Some Reasons

Some Reasons
39


__ADS_3

"Ayo kita bikin list kegiatan." ujar Chris.


"List kegiatan kayak gimana?" tanya Thalia.


"Kegiatan yang harus kita lakuin." jawab Chris seraya mengambil pensil dan kertas.


"Oh hahaha," ucap Thalia.


"Ke pantai liat sunset, Naik sepeda berdua di taman, Masak bareng, Ke dufan bareng, Melukis bareng, apa lagi ya." ujar Chris seraya menulis.


"Chris." panggil Thalia.


Chris pun berhenti menulis, lalu menoleh ke arah Thalia.


"Kita bisa lakuin semua itu dalam 1 minggu?" tanya Thalia.


"Maksudmu?" tanya Chris balik.


"Minggu depan aku bakal ke Jerman. Aku bakal sekolah disana." ujar Thalia.


"Jadi kita gak bakal ketemu?" tanya Chris.


Thalia pun menunduk lalu menjawab, "Maaf, Chris."


Chris pun langsung memeluk Thalia lalu berkata, "Gapapa. Lagipula itu mimpi kamu juga kan."


Thalia pun mengangguk, lalu menangis.


"Gapapa, gapapa." ujar Chris seraya menepuk-nepuk punggung Thalia, mencoba untuk menenangkan Thalia.


"Udah, gak usah nangis. Aku gapapa kok." ujar Chris seraya mengusap air mata Thalia dengan ibu jari nya.


"Kalau begitu, kita lakuin semuanya dari sekarang yuk." ujar Chris.


"Ayo naik sepeda! Kayaknya disitu ada yang nyewa sepeda." ujar Chris.


"Tapi kamu-" ujar Thalia. Tetapi kalimat Thalia terpotong oleh Chris.


"Aku juga kerja paruh waktu. Gapapa." ujar Chris.


"Mulai sekarang, aku aja yang bayar." ujar Thalia.


"Tapi-" ujar Chris. Tetapi Thalia langsung menempelkan jari telunjuk nya ke bibir Chris, menyuruhnya diam.


Mereka pun berdiri, lalu langsung pergi menyewa sepeda. Chris mengendarai sepeda dengan Thalia yang duduk di tempat duduk belakang sepeda sambil memeluk Chris. Mereka bersenang-senang bersama.


"Sekarang kita ke rumah ku yuk. Mama, Papa sama Kakak ku pergi." ujar Thalia.


Chris pun mengangguk setuju.


Mereka pun pergi ke rumah Thalia. Sesampainya di rumah Thalia, mereka masak bersama, lalu melukis bersama seperti di dunia mimpi. Chris melingkarkan lengan nya di pundak Thalia sambil membantu Thalia melukis.


"Besok kita ke dufan ya! Terus besok nya lagi, kita bakal ke pantai! Gimana?" tanya Thalia dengan penuh semangat.


Chris pun mengangguk.


"Yes!!!" seru Thalia senang.


Chris pun tertawa kecil melihat Thalia.


Keesokan hari nya,


Sesuai janji kemarin, mereka pergi ke dufan. Mereka menaiki banyak wahana bersama, bersenang-senang bersama, tertawa bersama. Sampai mereka melupakan kalau sebentar lagi mereka harus segera berpisah.


Setelah selesai bermain di dufan,


"Mau kemana lagi nih?" tanya Thalia.


"Kamu mau kemana?" tanya Chris.


"Hmm... Temenin aku ke toko hewan yuk. Aku suka lihat-lihat hewan gitu hehehe," ujar Thalia.


"Oke, ayo." ucap Chris. Lantas Chris merangkul Thalia, dan mengacak-ngacak rambut Thalia.


Mereka menaiki go-car ke toko hewan yang berada dekat dengan dufan.


Setelah tiba di toko hewan, mereka masuk lalu melihat-lihat hewan-hewan disana.


"Ih ini lucu banget." ujar Thalia seraya menunjuk salah satu anak anjing.

__ADS_1


"Iya, lucu kayak kamu." ujar Chris.


"Hah berarti selama ini aku anjing gitu?" tanya Thalia kesal.


"Eh, gak gitu." ujar Chris.


"Iya, iya. Canda doang woi hahaha," ujar Thalia.


Chris melihat Thalia dengan serius menatap salah satu anak anjing.


"Kamu suka ini?" tanya Chris.


"Enggak kok. Ini mahal, gak suka ah." ujar Thalia.


"Enggak kok. Sini aku beliin." ujar Chris.


"Eh jangan. Emang kamu punya uang?" tanya Thalia.


"Heh, kalau gaji ku dikit, bukan berarti aku miskin dong. Aku juga kerja paruh waktu." ujar Chris.


"Iya deh iya." ujar Thalia.


"Hmm... Tapi ini harga nya berapa ya?" tanya Chris.


"Coba nanya." ujar Thalia.


Chris pun berjalan menghampiri salah satu karyawan toko tersebut.


