
...*Chapter ini hanya kumpulan flashback-flashback dari chapter-chapter sebelumnya. Jadi gak perlu terlalu dibaca*...
Di layar bioskop menampilkan kejadian saat Chris dan Thalia berbicara untuk pertama kali. Ini seperti semacam flashback.
...CHAPTER 9...
"Hai!" sapa Thalia ramah.
Sapaan itu membuat Chris menoleh, lalu kembali menggambar.
"Eh, Kamu gak bisa ngomong?" tanya Thalia.
Pertanyaan Thalia pun dihiraukan oleh Chris yang tengah fokus menggambar. Thalia pun mengintip ke arah gambaran nya. Ternyata, Chris sedang menggambar taman. Tetapi yang membuat Thalia terkejut adalah gambaran dia benar-benar bagus. Bahkan di atas level seorang pelukis.
"Wah, gambaran mu bagus banget!" puji Thalia.
"Makasih." kata Chris pelan.
"Kamu baru aja ngomong?" tanya Thalia kaget.
"Iya." jawab Chris pelan.
"Oh berarti kamu harus dipuji dulu ya, baru mau ngomong." kata Thalia.
Thalia pun melihat-lihat barang-barang yang ada di atas meja Chris. Di atas meja nya, ada buku, kotak pensil, botol minum, inhaler untuk asma nya, dan beberapa obat-obatan.
"Aku denger kamu kena asma ya?" tanya Thalia.
"Iya." jawab Chris pelan.
"Kamu mau jadi teman ku?" tanya Thalia.
Teman? Itu adalah pertanyaan yang sangat Chris rindukan. Semenjak ia terkena penyakit asma, tidak ada yang bertanya seperti itu kepada nya.
"Kamu mau?" tanya Chris.
"Kenapa gak mau?" tanya Thalia.
"Kalo kamu mau temenan sama aku, aku terima aja. Kalo kamu gak mau, mending gak usah." kata Chris.
"Aku mau." kata Thalia.
Seketika, muncul lekukan di bibir Chris. Dia tersenyum.
"Aku temenin kamu deh disini. Gak enak kalo sendirian." kata Thalia.
"Makasih." kata Chris.
Thalia pun tersenyum.
Lalu layar bioskop menjadi hitam untuk memberi jeda. Lalu, layar bioskop kembali menampilkan kejadian saat Chris dan Thalia bermain di taman.
...CHAPTER 11...
"Ayo main!!" ajak Thalia senang seraya melepaskan tas nya. Lalu Thalia langsung berlari menuju ayunan. Ia pun bermain ayunan disana. Sedangkan Chris hanya menggambar sambil tersenyum.
Lalu, Thalia pergi bermain jungkat-jungkit.
"Chris! Ayo main sini!" ajak Thalia.
Chris pun langsung duduk di jungkat-jungkit nya.
"Hahaha kenapa aku di atas mulu?!" tanya Thalia sambil tertawa.
"Oh maaf." kata chris seraya menggerakkan jungkat-jungkit nya agar Thalia tidak hanya di atas.
__ADS_1
Mereka bermain bersama dan tertawa bersama.
Setelah sekitar 10 menit mereka bermain jungkat-jungkit,
"Eh ayo main di ayunan!!" ajak Thalia sambil menunjuk ke arah ayunan.
"Ayo." kata Chris.
Mereka pun duduk di ayunan sambil tertawa bersama.
Mimpi tersebut membuat Chris bingung, dan kembali teringat dengan isi dari buku mimpi Thalia.
Seperti biasa, layar bioskop kembali hitam untuk memberi jeda. Lalu, menampilkan kejadian saat Chris dan Thalia bolos dan bermain di mall.
...CHAPTER 12...
"Ayo." ajak Chris.
"Kemana?" tanya Thalia.
"Bukan nya tadi kamu ajak aku buat bolos?" tanya Chris.
"Oh iya ya hahaha," kata Thalia.
"Mau kemana?" tanya Chris.
"Hmm... mau ke mall?" tanya Thalia.
"Ayo." kata Chris.
Mereka pergi ke mall terdekat. Mereka pergi membeli es krim, foto bersama di photobox, dan lain-lain. Mereka pun pergi ke taman yang berada di samping mall. Kebetulan, di taman tersebut ada tempat menyewa sepeda. Jadi, mereka menyewa sepeda dan mengendarai nya bersama. Setelah itu mereka berjalan-jalan sambil memakan es krim nya. Taman itu sangat luas dengan banyak pepohonan hijau. Mereka pun duduk di bangku taman.
"Huh, capek juga ya." kata Thalia.
Chris pun mengangguk setuju.
"Hahaha iya," kata Chris sambil tertawa.
"Abis ini mau ngapain ya?" tanya Thalia.
