Some Reasons

Some Reasons
44


__ADS_3

Thalia kembali menangis.


"Udah, jangan nangis." ujar Chris seraya mengusap air mata yang menetes di pipi Thalia.


"Kamu tau gak alasan Louis mutusin kamu?" tanya Chris.


"Maksudmu?" tanya Thalia.


"Louis mutusin kamu karena dia gak mau Papa nya ngelakuin hal yang sama ke kamu. Dia takut. Selama ini dia sayang sama kamu, Thalia." ujar Chris.


"Ma...Maksudmu?" tanya Thalia.


"Aku tau kamu ngerti maksudku." ujar Chris.


Thalia pun menunduk.


"Udah, cepetan masuk. Nanti terlambat lho." ujar Chris.


Thalia pun mengangguk.


"Jangan lupa telepon ya." ujar Chris.


"Oke." ucap Thalia seraya mengangkat ponsel nya mengisyaratkan bahwa ia sudah menyiapkan ponsel nya untuk telepon.


Thalia pun berjalan meninggalkan Chris. Lalu, Chris pun melambaikan tangan nya ke arah Thalia.


Thalia pun mulai berjalan semakin jauh dari Chris. Sekali dua kali, ia membalikkan badan nya untuk melihat pacar nya tersebut. Sampai akhirnya, mereka tidak bisa melihat satu sama lain.


Tetapi Thalia tidak lupa untuk langsung menelepon Chris.


"Hai!" sapa Thalia dalam telepon.


"Halo! Kamu udah nyampe bagian apa?" tanya Chris.


"Sekarang lagi mau check in. Lagi ngantre." jawab Thalia.


"Oh oke." ucap Chris.


Chris tengah berjalan menuju tempat parkir.


"Eh ini udah giliran ku." ujar Thalia.


"Oke. Aku matiin ya." ujar Chris.


Lantas, Thalia memasukkan ponselnya ke dalam tas. Lalu ia mulai check in. Setelah selesai check in, ia langsung berjalan menuju tempat cap paspor. Setelah paspor nya selesai di cap, ia pun menunggu ruang tunggu nya dibuka.


Ia berjalan menuju sebuah kursi yang tersedia, lalu ia duduk dan menyantap roti yang tadi Mama berikan sambil chatting dengan Chris.


Thalia:


Chris.


Tidak lama, Chris pun membalas.


^^^Chris:^^^


^^^Iya? Kamu lagi ngapain?^^^


Thalia:


Lagi nunggu ruangan tunggu nya dibuka.


^^^Chris:^^^


^^^Oh gitu.^^^


^^^Nanti di ruang tunggu, kamu istirahat ya.^^^


^^^Tadi kamu bangun nya pagi banget lho.^^^


Thalia:


Iya. Nanti lah. Aku masih belum ngantuk.


Kamu udah nyampe rumah?


^^^Chris:^^^


^^^Udah. Baru aja nyampe.^^^


Thalia:


Oh gitu.


Tidak lama, pintu ruang tunggu pun dibuka, membuat Thalia langsung masuk ke dalam ruang tunggu tersebut. Di dalam ruang tunggu, ia menonton drama-korea sambil menunggu pesawat.


Sekitar setengah jam menunggu, akhirnya penumpang pesawat diperbolehkan untuk masuk ke dalam pesawat.


Thalia pun masuk ke dalam pesawat, mencari tempat duduk nya, lalu duduk di kursi nya.


Ia duduk bersama seorang ibu-ibu, dan seorang remaja berusia sekitar 20 tahunan.


Setelah semua penumpang telah masuk ke dalam pesawat, pramugari bisa memulai memperagakan alat-alat keselamatan. Setelah itu, pesawat sudah siap untuk lepas landas.


Beberapa menit kemudian setelah lepas landas, Thalia langsung chatting dengan Chris.


Thalia:


Chris.


Aku udah di pesawat.


Udah lepas landas.

__ADS_1


Sekitar 3 menit kemudian, Chris membalas.


^^^Chris:^^^


^^^Oke. Banyak berdoa ya.^^^


Thalia:


Pasti dong!


^^^Chris:^^^


^^^Kamu duduk di sebelah siapa?^^^


Thalia:


Hmm... Ada ibu-ibu sama ada satu remaja.


^^^Chris:^^^


^^^Remaja?^^^


^^^Cowo atau cewe?^^^


Thalia pun tertawa kecil. Lalu ia berniat untuk membohongi Chris. Ia tau Chris akan merasa cemburu.


Thalia:


Cowo.


^^^Chris:^^^


^^^Umur?^^^


Thalia:


20 tahunan kayaknya.