"Mas, anjing yang ini harganya berapa ya?" tanya Chris seraya menunjuk anak anjing tersebut.


"Ini harganya 1 juta 300 ribu." ujar karyawan tersebut.


"Oh, makasih ya." ujar Chris. Lantas berjalan menghampiri Thalia.


"Berapa harganya?" tanya Thalia.


"1 juta 300 ribu." jawab Chris.


"Mahal banget ya." bisik Thalia.


Chris mengangguk.


"Uang mu emang cukup?" tanya Chris.


"Cukup. Aku jarang jajan, terus juga aku kan orangnya hemat." ujar Thalia.


"Bayar setengah-setengah lah." ujar Chris.


"Gak mau!" seru Thalia. Lantas berjalan menuju ke kasir.


"Pak. Aku beli yang ini satu ya." ujar Thalia seraya menunjuk kandang anak anjing itu.


"Yang ini?" tanya kasir tersebut.


"Iya." jawab Thalia.


"Oke, harga nya 1 juta 300 ribu." ujar kasir tersebut.


"BCA bisa?" tanya Thalia.


"Bisa." jawab kasir tersebut.


Setelah bertransaksi, kasir tersebut memberikan beberapa surat. Lalu, Thalia dan Chris bisa membawa pulang anak anjing tersebut.


Anak anjing tersebut berjenis Golden Retriever yang berumur sekitar 1 atau 2 bulan. Anak anjing tersebut berjenis kelamin laki-laki.


Mereka berjalan menuju ke taman yang berada di dekat toko hewan tersebut.


"Nama nya siapa ya?" tanya Thalia.


"Hmm... Kamu mau nya apa?" tanya Chris.


"Chrilia?" tanya Thalia.


"Itu nama darimana?" tanya Chris.


"Chris Thalia." jawab Thalia.


Chris pun tertawa. Lalu ia berkata "Bagus tuh."

__ADS_1


Setelah mereka berjalan-jalan di taman, mereka memutuskan untuk pulang. Chris mengantarkan Thalia.


"Ayo sini, masuk aja." ujar Thalia.


"Gak usah. Udah mau malem, nanti aku malah dicariin Pak Anto." ujar Chris.


"Ini bukannya hari biasa?" tanya Thalia.


"Kan sekarang udah libur." jawab Chris.


Tiba-tiba ada suara teriakan Mama,


"LEE MINHOOOO!!!!!"


"Eh itu siapa?" tanya Chris.


"Aduh, dasar itu emak. Itu teriakan nya Mama ku. Maaf ya." ujar Thalia.


"Mama kamu kenapa?" tanya Chris.


"LEE MINHOO JANGAN MATII!!!!!" teriak Mama lagi.


"Biasa lah, Mama ku nonton drakor. Terus ya, begitulah." ujar Thalia.


"Oh yaampun hahaha," ujar Chris.


"Ayo masuk dulu bentar." ujar Thalia.


"Yaudah lah. Aku juga gak bakal bisa tolak." ujar Chris.


"Bantu aku urusin Chrilia dulu." ujar Thalia.


"Oke," ucap Chris.


Lalu mereka masuk ke dalam rumah Thalia. Mama tengah duduk di sofa ruang tamu sambil menonton drakor dengan Lee Minho sebagai pemeran utama nya.


"Ma, aku pulang." ujar Thalia seraya melepaskan sepatu nya.


"Eh, ada Chris juga?" tanya Mama seraya menekan tombol pause di remote TV nya.


"Iya, Tante." ujar Chris.


"Kok ada anak anjing?" tanya Mama.


"Kita beli, Ma." ujar Thalia.


"Aduh lucu banget. Kalian yang ngurusin ya." ujar Mama.


"Iya, Ma." ucap Thalia.


Mama pun melanjutkan menonton drakor nya. Sedangkan, Thalia dan Chris merangkai kandang Chrilia. Chrilia duduk di pangkuan Chris.


Setelah sekitar 5 menit merangkai, akhirnya kandang Chrilia telah jadi.


"Akhirnya, kandang nya jadi juga." ujar Thalia.


"Iya." ucap Chris seraya mengelus-elus Chrilia.


"Kamu udah mau pulang?" tanya Thalia.


Chris pun mengangguk, lantas berdiri.


"Bentar. Kamu gak mau makan disini dulu?" tanya Thalia.


"Gak usah. Kasihan Pak Anto sendirian." ujar Chris.


"Ih, kamu makan disini aja dulu. Nanti kamu bawa beberapa makanan buat Pak Anto." ujar Thalia.


"Hmm... Yaudah kalau begitu." ujar Chris.


"Ma! Ayo makan!" seru Thalia.


"Ayo." ucap Mama. Lantas mematikan TV, dan berjalan menuju meja makan.


"Menu hari ini adalah ikan bakar!!" seru Thalia.


"Enak gak ya?" tanya Chris.


"Enak lah. Masakan aku selalu enak lho ya." ujar Thalia.

__ADS_1


Chris pun terkekeh.


__ADS_2