Some Reasons

Some Reasons
36


__ADS_3

"Ayo makan dulu nasi uduk nya. Dari tadi, belum dimakan. Nanti keburu dingin." ujar Chris. Lantas menyantap nasi uduk nya dengan lahap.


"Oh iya," ucap Thalia. Lantas memakan nasi uduk nya.


Setelah mereka selesai menyantap nasi uduk nya, mereka berjalan ke luar sekolah sambil berpegangan tangan.


"Kamu mau ikut jenguk Louis?" tanya Chris.


Thalia pun tersenyum, lalu mengangguk.


"Eh tapi, sejak kapan kalian jadi deket?" tanya Thalia.


"Sejak aku ngobrol sama Louis." ujar Chris.


"Akhirnya, kalian jadi akur." ujar Thalia.


Chris pun tersenyum.


"Mau beli makanan dulu buat Louis?" tanya Chris.


"Makanan apa?" tanya Thalia balik.


"Kamu kan mantan pacarnya, masa gak tau makanan kesukaan nya." ujar Chris.


"Hmm... Waktu itu, dia sempet kasih tau aku kalau dia suka makan sate ayam." ujar Thalia.


"Oke. Ayo beli sate ayam." ujar Chris.


Thalia pun mengangguk setuju.


Mereka pun membeli 5 tusuk sate ayam di salah satu warung sate yang terletak di seberang sekolah. Setelah itu, mereka memesan go-car menuju rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, Louis tengah berbaring di atas kasur dengan baju pasien rumah sakit sambil memainkan HP nya.


"Louis!!" sapa Thalia.


"Eh, kalian dateng?" tanya Louis seraya berusaha untuk duduk.


"Iya dong!" seru Thalia.


"Nih sate buat kamu." ujar Chris seraya memberi kantong plastik berisi sate.


"Terima kasih." ucap Louis seraya menerima sate tersebut.


"Louis, Aku sama Thalia pacaran." ujar Chris.


"Hah? Beneran? Wah, selamat ya kalian!!" seru Louis senang.


"Eh tapi kamu gak marah kan?" tanya Thalia.


"Kenapa gue harus marah? Akhirnya mantan pacar gue udah ketemu pacar yang lebih baik dari gue." ujar Louis.


"Hahaha, kalian mau minum apa? Sini aku bikinin." ujar Thalia.


"Kopi susu satu dong, mbak!" seru Louis.


"Aku teh manis ya, mbak!" seru Chris.


"Dasar kalian!" seru Thalia.


Louis dan Chris pun tertawa.


"Eh, kopi sachet nya dimana sih?" tanya Thalia.


"Disini." ujar Chris seraya menahan dahi Thalia dengan tangan nya agar kepala Thalia tidak terbentur pintu lemari gantung. Lantas, Chris membuka lemari gantung nya, dan mengambil satu sachet kopi.

__ADS_1


Thalia pun mematung.


"Udah aku aja yang bikinin." ujar Chris seraya memasukkan kopi sachet ke dalam gelas.


"Aku aja!" seru Thalia.


"Ih gak usah. Kamu duduk disana!" seru Chris.


"Ih aku mau bikin!" seru Thalia.


"Udah, aku aja!" seru Chris.


Akhirnya mereka berdebat. Sedangkan, Louis tengah duduk di atas kasur nya, menyantap sate, sambil terkekeh melihat Chris dan Thalia.


Akhirnya, Thalia mencubit tangan Chris.


"Aduh! Woi lepasin!!" seru Chris.


"Aku pengen bikin." ujar Thalia.


"Yaudah, yaudah. Kamu yang bikin." ujar Chris mengalah.


"Gitu dong." ujar Thalia.


"Hahaha dua orang ini pacaran? Yang bener aja. Kalau digabungin, dunia langsung meledak dalam sekejap." ujar Louis pelan.


Akhirnya Chris pun duduk di kursi yang terletak tepat di sebelah kasur Louis.


"Eh, bagi sate nya dong." ujar Chris.


"Ambil aja di plastik nya." ujar Louis.


