Some Reasons

Some Reasons
40


__ADS_3

Saat mereka mulai menyantap makanan mereka, tiba-tiba Papa pulang.


"Eh ini Chris ya?" tanya Papa.


"Iya, om." jawab Chris.


"Aduh, Om baru pertama kali ketemu Chris. Thalia cerita banyak tentang kamu." ujar Papa.


Chris pun terkekeh.


"Kamu ganteng banget ya." ujar Papa.


"Iya, Chris ganteng banget. Mirip Lee Minho." ujar Mama.


"Lee Minho Lee Minho terus kerjaan nya." ujar Papa.


"Ih Lee Minho ganteng lho, Pa." ujar Mama.


"Lebih gantengan, Papa juga." ujar Papa.


Papa pun menyalakan TV, lalu mengganti channel nya menjadi berita TV.


Itu adalah kebiasaan Papa setelah pulang kerja. Sebelum makan malam, Papa selalu menyalakan TV yang berisi berita. Lalu menonton nya sambil menyantap makanan nya.


"Jumat, 14 Mei 2010 adalah kejadian tak terlupakan dimana salah satu pesawat Indonesia terjatuh dengan 45 orang meninggal, 28 orang luka-luka, dan 10 orang menghilang. Tetapi, pada tanggal Selasa, 9 Juni ini, 3 orang berhasil ditemukan. 3 orang tersebut merupakan 1 keluarga."


"Saya merasa sangat bersyukur bisa berhasil selamat dari kecelakaan itu. Bahkan sudah 10 tahun saya menunggu diselamatkan, akhirnya hari itu telah tiba. Saya merindukan adik saya yang tidak ikut dalam perjalanan. Sampai sekarang, saya tidak tau kabar nya. Saya harap dia baik-baik saja." ujar salah satu orang yang baru ditemukan.


Tanpa sadar, Chris langsung meneteskan air mata nya.


"Eh, kasihan lho itu. Adik nya ditinggal sendirian." ujar Papa.


"Iya. Ditinggal 10 tahun tanpa kabar." ujar Mama.


Thalia langsung mencoba menenangkan Chris dengan menepuk-nepuk pundak nya.


"Eh Chris kenapa nangis?" tanya Mama.


Chris tidak menjawab pertanyaan Mama.


"Aku pulang dulu ya, Om, Tante, Thalia." pamit Chris. Lantas berjalan keluar dari rumah Thalia sambil memesan gojek.


"Eh Chris!" seru Thalia. Lantas berlari menghampiri Chris.


"Aku harus cari keluarga ku." ujar Chris.


"Aku tau." ujar Thalia. Lantas memeluk Chris dengan erat.


"Aku mau pergi ke sana." ujar Chris.


Thalia mengangguk. Lalu berkata, "Ayo, aku anterin."


"Gak usah, aku sendiri aja." ujar Chris.


Tidak lama, ojek tersebut tiba di depan rumah Thalia.


"Aku duluan ya." ujar Chris. Lantas memberi Thalia kecupan kecil di dahi nya, lalu pergi.


Chris pergi ke lokasi yang ada di berita tersebut. Ia yakin bahwa keluarga nya berada disana.

__ADS_1


Sesampainya disana, Chris mencari-cari keluarga nya. Lokasi tersebut penuh dengan wartawan-wartawan.


"Permisi pak, saya anak dari keluarga korban. Hmm... Sekarang keluarga saya ada dimana ya?" tanya Chris dengan air mata yang masih menetes.


"Ka... Kamu keluarga korban?" tanya salah satu wartawan.


Chris mengangguk.


"Yaampun. Itu disana. Masih diwawancara." ujar wartawan tersebut seraya menunjuk ke arah tempat dengan banyak wartawan.


"Oke. Makasih ya pak." ujar Chris. Lantas berlari menuju tempat itu.


Ia berusaha untuk maju ke depan untuk melihat keluarga nya. Tetapi wartawan tetap menghalangi nya.


"Pa!! Ma!! Kak!!" teriak Chris.


Seketika, semua mata tertuju ke Chris yang masih menangis.


