, Korea, Mandarin, terus-" ujar Thalia tetapi terpotong oleh perkataan Chris.


"Udah udah. Stop stop. Kebanyakan hahaha," ujar Chris.


Thalia pun tertawa.


Lalu mereka berbincang-bincang selama kurang lebih satu jam.


"Eh, Chris. Aku udah ngantuk. Udahan dulu ya." ujar Thalia.


"Oh oke. Good night." ujar Chris.


"Gute nacht." ucap Thalia.


"Apaan lagi tuh?" tanya Chris.


"Selamat malam. Hahaha," ucap Thalia.

__ADS_1


"Hahaha sombong sekali kamu." ujar Chris.


Lantas, Chris mematikan telepon nya.


...***...


Seminggu kemudian, tepatnya di hari saat kakak Thalia pulang dari Jerman,


"Thalia. Aku tunggu kamu di mobil ya." ujar Louis.


"Oke." ucap Thalia.


"Duluan ya!" seru Thalia kepada Nadine dan Nancy.


"Oke! Hati-hati di jalan!!" seru Nadine.


"Suruh Louis lihat jalan yang bener lho. Nanti gara-gara lihatin lo terus, jadi salah jalan." ujar Nancy.


"Ya kagak lah hahaha," ujar Thalia. Lantas berjalan menuju mobil.


Thalia pun masuk ke dalam mobil. Lalu, Louis mengendarai mobil nya hingga ke depan rumah Thalia.


"Aku masuk dulu ya!" seru Thalia.


"Eh ikut dong. Mau kasih ini ke Tante." ujar Louis.


"Aduh gak usah repot-repot." ujar Thalia.


"Aduh gak usah nolak-nolak." ujar Louis seraya mengacak-ngacak rambut Thalia. Lantas masuk ke dalam rumah.


Di dalam rumah, Mama tengah duduk di ruang tamu. Thalia pergi ke dalam kamar untuk mengganti baju nya.


"Iya Tante." ujar Louis.


"Aduh ini apaan?" tanya Mama.


"Ini rendang, Tante. Katanya, Thalia suka rendang kan?" tanya Louis.


"Suka banget hahaha. Aduh jadi ngerepotin kan." ujar Mama.


"Enggak kok, Tante." ujar Louis.


"RYAN!!" teriak Mama.


"Iya?!!" tanya Ryan, kakak kandung Thalia.


"Cepetan keluar!! Ada tamu!!" seru Mama.


Ryan pun keluar dari kamar nya.


"Eh, ini siapa?" tanya Ryan.


"Ini Louis, pacar Thalia." jawab Mama.


"Oh, Hai! Aku Ryan." ujar Ryan.

__ADS_1


"Hai." ucap Louis pendek.


"AAAAA OPPA!!! " seru Thalia seraya berlari memeluk Ryan. (oppa\=kakak laki-laki yang dipanggil oleh adik perempuan)


"Hahaha Niga neomubogo sipeo." ujar Ryan. (Niga neomubogo sipeo\=Aku rindu banget)


"Na do." ujar Thalia. (Na do\=Aku juga)


"Thalia." panggil Louis.


Thalia pun menoleh ke arah Louis lalu bertanya, "Iya?"


"Boleh ngobrol bentar gak di luar?" tanya Louis.


"Eh? Oke deh." ujar Thalia seraya melepaskan pelukan nya. Lantas berjalan keluar.


"Ada apa, Louis?" tanya Thalia.


"Kamu selama ini selingkuh? Dia siapa? Kenapa kamu asal peluk orang? Kamu pilih dia atau aku?" tanya Louis kesal.


"Eh? Louis, jangan salah paham." ujar Thalia.


"Aku gak butuh penjelasan dari kamu. Maaf, kita putus." ujar Louis.


"Pu... Putus?" tanya Thalia.


"Iya. Kita putus. Maaf Thalia, kayaknya kita emang gak cocok." ujar Louis.


"Louis, jangan salah paham. Dia itu-" ujar Thalia tapi terpotong oleh kalimat Louis.


"Dia itu siapa? Jadi selama ini kalian berdua LDR-an?" tanya Louis kesal.


"Bukan begitu, Louis." jawab Thalia.


"Aku pergi dulu." ujar Louis. Lantas pergi meninggalkan Thalia.


"Louis!!!" teriak Thalia.


Tetapi telat, Louis telah pergi dengan mobil nya. Thalia pun menangis, lantas jatuh terduduk. Mama dan Ryan pun pergi menghampiri Thalia, karena teriakan Thalia


"Eh, Thalia. Kenapa?" tanya Ryan.


"Aduh kamu kenapa, Thalia?" tanya Mama.


Thalia tidak menghiraukan pertanyaan mereka. Ia menangis dengan kencang.


"Ayo masuk. Aduh jangan disini." ujar Mama.


Thalia pun langsung berlari menuju kamar nya. Lantas menangis.


Sedangkan Louis, ia juga menangis di dalam mobil nya. Ia tidak bisa menahan tangisan nya.


"Maaf Thalia." ujar Louis pelan.


BRUKK

__ADS_1


Ada mobil yang tidak sengaja menabrak mobil Louis, sehingga mobil Louis menabrak pembatas jalanan dan kembali tertabrak oleh kendaraan yang melintas.


Louis pun kehilangan kesadaran nya.


__ADS_2