Chris pun mengintip ke dalam plastik sate nya. Kosong.


"Gila. Udah habis?" tanya Chris kaget.


...***...


"Eh gue mau ke taman. Temenin dong." ujar Louis.


Pihak rumah sakit memang membuat taman khusus untuk para pengguna rumah sakit.


"Yuk! Aku pengen cari udara segar. Disini terus bosen." ujar Thalia.


"Aku ambil kursi roda dulu. Bentar." ujar Chris. Lantas berjalan keluar kamar, mencari kursi roda.


Beberapa menit kemudian, Chris datang dengan kursi roda. Ia mendekatkan kursi roda nya ke kasur Louis. Lalu membantu Louis untuk duduk.


"Ayo kita berangkat!!!" seru Louis senang. Ekspresi nya seperti anak TK yang baru pertama kali pergi field trip di sekolah nya.


"Hahaha dasar kamu kayak bocil aja." ujar Thalia.


"Eh padahal gue lebih tua dari kalian lho." ujar Louis.


"Lebih tua, tapi kelakuan kayak bocil." ujar Thalia.


Lalu, Chris mendorong kursi roda nya menuju taman.


"Beliin lollipop dong, weh." ujar Louis tiba-tiba.


"Jangan. Nanti makin sakit aja." ujar Chris.


"Ah gue pengen beli lollipop woi." ujar Louis.


"Dasar. Thalia beli lollipop sana buat ini bocil." ujar Chris.

__ADS_1


"Hahaha dasar. Bentar aku beli dulu." ujar Thalia. Lantas berjalan menuju indomaret kecil yang berada di dalam rumah sakit.


15 menit kemudian, Thalia datang dengan membawa 3 lollipop.


"Nih," ucap Thalia seraya memberi 3 lollipop ke arah Louis.


"Widih makasih." ucap Louis.


"Weh, bukain bungkus lollipop nya dong." ujar Louis.


"Yaampun ini manusia ngerepotin amat sih." ujar Chris. Lantas membukakan bungkus lollipop nya.


"Aww Makasih." ucap Louis. Lalu memasukkan lollipop ke dalam mulut nya.


Mereka pun berjalan menuju ke taman.


"Wah taman nya luas banget!" seru Louis.


"Ini kan rumah sakit mahal. Ya jelas lah taman nya luas." ujar Thalia.


"Iya juga ya." ucap Louis.


Tiba-tiba, mata Louis terkunci pada sosok perempuan.


"Weh tolong dorongin ke orang itu dong." ujar Louis seraya menunjuk ke arah sosok perempuan itu.


"Itu siapa? Mama mu?" tanya Thalia.


"Kayaknya." jawab Louis.


Chris pun mendorong kursi roda nya menuju perempuan yang Louis tunjuk.


"Mama?" tanya Louis.


Perempuan itu pun menoleh.


"Louis?" tanya perempuan itu. Lantas memeluk anak nya yang tengah duduk di kursi roda.


Itu adalah Mama Louis.


"Mama kenapa ada disini? Gak ketahuan Papa kan?" tanya Louis.


Mama Louis pun menggeleng.


"Ini sahabat-sahabat ku, Ma." ujar Louis.


"Terima kasih ya, udah nemenin Louis." ujar Mama Louis.


Thalia dan Chris pun tersenyum dan mengangguk.


"Yaudah, Mama pulang dulu ya. Jaga diri baik-baik disini." ujar Mama Louis.


"Iya, Ma. Hati-hati." ujar Louis.


Mama Louis pun berjalan pergi.


"Dah ayo balik." ujar Louis.


"Siap bocil." ujar Chris seraya mendorong kursi roda Louis menuju ke kamar nya.


Louis terkekeh.


Sesampainya di kamar, Chris dan Thalia membantu Louis berbaring kembali di atas kasur.


"Eh udah mau malem nih. Kita pulang dulu ya, Louis." ujar Thalia.

__ADS_1


"Oke. Hati-hati ya." ujar Louis.


Chris dan Thalia pun keluar dari kamar inap Louis.


__ADS_2