"C.. Chris?" tanya salah satu pria paruh baya yang berada di tengah kerumunan wartawan.


Chris pun langsung memeluk pria tersebut sambil menangis sekencang-kencangnya.


"Kamu beneran Chris kan?" tanya pria paruh baya tersebut.


"Iya, Pa. Ini Chris." ujar Chris.


"Ya Tuhan, Chris udah dewasa." ujar Mama Chris.


"Chris!!" teriak Richard, kakak Chris.


Mereka pun berpelukan untuk yang pertama kali setelah 10 tahun.


Setelah mendengar cerita tentang Pak Anto, Mereka pun berkunjung ke tempat Pak Anto.


"Pak Anto!" seru Chris.


"Eh Chris. Ada apa?" tanya Pak Anto.


"Ini keluarga Chris." ujar Chris.


"Oh yaampun. Syukurlah, Chris bisa ketemu dengan keluarga Chris lagi." ujar Pak Anto.


"Terima kasih ya, Pak. Udah mau bantuin anak saya." ujar Mama Chris.


"Iya, sama-sama." ujar Pak Anto.


"Bapak bisa tinggal bareng kita aja." ujar Papa Chris.


"Aduh tidak perlu." ujar Pak Anto.


"Udah, ayo Pak." ujar Chris.


"Iya, Pak. Tinggal bareng kita aja." ujar Richard.


"Yaudah kalau begitu. Terima kasih banyak ya. Saya janji bakal membalas kebaikan bapak ibu." ujar Pak Anto.


"Ah gak usah begitu, Pak." ujar Papa Chris.


Setelah itu, mereka kembali ke rumah yang lebih baik dari sebelumnya. Hidup Chris sudah normal kembali, dengan kehadiran keluarga nya yang sudah ia tunggu selama 10 tahun.

__ADS_1


Keesokan harinya,


Thalia dan Chris memutuskan untuk menjenguk Louis kembali. Dibandingkan terakhir mereka bertemu, sekarang Louis jauh lebih sehat. Hari ini adalah hari terakhir Louis dirawat. Besok, Louis diperbolehkan untuk pulang.


Setelah berjam-jam di kamar inap Louis, Thalia dan Chris berjalan-jalan di pantai, dengan Chrilia yang mereka bawa.


"Gimana keluarga mu?" tanya Thalia.


"Baik." jawab Chris.


"Baguslah." ujar Thalia.


"Lusa kamu udah berangkat ya?" tanya Chris.


"Iya." jawab Thalia pelan.


"Gapapa. Kita masih bisa ketemu setiap tahun." ujar Chris.


"Chrilia gimana?" tanya Thalia.


"Aku aja yang rawat." jawab Chris.


"Oke." ucap Thalia.


Tiba-tiba Chrilia melompat turun dari tangan Chris, lalu ia berlari menuju ke air.


"Eh Chrilia!" seru Thalia. Lantas berlari menuju Chrilia.


"Hahaha namanya juga anak anjing suka nya main air." ujar Chris. Lantas mencipratkan air ke Thalia.


"Woi!" seru Thalia. Lantas mencipratkan air ke arah Chris.


Mereka pun bersenang-senang, saling menciprat-cipratkan air, dan tertawa bersama.


"Udah lah. Aku capek hahaha," ujar Thalia.


"Aku juga capek hahaha," ujar Chris.


"Aduh perutku sakit gata-gara ketawa mulu." ujar Thalia.


"Hahaha boker sana." ujar Chris.


"Heh!" seru Thalia.


Mereka pun mengganti baju dengan baju cadangan yang mereka bawa. Mereka juga mengeringkan Chrilia.


Setelah itu, mereka menaruh karpet di atas pasir pantai yang lembut. Lalu duduk di atas nya sambil melihat pemandangan sunset.


"Chris." panggil Thalia.


Chris pun menoleh.


"Pinjem pundak mu." ujar Thalia.


Chris pun terkekeh, lalu menepuk pundak kiri nya. Thalia pun menaruh kepala nya ke pundak Chris.


"Keren ya." ujar Thalia.


"Iya." ucap Chris.

__ADS_1


__ADS_2