
"Mama!!" teriak Thalia.
Teriakan Thalia membuat Mama dan Chris menoleh ke arah Thalia.
"Kenapa?" tanya Mama.
"Aku gak bisa beresin kamar ku!!" seru Thalia.
"Lah? Dasar pemalas! Udah kamu temenin Chris. Mama yang beresin kamar mu." ujar Mama.
"Eh sorry aku lama. Disuruh Mama beresin kamar." ujar Thalia seraya duduk di sebelah Chris.
"Iya gapapa." ucap Chris.
"Mama gak ngapa-ngapain kamu kan?" tanya Thalia.
"Maksudmu?" tanya Chris.
"Sebenernya Mama gak bisa menjamu tamu. Pokoknya maaf ya kalau Mama bikin kamu gak nyaman." ujar Thalia.
"Ah gapapa kok." ujar Chris.
"Hmm... Kamu mau ngomongin apa?" tanya Thalia.
"Kamu pacaran sama Louis kan?" tanya Chris.
"Iya. Kenapa?" tanya Thalia.
"Dia pernah apa-apain kamu?" tanya Chris.
"Maksudmu? Dia baik-baik aja kok." jawab Thalia.
"Kamu harus hati-hati lho sama laki-laki kayak dia." ujar Chris.
"Emang dia kenapa?" tanya Thalia.
"Ah pokoknya kamu hati-hati aja deh." jawab Chris.
"Oke. Aku bakal hati-hati kok." ujar Thalia.
"Lagi pula, dia kok bisa suka sama kamu secepet itu? Bukan nya dulu dia benci sama kamu?" tanya Chris.
"Hmm... Aku juga gak tau. Dia tiba-tiba nembak aku. Ya, aku terima." ujar Thalia.
"Oh gitu ya. Eh, waktu itu buku mu ketinggalan pas kita lagi kerjain tugas bareng." ujar Chris seraya memberi buku mimpi Thalia.
"Eh? Kok ada di kamu?" tanya Thalia.
"Kamu jatuhin." jawab Chris.
"Wah, jangan-jangan kamu baca ini? Makanya kamu jadi inget lagi?" tanya Thalia.
"Enggak juga sih. Aku gak sepenuhnya percaya sama isi buku mu. Tapi, waktu itu aku mimpiin kamu. Mimpi nya cuman sepotong-sepotong, tapi detail." jawab Chris.
"Mimpi apa?" tanya Thalia penasaran.
"Mimpi nya itu kayak adegan-adegan pas kita bersama. Misalkan pas kita pertama kali ngobrol, pas kita bolos, pas kita main di taman, kayak gitu." jawab Chris.
__ADS_1
"Oh gitu. Yang penting, sekarang kamu udah ada disini tanpa harus bawa inhaler setiap saat kan? hahaha," ujar Thalia.
"Eh Thalia." panggil Chris.
"Kenapa?" tanya Thalia.
"Kamu punya kakak laki-laki?" tanya Chris.
"Punya. Kenapa?" tanya Thalia.
"Kok gak ada?" tanya Chris.
"Kakak ku lagi kuliah di Jerman. Dia pulang setahun sekali. Jadi sekarang gak ada di rumah." jawab Thalia.
"Oh gitu. Papa mu lagi kerja?" tanya Chris.
"Iya." jawab Thalia.
Setelah sekitar 2 jam mereka berbincang-bincang, ahirnya Chris pulang ke rumah nya.
"Aduh, kamu mending pacaran sama Chris aja deh. Dia kelihatan nya lebih baik." ujar Mama.
"Ih Mama. Lihat dari penampilan terus." ujar Thalia.
"Tapi dia ganteng banget lho." ujar Mama.
"Yaampun Mama. Mama aja yang pacaran sama dia. Aku cuman temenan aja sama dia." ujar Thalia.
"Ih dia kayak kembaran nya Lee Minho, mirip banget yaampun." ujar Mama.
