Special Person For Bad Boy

Special Person For Bad Boy
Ada apa?


__ADS_3

keesokan paginya Naya mengerjapkan mata perlahan lahan. Menyesuaikan cahaya yang masuk di matanya. Ia bangun dari tidurnya dan segera membersihkan diri.


Ya, kemarin malam ia menghubungi teman sebangkunya bernama Raisa Anindya untuk meminta bantuan agar memberikan tempat berteduh. Baiknya Raisa yang menerima kedatangan Naya dan Ibu serta adiknya tanpa mengharap sedikitpun balasan.


Raisa tinggal di kota yyy sendiri, ia berasal dari kota xxx ia pergi dari rumahnya karena orangtuanya menjodohkan Raisa dengan lelaki yang sudah mapan di usia Raisa yang masih menginjak bangku kelas 2 Sekolah menengah atas.


Ia sengaja hidup mandiri dikota tersebut. Ia pandai bela diri ,banyak tingkah, banyak bicara, banyak akal licik namun sangat manis.


Ia berteman dengan Naya karena saat itu ia pindah disekolah itu tanpa ada banyak harta yang ia bawa sehingga ia dikucilkan dan Naya lah yang bersedia berteman dengannya karena Naya pada saat itu gadis periang dan tidak pemilih apalagi soal teman.


Raisa hidup mandiri dengan bekerja sampingan setelah pulang sekolah. Ia dapat bertahan hidup dalam waktu yang sudah lama karena ia sangat pandai beradaptasi.


.


Pagi itupun Naya berangkat sekolah bersama Raisa. Ia memutuskan untuk berdiam diri di halaman belakang sekolah dari jam istirahat pertama sampai jam istirahat kedua.


Entah apa yang dipikirkan Naya, padahal ia gadis yang pandai dan disiplin tapi dia malah bolos jam pelajaran. Saat istirahat kedua Raisa mencari Naya yang kebetulan duduk sendiri dibawah pohon yang rindang itu.


"Nay, lu kalo ada masalah ngomong dong sama gue, gue biar bisa bantu lu apa kek lah lu diem mulu, ya biar gue berguna dikit kek" celetuk Raisa.


"gue gapapa cuma butuh waktu buat mikir aja" jawab Naya tak berdaya


" Mikir apaan si? sampek segitunya , otak lu kan encer mana mungkin lu mikir sampek reuweh gini" jawab Raisa


"Sa" panggil Naya

__ADS_1


"Apa? " jawab Raisa


"gue numpang di rumah elu agak lama gapapa kan? gue mau nyari duit dulu buat nyari kontrakan kecil kecilan, Ibu gue ngga enak sama elu " jawab Naya


"Astaga Dragon betinaaa. etdah gue kira lu ngapain diem mulu. lu mikirin ini toh? yaampunnn gue gapapa serius deh gue ikhlas lahir batin tauk, mau lu numpang selamanya juga gapapa, gue seneng malah tiap hari ada yang masakin juga hehe" Jawab Raisa


"Gue ga enak numpang ama lu, elu kerja masa iya gue nikmatin hasil kerja lu, gue ikutan lu kerja yaa biar ngga keliatan jadi parasit gini" pinta Naya


"ehhh jangann. ga boleh ya, lu kaga usah kerja lu baek baek aja dirumah gue kerja udah biasa nah elu ntar kaga biasa malah repot gue nya " Jawab Raisa


" Mana bisa, gue parasit dong namanya. Ngga mau tau ya pokoknya gue ikutan lu kerja, nah itu lu kemarin bilang di tempat kerjaan lu ada lowongan gue ikut yaa jadi tukang bersih bersih gapapa kok" Pinta Naya lagi


"Engga ya Nay, gue kerja Ikh.... " Jawab Raisa terputus


.


Naya pun menoleh dan terkejut melihat ekspresi pak Candra yang sangat terbakar api kemarahan. Naya berdiri dan bergegas menghampiri guru yang berusia kepala 3 itu yang terkenal sangat ramah dan hangat apalagi ia menyayangi Naya sebagai anak didiknya karena Naya yang begitu baik dan pandai.


" i.. iya pak, ada apa bapak nyari saya? " tanya Naya


"Oh bagus ya kamu" jawab Pak candra dengan senyum sinis


Raisa yang tahu akan hal itu menghampiri Naya dan bertanya pada Pak Candra


"memang ada apa pak? sepertinya ada hal yang menarik" jawab Raisa dengan penekanan penuh arti

__ADS_1


"Sangat menarik bahkan saya begitu tergugah melihat fakta ini " Jawab Pak Candra masih dengan senyum misteri.


"Saya tunggu kamu di ruang saya" tunjuk pak Candra pada Naya sambil berlalu meninggalkannya.


Naya pun bingung tidak tahu kenapa, jelas ia tahu bahwa selama ini Pak Candra adalah orang yang baik yang selalu memberi dukungan dan motivasi pada Naya namun kali ini Pak Candra begitu murka melihat Naya. Ia menoleh pada Raisa, Raisa pun menyetujui dan menenangkan Naya


"gue bakal bantu elu,tenang ya lu harus percaya sama gue biarpun gue suka nyalin pr elu tapi gue bisa di andelin urusan kecil ginian" jawab Raisa dengan santainya.


"Kenapa ya? gue ada salah ya? tapi apa? arghhh apalagi sih iniii" gumam Naya dengan pikiran yang gundah


.


ia pun pergi ke ruang pak candra, ingin tahu ada masalah apa yang sebenarnya. bahkan ia sebagai tersangka tidak mengetahui apa yang ia perbuat yang ia tahu ia masih dalam keadaan sedih karena ditinggalkan ayah tercintanya.


"Nayaaaa" seru seseorang dari ujung lorong


Naya pun membalikkan badan dan menatap orang itu secara intens , ia mengenal orang itu.


"oh, masih ingat gue? " jawab Naya tanpa dosa


"Kok gitu sih ngom.... " jawab lelaki itu terputus


"dah terlambat, gue ada urusan! " jawab Naya sambil membuang muka acuh


" Naya tungguuuuuuuuu!" seru lelaki itu.

__ADS_1


.


mohon dukungannya yaa readers. mohon maaf apabila ada typo.


__ADS_2