^^^Chris:^^^


^^^Gak usah deket-deket sama dia ya!^^^


Thalia:


Ih cemburu ya uhuy!!


^^^Chris:^^^


^^^Aku cuman takut kamu di apa-apain.^^^


Thalia:


Hahaha gak lah.


Kamu ketipu hahahaha.


^^^Chris:^^^


^^^Dasar kamu ya!^^^


^^^Yaudah lah, kamu istirahat dulu.^^^


^^^Kamu transit kemana?^^^


Thalia:


Ah aku belum ngantuk.


Nanti transit ke istanbul.


^^^Chris:^^^


^^^Ih tidur!^^^


Thalia mendengus kesal.


Thalia:


Gak mau!


^^^Chris:^^^


^^^Ini aja aku ngantuk.^^^


^^^Apalagi kamu yang bangun lebih pagi.^^^


Thalia:


Kamu mau tidur?


^^^Chris:^^^


^^^Iya.^^^


Thalia:


Yaudah lah. Aku juga tidur.


^^^Chris:^^^


^^^Emang kalau aku tidur, kenapa?^^^


Thalia:

__ADS_1


Kalau kamu tidur, nanti aku gak punya


temen ngobrol :"(


^^^Chris:^^^


^^^Hahaha.^^^


^^^Ajak Nadine sama Nancy aja.^^^


Thalia:


Gak ah,


Nanti aku ganggu, jadi gak enak entar


^^^Chris:^^^


^^^Jadi kamu cuman enak nya sama aku?^^^


Thalia:


Itu tau


^^^Chris:^^^


^^^Hahaha dasar kamu.^^^


Thalia:


Yaudah lah kalau begitu.


Aku tidur dulu. Kamu juga ya.


^^^Chris:^^^


^^^Oke.^^^


Thalia:


Good night.


Sweet dreams!


Moga mimpiin aku ya hehehe


^^^Chris:^^^


^^^Kalau aku mimpiin kamu, itu udah sweet dreams buat aku.^^^


Thalia pun tersipu malu.


Thalia:


Ih bisa aja kamu hahaha.


^^^Chris:^^^


^^^Dah lah bobo sana!^^^


Akhirnya Thalia dan Chris pun tidur di waktu yang sama, tetapi di tempat yang berbeda.


MIMPI ☆


Thalia terbangun di sebuah kantin rumah sakit. Ia memakai seragam dokter, dan tengah menyantap makan siang nya. Ia tidak sendirian, ia duduk Bersama 1 perempuan yang amat ia kenal, yaitu Nadine.


"Nadine?" tanya Thalia.


Nadine yang tadi sedang menyantap makan siang nya pun menoleh ke arah Thalia.


"Kita lagi dimana, Nadine?" tanya Thalia.


"Apaan sih?" tanya Nadine bingung.


"Kamu Nadine kan?" tanya Thalia.


"Nadine siapa woi? Aku Clarissa." ujar Nadine.


"Clarissa?" tanya Thalia pelan.


Nama itu tidak terasa asing di telinga nya. Ia seperti pernah mendengar nama itu.


"Ih kamu bikin aku bingung. Kamu kenapa sih, Sherly?" tanya Nadine.


"Sherly?" tanya Thalia pelan.


Lalu ia baru sadar bahwa ini bisa saja merupakan kelanjutan dari mimpi terakhir, dimana mimpi terakhir berakhir karena Chris meninggal.


Thalia pun langsung berdiri, lalu langsung berlari mencari Chris.


"Sherly!!! Kamu mau kemana?!!" teriak Nadine.


Tetapi, Thalia tidak menjawab pertanyaan Nadine. Thalia mencari Chris di seluruh ruangan rumah sakit. Tetapi, ia tetap tidak ada Chris.


"Permisi." ucap Thalia kepada seorang resepsionis rumah sakit.


Resepsionis itu pun menoleh ke arah Thalia lalu bertanya, "Iya? Ada yang bisa saya bantu, Dokter Sherly?"


"Hmm.. Disini ada orang yang bernama Chris gak?" tanya Thalia.


"Chris? Saya gak pernah denger nama itu. Disini gak ada pekerja yang bernama Chris. Coba saya cek daftar pasien dulu ya, dok." ujar resepsionis itu.


Lantas ia mengambil sebuah buku yang berisi daftar-daftar pasien rumah sakit tersebut. Lalu ia pun mencari pasien yang bernama Chris.

__ADS_1


"Apa ini Chris yang dokter maksud?" tanya resepsionis tersebut seraya menunjukkan foto pasien kepada Thalia.


__ADS_2