
Naya memasuki ruang Pak Candra diliputi kegugupan yang luar biasa, pasalnya ia tak pernah menyangka Pak candra yang kalem kalem itu akan berubah mengerikan ketika murka.
"Assalamualaikum Pak" salam Naya
Pak Candra pun berbalik arah
"Wa'alaikumssam, silahkan duduk" jawab Pak candra.
Raisa yang jiwa keponya meronta ronta segera menguping lewat pintu karena Raisa tidak memiliki sangkut paut masalah itu.
Bryan Fernandez, Ya lelaki yang mengejar Naya tadi heran karena melihat Raisa menguping pembicaraan Naya dan Pak Candra.
"Saa" panggil Bryan lirih
"oik. diem! kalo pengen tahu buruan ikutin gue kalo cuma mau bikin berisik minggir sono jauh jauh" Jelas Raisa panjang lebar.
Tanpa BaBiBuBe Bryan mengikuti aksi Raisa
.
didalam ruangan
.
"Naya! Apa yang kamu lakukan ini sudah diluar batas. kamu tahu! saya bahkan tidak pernah menyangka jika kamu memiliki kepribadian yang sulit ditebak. Saya bisa bantu kamu tapi kamu tidak perlu melakukan hal seperti ini" Jelas Pak candra.
Naya yang tidak menahu apapun jadi semakin bingung linglung .
"Pak ada apa sebenarnya, saya bahkan tidak tahu apa yang terjadi pada diri saya sendiri, mengapa bapak mengatakan hal yang sulit saya cerna" jawab Naya polos.
"Semakin kamu membela , saya semakin yakin kamu memiliki banyak muka" jawab Pak Candra membingungkan.
__ADS_1
"Pak. tolong jelaskan ada apa sebenarnya? saya bahkan tidak tahu arah pembicaraan bapak" pinta Naya hampir berkaca kaca karena daritadi ia terus disudutkan.
"Baiklah sepertinya kamu memang harus dijelaskan secara rinci agar kamu bisa belajar akting lebih baik lagi. " sindir pak candra
Naya semakin bingung Mengapa ia dikata memiliki banyak muka dan sejak kapan ia belajar akting.
"Pak tolong jelaskan pada intinya saja" pinta Naya dengan tangan mengepal basah keringat dingin.
"Bapak tahu kamu baru saja kehilangan Ayahmu dan kehilangan seluruh harta benda mu, namun... " Jawab Pak candra terpotong.
Naya diam tak bersuara ia bersungguh sungguh mendengarkan Pak candra.
"namun tolong kamu jangan melakukan perbuatan seperti ini. Kamu bisa saja pinjam uang kepada saya pasti akan saya tolong tapi mengapa kamu malah mencuri uang dari ruang tata usaha. Tindakan kamu ini sangat buruk, saya tidak pernah menyangka siswa polos sepertimu berani mengambil yang bukan hak milikmu. Setidaknya kamu bisa meminjam temanmu atau saudaramu tapi tolong jangan mencuri" Jelas Pak Candra panjang lebar.
Naya membulatkan matanya terkejut. Ia bahkan sekarang dituduh mencuri uang di sekolahnya.
"Apa? Mana Ada saya mencuri uang. Saya sama sekali tidak mencuri pak. percayalah pak saya mohon" jawab Naya menggebu gebu.
Naya tak tau apa yang sebenarnya telah terjadi jelas jelas uang itu uang tabungan yang ia miliki untuk tetap bertahan hidup bersama ibu dan adiknya tapi malah disangka hasil ia mencuri.
Sementara di luar ruangan Raisa melongo dan kaget setengah sadar atas apa yang ia dengar. Bryan yang saat itu ikut menguping juga terkejut atas apa yang menimpa 'teman' perempuannya itu. Ingin rasanya Raisa masuk ruangan dan menjadi saksi bahwa Naya tidak bersalah namun ruangan itu telah terkunci rapat mengantisipasi adanya gangguan saat memberi penjelasan.
.
"Kenapa Naya? kamu terkejut ada orang yang menangkap basah kamu menjalankan aksi seperti itu? " tanya Pak candra setengah menyindir.
Naya hanya diam ia sekarang tahu alur permainan itu, untung saja ia gadis polos polos pandai tentu saja ia merasa ada yang tidak beres dengan itu semua yang harus ia lakukan adalah menunjukkan bahwa ia tidak bersalah dan menggunakan dirinya sendiri sebagai pembuktian bahwa itu semua hanyalah kesalahpahaman.
Naya ingat sehari sebelum Ayahnya meninggal, ia membayar uang spp bulanannya dan ia disuruh menaruh uang itu ketempatnya karena guru yang mengurus uang itu sedang menerima telepon dari luar dan tidak ada guru lagi yang berjaga disana.
Ia sebenarnya tidak ingin namun ia juga harus menyelesaikan pembayaran itu dan segera kembali ke kelas untuk menyelesaikan ulangan hariannya. Akhirnya ia melakukan itu, Tak disangka bahwa ia terjerumus dalam hal itu.
__ADS_1
"Sekarang lihat bukti ini dan jika kamu sadar maka segera kembalikanlah yang bukan hakmu itu" jelas pak candra penuh penekanan.
Naya melihat rekaman cctv dirinya sendiri. Tentu saja ia tidak terkejut karena ia hanya menaruh uang pembayaran itu dan memasukkan uang saku yang kebetulan ia selipkan dalam amplop itu.
"Pak sungguh ini hanya kesalahpahaman. Saat itu saya hanya menaruh uang itu dan mengambil uang saku yang kebetulan saya selipkan didalamnya saja" jelas Naya membela diri.
"Sudah ketahuan masih saja belum mengaku" jawab pak candra.
"Pak percayalah, uang yang ada didalam tas saya itu tabungan saya untuk bertahan hidup dengan ibu dan adik saya. Saya tidak mencuri Pak" jelas Naya jujur.
"Oh, saya beri kamu waktu lima hari bila kamu tidak segera mengembalikan uang itu maka lihat saja konsekuensinya" Jelas Pak Candra.
"Pak. Mana bisa begitu, bapak tidak mau mendengar penjelasan saya dan langsung mengambil tindakan demikian saya tidak mencuri pakk sungguh bukan saya pelakunya" Elak Naya
"saya tidak mau tahu, segera tinggalkan ruangan ini bila keperluan telah selesai " jawab Pak candra dingin.
Naya yang saat itu merasa bahwa dirinya telah gagal menjelaskan segera bangkit keluar ruangan dengan mata berkaca kaca, teganya ada orang memfitnah dirinya padahal selama ini ia terkenal ramah ,baik ,peduli ,sopan, jujur, tidak banyak gaya namun memiliki musuh yang nampaknya mampu mengendalikan situasi yakni menyerang Naya saat Naya dalam keadaan down.
.
Naya keluar ruangan itu dan ia melihat Raisa dan Bryan sedang mengupingnya dari tadi.
'menatap Bryan dengan tatapan benci' "ngapain lo disini? " tanya Naya
"Gue mau.... " jawab Bryan terpotong
"pergi dan jangan pernah ganggu gue lagi" pinta Naya tegas.
"Nay tolong kasih gue kes... " ucap Bryan terpotong
.
__ADS_1
Hallo Readers. Mohon dukungannya yaa, mohon maaf apabila ada typo, Makasih