Special Person For Bad Boy

Special Person For Bad Boy
Peluk dong


__ADS_3

"iya mati. Sebenernya gue juga belum tahu jelas dia mati kenapa cuma menurut gue Naya bisa lepas dari sana itu mungkin karena pria itu dah mau mati sih " duga Bryan.


"haish, kok jadi duga duga sih bang kan belum tau juga yang bener gimana" ucap Arvin.


"bisa jadi sih itu, yakali predator ngebiarin mangsa nya kabur" ucap Raisa membenarkan.


.


.


Hari hari berlalu, Andre seperti hilang ditelan bumi. Tak ada pergerakan dan tanda kemunculan Andre setelah kejadian itu.


Berbeda dengan Naya, kini ia sudah mulai mengkondisikan dirinya, ia sudah mulai lepas dari puasa bicaranya, itupun hanya dengan orang orang terdekatnya.


Naya juga telah menyetujui permintaan Ibunya waktu itu. Sudah seharusnya Naya melepas kenangan buruknya.


"Buu, Naya setuju dengan permintaan ibu waktu itu." ucap Naya sambil menatap ibunya serius.


"Alhamdulillah kalau begitu lebih cepat lebih baik" balas Saras.


"Maafin gue ya Sa, gue mau tinggalin elu gapapa kan? " tanya Naya.


Raisa menitikan air matanya, karena sebenarnya ia juga berat hati melepas sahabat tercintanya itu, namun apalah daya Raisa jika ia juga ikut ke kota xxx ia pasti akan disuruh menikah di usia muda.


"Gue gapapa kok, asal elo aman trus bahagia itu udah bikin gue seneng. Jangan lupa kabarin gue ya" Ucap Raisa.


" Sa jangan sedih, gue gabakal lupa kok" jawab Naya dengan senyum termanisnya.


"hmm gue tau itu, jangan berubah lagi ya, takut gue" ucap Raisa.


"ya ngga bakal lahh" balas Naya.


"Ya sudah 2 hari lagi kita pindah ke kota xxx" ucap Saras menengahi.

__ADS_1


"Urusan surat pindah gimana bu? itu kan lama" jawab Naya.


"Sebenarnya ibu sudah urus itu sehari sebelum kejadian itu jadi sudah di proses dan kita tinggal bersiap saja" Balas Saras.


"hmm baiklah Bu" jawab Naya


.


Keesokan harinya


"Nay jadi pindah ya? " tanya Bryan sambil mendudukan dirinya dikursi kosong depan Naya.


"iya , ohya makasih udah bantu gue selama ini,makasih udah jaga gue selama ini, dan makasih udah jadi sahabat gue yang paling setia " Ucap Naya pada Bryan.


"Ngomong apasih lu,orang kita masi bisa komunikasi juga" jawab Bryan.


"hmm apapun itu makasih, besok gue udah ga sekolah disini lagi dan besok gue juga bakal ninggalin Kota ini" ucap Naya.


"Kita bakal terus ada sama elo kok Nay" Timpal Raisa.


"Wah bisa jadi trending nih kalo elo pindah, secara elo idola disini pasti banyak banget yang enggak nyangka" Ucap Bryan.


"Turah banget sii punya mulutt, herman gue etdah" cibir Raisa.


"Biarin, kalo ada yang tanya kalian jawab aja gatau. urusan pribadi gue ini mah. Toh kalau dijelasin mereka gabakal paham apa yang gue rasain. Mau gue pindah mau gue netep mau gue gimana mereka mah palingan di akhir juga ghibah gak ada habisnya hehe " jawab Naya.


" Hmm emang dasar netijen barbar.


Ohya gue mau tanya elo mau jawab ngga? tentang kejadian waktu itu" Tanya Bryan.


Semenjak Naya sadar, tak ada yang satupun yang berani bertanya mengenai keadaan dirinya ketika dirumah Lelaki bernama Rifki itu.


Sebenarnya mereka penasaran, namun Naya saat itu masih dalam kondisi pemulihan jadi mereka menunda pertanyaan itu agar nantinya bisa ditanyakan pas waktunya tiba.

__ADS_1


"Eh iyaya gue belum cerita" jawab Naya.


Mereka diam, mereka merapatkan posisi mereka menghadap posisi bangku meja Naya.


"Jadi waktu itu gue mau pulang dari taman terus gue nolongin ibu ibu eh gue malah dibius sama ibu tadi. Pas itu sebenarnya gue engga pingsan beneran cuma gue akting aja terus gue dibawa kerumah Andre ******** itu abis tu gue dibawa kerumah pria ******* namanya Rifki gitu. Nah dia kan mau gituin gue, gue berontak dong trus pas itu baju gue disobek,rambut gue dijambak, tangan gue disayat pake kertas " ucap Naya terhenti karena ia menahan sesaknya dada saat mengenang itu semua.


"Setelah itu pas gue mau mukul kepala dia pake botol bir tuh ya dia jatuh gitu aja, gue gatau kenapa. Gue belum mukul dia tapi dia udah tergeletak gitu aja, terus gue cek tuh, dia enggak napas. Gue kaget dong, kaki gue buat jalan aja gue gabisa pas itu saking gemeternya. Terus gue ambil kunci gue lari keluar dan pandangan gue blurr banget pas gue di jalan,hmm udah gue lupa abis itu apa" jelas Naya setelah mengatur napasnya.


"iya jelaslah lupa, orang elo pingsan pas depan mobil gue" balas Bryan.


"iyasih" jawab Naya.


"jadi gitu ceritanya. Pantes tangan lu waktu itu berdarah. Ah ******* banget pria itu. Pasti sakit banget digituin. Psikopat ya dia? " kesal Raisa.


"Hmm maybe Sa" jawab Bryan.


"Yaa dari itu gue mau pindah secepatnya, kalo engga gue takut kejadiannya malah lebih parah dari ini" ucap Naya tertunduk.


"Oke gue paham perasaan elo. Elo harus kuat. Kita bakal tetep bersama " Ucap Raisa.


"huuu sa ae lu kantong micin" cibir Bryan.


"Bu Saras tau ini Nay? " tanya Raisa


"udah, pas pulang dari rumah sakit gue ada rasa gelisah gitu, trus yaudah gue cerita aja sama ibuk , abis tu kayak udah hilang aja beban itu, gue lupa mau cerita sama kalian. pasti kalian penasaran banget" ucap Naya.


"iyasih, gue liat elo diemm gitu aja ngeri tauk" jawab Bryan.


"Hm iya maafin deh" balas Naya.


"peyuk dong Nay " Pinta Raisa alay.


Naya memeluk Raisa. Bryan pun ikut bergabung berpeluk peluk Ria bersama Naya dan Raisa.

__ADS_1


.


__ADS_2