
Sesampainya Chris di rumah nya, Paman Chris duduk di sofa, sedangkan Chris hanya berdiri di depan Paman nya.
"Jadi kamu punya pacar selama ini?" tanya Paman Chris.
"Iya." jawab Chris pelan.
"Kamu harus ikutin perintah Paman, atau enggak dampak nya bakal ke cewe itu. Ngerti?!" tanya Paman Chris.
"Kenapa harus ke dia? Dampak nya bisa ke aku aja. Gak ada urusan nya sama dia." ujar Chris.
"Terus aja ngelawan!!" seru Paman Chris, menaikkan suaranya.
Chris pun terdiam.
...***...
"Ma! Aku pulang!" seru Thalia senang berusaha untuk melupakan kejadian tadi.
"Eh gimana si Louis?" tanya Mama.
"Masih belum pulih. Tapi setidaknya dia bisa bercanda sekarang." ujar Thalia.
"Ah baguslah." ujar Mama.
Mama sudah mengetahui tentang kecelakaan Louis. Mama juga sudah mengetahui bahwa Thalia dan Chris berpacaran.
"Eh Papa udah pulang?" tanya Thalia. Karena melihat ada tas kerja Papa di atas sofa.
"Iya. Hari ini Papa pulang cepet." jawab Ryan.
Tidak lama, Papa keluar dari kamar nya.
"Thalia." panggil Papa.
"Iya?" tanya Thalia.
"Nanti kamu kelas 3 SMA, sekolah di Jerman aja ya." ujar Papa.
"Kenapa emang nya, Pa?" tanya Thalia.
"Bukannya dari dulu kamu pengen sekolah disana? Kalau kamu sekolah disana dari sekarang, cari kuliah nya juga gampang. Ditambah, kamu sekarang kan udah bisa bahasa Jerman." ujar Papa.
"Hmm... yaudah deh, Pa." ujar Thalia lesu.
"Oke," ucap Papa.
Thalia pun masuk ke kamar nya. Lalu membanting tubuh nya ke kasur.
Mimpi Thalia dari kecil adalah bersekolah di Jerman. Ia ingin menjadi seperti kakak nya. Tetapi, ia tidak bisa meninggalkan Chris.
1 minggu lagi, ia akan berangkat ke Jerman untuk mengikuti beberapa tes masuk, sehingga Ia harus segera meluangkan waktu bersama dengan Chris.
...***...
Sementara di kamar inap Louis, Papa dan Mama nya kembali datang.
Seperti terakhir, Dokter tidak bisa mencegah Papa untuk masuk ke dalam kamar Louis karena watak Papa yang keras kepala dan pemarah.
"Gimana? Udah sembuh?" tanya Papa.
__ADS_1
Louis tidak menjawab.
"Kamu harus yang ganti rugi mobil nya." ujar Papa.
"Pa. Pentingin Louis dulu. Mobil kan bisa diperbaiki." ujar Mama.
"Gak usah ngomong kamu!!" seru Papa lantas menampar Mama.
"Mama!!" seru Louis seraya berusaha untuk bangun dari kasurnya.
"Louis. Gak usah!" seru Mama.
Tetapi Louis tidak menghiraukan perkataan Mama, lantas berusaha untuk merangkak melindungi Mama nya.
"Mama gak usah pulang. Mama disini aja." ujar Louis seraya memeluk Mama nya.
"Kamu yang gak usah pulang!!" seru Papa ke Louis.
"Emang kita ada salah apa sih sampe bikin Papa begini?! Seharusnya Papa yang selama ini ngaca!!" seru Louis.
"Dasar anak durhaka!!" seru Papa lantas menampar Louis. Membuatnya sedikit terbanting.
"Tolong!!!" teriak Mama mencari pertolongan dari luar kamar.
Lantas dokter dan perawat masuk ke dalam kamar disusul oleh beberapa petugas keamanan.
Petugas keamanan pun mencoba untuk menangkap Papa, lalu membawa nya ke kantor polisi.
"Louis. Kamu gapapa kan?" tanya Mama.
"Louis gapapa kok, Ma. Mama jangan pulang dulu. Mama tinggal disini aja sampe Louis pulih ya." ujar Louis seraya mengelus wajah Mama nya dengan tangan kiri nya.
...***...
Chris dan Thalia memutuskan untuk pergi ke mall bersama-sama. Mereka mengelilingi mall, bersenang-senang, lalu mereka beristirahat sebentar.
"Eh, Thalia." panggil Chris.
"Iya?" tanya Thalia.
"Ini artinya apa sih?" tanya Chris seraya mengambil kertas kecil dari saku nya.
Kertas tersebut bertulis Saranghae.
"Ini artinya aku cinta kamu." ujar Thalia.
"Cara ngomong nya gimana sih? Sarang haye?" tanya Chris.
"Hahaha bukan lah. Cara ngomong nya Sarange." jawab Thalia.
"Nado saranghae." ujar Chris. Lantas memberi Thalia kecupan kecil di dahi.
"Dasar gombal." ujar Thalia seraya memukul bahu Chris.
"Kamu hobby nya mukul-mukul orang ya hahaha," ujar Chris.
"Lagian salah sendiri." ujar Thalia.
"Mau beli baju?" tanya Chris.
__ADS_1
"Beli baju apa?" tanya Thalia balik.
"Baju kembaran." jawab Chris.
"Ayo!!" seru Thalia dengan semangat.
Mereka pun pergi mencari baju kembaran.
"Ini gimana?" tanya Thalia seraya menunjukkan 2 hoodie berwarna pink dan biru.
"Bagus tuh." jawab Chris.
"Oke. Ayo beli yang ini. Langsung pake gimana?" tanya Thalia.
Chris pun mengangguk dan tersenyum.
Setelah mereka membayar baju nya, mereka pergi ke toilet untuk mengganti baju.
"Ke taman yuk. Yang waktu itu di mimpi." ujar Thalia.
"Ayo." ucap Chris.
Mereka pun pergi ke taman menggunakan go-car. Sesampainya disana,
"Ah kangen banget kesini! Satu-satunya tempat yang ada di dunia nyata." ujar Thalia.
"Hahaha iya." ucap Chris.
"Sewa karpet yuk!" ajak Thalia.
"Yuk!" seru Chris.
Mereka pun menyewa karpet. Lalu menaruh nya di atas rumput-rumput hijau.
Thalia pun berbaring di atas karpet nya.
"Huh capek juga ya hahaha," ujar Thalia.
"Tidur sini." ujar Chris seraya menepuk paha nya.
Thalia pun menaruh kepala nya di atas paha Chris.
"Huh jadi deja vu hahaha," ujar Thalia.
"Ini namanya nostalgia." ujar Chris.
"Sebenernya, kamu udah berapa lama suka sama aku?" tanya Thalia.
"Sejak kita pertama kali ngobrol." ujar Chris.
"Lama banget dong." ujar Thalia.
Chris mengangguk.
"Makasih udah selalu ada buat ku." ujar Thalia.
Chris pun tersenyum.
"Ah gara-gara kamu, aku gak bisa tidur kan." ujar Thalia salah tingkah.
__ADS_1
Chris pun tertawa.