"Hmm... terserah kamu." kata Chris.
"Ah, kamu lah yang milih." kata Thalia seraya kembali memakan es krim nya.
Layar bioskop memberi jeda seperti biasa. Lalu menampilkan kejadian saat Chris dan Thalia melukis bersama.
...CHAPTER 14...
"Aduh aku gak bisa gambar. Gimana dong?" keluh Thalia.
"Ya gak papah. Aku yang sketsa deh. Nanti kamu yang lukis." kata Chris.
"Hmm... Aku gak bisa lukis juga. Nanti malah hancur." keluh Thalia.
"Ah gapapa. Coba aja dulu." kata Chris.
"Hmm... oke deh." ujar Thalia.
"Aku bantuin deh," kata Chris.
"Oke." ucap Thalia.
Chris pun mulai membuat sketsa di kanvas yang telah disediakan dengan pensil HB nya.
"Aduh gila banget. Belum aja dilukis, udah bagus banget. Nanti kalo aku yang lukis, malah jadi hancur. Aduh gimana dong." batin Thalia.
__ADS_1
Mata Thalia terkunci pada wajah tampan Chris yang sedang fokus membuat sketsa.
Sekitar 10 menit berlalu, Chris sudah menyelesaikan sketsa nya.
"Nih, udah selesai." kata Chris.
"Hmm... aku gak bisa lukis. Gimana dong?" keluh Thalia.
"Ah coba dulu." kata Chris seraya menaruh kuas di sela-sela jari Thalia.
Thalia pun dengan terpaksa mencoba melukis. Ia mencelupkan kuas nya ke dalam cat, lalu mulai melukis.
"Aduh yah, keluar garis." keluh Thalia karena cat nya keluar garis yang sudah digambar oleh Chris.
"Gapapa kok. Bisa dibenerin." kata Chris.
Thalia pun menghela nafas nya, lantas melanjutkan melukis.
Tiba-tiba ada yang memegang tangan kanan nya. Itu adalah Chris. Chris membantu Thalia melukis agar tidak berantakan. Tangan kanan Thalia digerakkan oleh tangan Chris. Karena Chris duduk di sebelah kiri Thalia, Chris melingkarkan tangan nya di punggung Thalia agar bisa membantu nya.
Layar bioskop kembali memberi jeda. Lalu, menampilkan kejadian saat Chris dan Thalia sedang berada di taman.
...CHAPTER 15...
"Aduh, aku pengen tidur. Hahaha bisa gak ya, tidur di mimpi?" tanya Thalia.
"Coba aja tidur." ucap Chris.
"Oke." ucap Thalia seraya membaringkan tubuh nya di karpet.
Chris dengan pelan mengangkat kepala Thalia. Lalu, menaruh nya di atas paha nya agar Thalia bisa tidur dengan lebih nyaman.
"Aww makasih, Chris." ucap Thalia.
"Sama-sama, Thalia." ucap Chris.
"Kalo kamu punya pacar nanti, aku yakin pacar mu beruntung banget bisa dapet cowok kayak kamu." ujar Thalia.
Chris pun tersenyum lalu berkata, "Katanya kamu mau tidur. Cepetan tidur."
"Siap bos." ucap Thalia seraya memejamkan mata nya.
Karena matahari nya bersinar sangat terik, Chris menutupi sinar matahari yang menuju mata Thalia dengan tangan nya, agar Thalia tidak terlalu terganggu oleh teriknya sinar matahari siang itu.
"Chris, beneran deh. Aku yakin pacar mu bakal seneng punya cowok kayak kamu." ujar Thalia.
"Hahaha, udah cepetan tidur." ujar Chris.
"Oke bos." ucap Thalia.
Layar bioskop kembali memberi jeda. Lalu, menampilkan kejadian saat Chris meninggal.
...CHAPTER 15...
Di dalam kamar rawat, dokter mencoba untuk menyadarkan Chris kembali. Tetapi usaha nya gagal. Chris sudah tiada. Tepat sebelum Chris meninggal, ia meneteskan air mata nya.
Dokter pun keluar dari kamar rawat, lalu berjalan menghampiri Thalia dengan lemas.
Thalia yang melihat kedatangan dokter pun langsung berdiri dan bertanya, "Apa Chris udah siuman?"
Tetapi dokter hanya menjawab, "Pada tanggal 10 Agustus pukul 2 lewat 18 menit siang, Chris meninggal."
Thalia pun langsung jatuh terduduk. Lantas menangis.
MIMPI SELESAI ☆
__ADS_1
Chris terbangun dengan air mata yang mulai menetes. Lantas, ia menangis tersendu-sendu dengan hati nya yang terluka. Ingatan nya tentang Thalia telah kembali.