"Ma, untung Mama gak sebut-sebut Lee Minho di depan dia lho. Nanti aku yang malu." ujar Thalia.
"Aku gak mau suruh dia dateng lagi lah kalau begitu." ujar Thalia.
...***...
2 hari kemudian, tepatnya pada hari Sabtu,
Louis mengajak Thalia nonton bioskop di mall.
"Ma, aku pergi dulu ya." ujar Thalia.
"Eh, bentar. Bawa ini." ujar Mama seraya memberikan kantong plastik berisi makanan.
"Buat apa, Ma?" tanya Thalia.
"Kasih ke Louis aja." jawab Mama.
"Makanan nya enak kan?" tanya Thalia.
"Ya, enak lah. Kamu remehin masakan Mama ya." ujar Mama kesal.
"Hahaha iya deh, aku kasih." ujar Thalia.
"Papa belum turun?" tanya Mama.
Thalia menggelengkan kepala nya.
__ADS_1
"Aduh itu orang." ujar Mama pelan.
"PAPA!!!! CEPETAN MANDI NYA!!! THALIA UDAH MAU PERGI NIH!! NANTI PACAR NYA NUNGGUIN, KASIHAN LHO!!!" teriak Mama.
"IYAAA! BENTAR!! PAPA BOKER DULU!! SAKIT PERUT NIH!!" teriak Papa dari kamar mandi.
"DASAR! BUKANNYA BOKER DARI TADI!! ANAK MU UDAH MAU BERANGKAT SAMA PACAR NYA!!" teriak Mama.
"YA BENTAR!! MAMA MAU PAPA BOKER DI JALAN?!!!" teriak Papa.
Thalia yang mendengar percakapan kedua orang tua nya tertawa terbahak-bahak.
Seperti percakapan Mama dan Papa, kemarin Mama sudah memberitahu Papa bahwa Thalia dan Louis berpacaran.
Awalnya, Papa sedikit ragu-ragu karena ia merasa tidak rela harus merelakan putri kesayangan nya ke orang lain. Tetapi dengan jurus Mama, akhirnya Papa menyetujui nya.
Setelah sekitar 15 menit, akhirnya Papa keliar dari kamar mandi.
"Akhirnya Papa keluar juga!" seru Mama.
"Ayo, Thalia." ajak Papa seraya mengambil kunci mobil nya.
"Oke. Bye, Mama!" seru Thalia.
"Bye! Hati-hati ya!" seru Mama balik.
Thalia dan Papa pun masuk ke dalam mobil. Lalu Papa mulai mengendarai mobil nya menuju ke mall.
"Kamu udah beli tiket?" tanya Papa.
"Udah, Pa." jawab Thalia.
"Jam berapa mulai nya?" tanya Papa.
"Jam 1." jawab Thalia.
"Oh. Kamu makan siang dulu dong disana?" tanya Papa.
"Iya." jawab Thalia.
"Nanti kalau udah mau pulang, telepon Papa aja ya. Nanti Papa yang jemput." ujar Papa.
"Oke, Pa. Siap!" ujar Thalia.
Tidak lama, mereka tiba di mall. Thalia masuk ke dalam mall. Lalu ia berjalan menuju ke bioskop untuk mencetak tiket nya.
Karena Louis belum terlihat dimana-mana, Thalia memutuskan untuk menelepon Louis.
"Halo?" tanya Louis.
"Louis. Kamu dimana? Udah nyampe?" tanya Thalia.
"Aduh, Thalia. Sorry banget ya. Aku gak bisa dateng." ujar Louis.
"Gak bisa dateng? Maksudmu?" tanya Thalia bingung.
"Aku ada acara keluarga mendadak. Kapan-kapan aja deh. Sorry banget ya. Kamu gapapa kan sendiri?" tanya Louis.
__ADS_1
"Oh oke deh kalau begitu. Aku gapapa kok. Kapan-kapan aja nonton nya." jawab Thalia.