Special Person For Bad Boy

Special Person For Bad Boy
Ampun Ganteng.


__ADS_3

Setelah bersiap , Naya mulai membuka pintu rumahnya. Ia tampak santai dengan balutan hoodie dan celana jeans serta sneaker yang melekat pada kakinya. Ia menggerai rambutnya yang indah memberikan lekukan istimewa disetiap incinya.


Ia mulai melihat sekitar rumahnya. Ada banyak rumah yang bersebelahan dengannya. Banyak tetangga juga yang beraktivitas seperti halnya ada ibu ibu yang bergosip ria dengan tukang sayur daerahnya.


Ia mulai berjalan menyusuri jalan. Terlihat ia menyapa tetangga yang ia lewati. Mungkin ia tak dikenali karena ia baru disitu. Namun mereka tetap saja berbaik hati menerima sapaan Naya dengan sopan sambil terkagum dengan keindahan tak berperi yang sedang menyapanya bahkan banyak pasang mata yang tak berkedip melihat keindahan alami itu.


"Selamat Pagi Bu" Sapa Naya dengan senyumannya pada ibu ibu yang mengerumuni tukang sayur itu.


"Eh.. pagi nak" jawab salah satu ketua gosip itu tanpa berkedip.


Naya melenggang meninggalkan para tukang gosip dengan senyum yang diulasnya. Terlihat cara berjalan Naya yang nampak slowmotion bagi para Ibu Ibu tadi. Para ibu ibu itu masih menatap punggung Naya dengan lekat.


"Anak mana itu? cantik bangett. Ku fikir perumahan ini gak ada anak gadisnya. Ternyata oh ternyata sekali muncul cantiknya luar biyasahhh" ucap salah satu ibu ibu dengan gayanya.


"Orang baru pindah kayaknya. Udah cantik, manis, ramah juga" sahut ibu satunya sambil memilih beberapa sayuran.


"Jadiin mantu aku. Pasti cocok banget dengan anakku itu " balas Ibu sampingnya sambil menoel lengan ibu ibu yang baru komentar tadi.


"Sembarangan. Dia kayaknya gadis berkelas. Dia sendiri apa sama keluarganya ya?" tanya ibu lainnya.


"Ibuknya mana ya? Aku mau kenalan ah, temen baru ini " sahut ibu yang lain.

__ADS_1


.


Perlahan Naya mulai menjauh dari daerahnya. Ia nampak lihai beradaptasi dengan daerah barunya. Ia terus saja melangkahkan kakinya mengikuti mood hatinya. Ia nampak menikmati tiap keramaian yang membising riuh digendang telinga. Ia melihat kendaraan kendaraan yang berlalu lalang melintasi jalan umum kota itu.


Ia berhenti dibawah pohon rindang pinggir jalan raya itu. Ia memejamkan matanya sebentar. Memastikan dengan baik kondisi barunya ditelinga dan otaknya agar mudah dikenali anggota tubuhnya.


Perlahan matahari mulai naik mensejajarkan posisinya untuk memberikan sengatan panasnya pada setiap manusia yang mulai berpeluh karena teriknya.


Naya melihat dengan jelas keramaian dikota barunya. Ia nampak menikmati itu meskipun menjenuhkan setidaknya ia masih dapat melihat langit yang indah tiap harinya.


Meskipun ia tak dapat menemukan hijaunya padang rumput dengan hamparan bunga yang menggemparkan mata bagi setiap orang yang melihatnya.


Naya mulai menepi dari hiruk pikuk ramainya kota itu. Ia melihat jam di layar ponselnya. Ia mengingat pesan ibunya agar segera kembali kerumah.


Ia melangkahkan kaki dengan tempo pelan namun pasti.


Ia melihat kearah depan, menampilkan seorang pemuda yang berada ditengah jalan sambil mencari cari sesuatu yang hilang. Pemuda itu masih memakai seragam sekolah lengkap. Pemuda itu nampak kesal dengan dirinya karena tak kunjung menemukan benda yang ia cari.


Dari kejauhan Naya nampak menarik sudut bibirnya tipis.


'Mau mati ditengah jalan? Biar rame di viralin orang? ' batin Naya dalam hati.

__ADS_1


Ia seperti melihat adegan orang bodoh yang ingin mengakhiri hidupnya dengan mati ditengah jalan. Naya nampak menikmati tontonan itu dengan kekehan kecil yang menemaninya.


Selang beberapa detik ada motor yang melaju dengan brutal kearah pemuda itu. Pemuda itu tak menyadari sama sekali, ia masih bergeming menatap aspal itu. Naya yang melihat itu langsung panik.


'Itu cowok beneran bodoh apa budek. Bisa mati beneran nanti' batin Naya sambil menggerakkan salah satu kakinya untuk berlari menolong pemuda itu.


Dengan langkah tergesa Naya berlari menyelamatkan pemuda itu. Naya begitu cepat berlari menyelamatkan pemuda itu namun motor itu seakan lepas kendali.


'Itu yang bawa motor niat masuk penjara apa?!' gumam Naya dengan nafas memburu yang masih berlari menyelamatkan pemuda itu.


Langkah Naya semakin dekat dengan pemuda itu namun motor itu juga tak kalah lajunya dengan kecepatan Naya. Orang yang mengendarai motor itu juga nampak bingung dan panik. Orang itu memegang rem beberapa kali namun tak ada hasil yang mengikuti. Orang itu juga sudah mengklakson Pemuda didepannya agar cepat menghindar namun nampaknya pemuda itu memang tak menggubris nyawanya jika berakhir disana.


Tanpa babibu Naya mendorong tubuh pemuda itu. Membiarkan jarak mengikis kedekatannya dengan tubuh pemuda itu.


'Buuuugggghhhhhhhhhh'


Naya dan pemuda itu jatuh tersungkur ditepi jalan dengan posisi Naya menindih pemuda itu.


Naya nampak memejamkan mata menikmati suasana itu, hening yang tercipta karena jalanan itu sepi tanpa lalu lalang manusia yang berjalan ataupun kendaraan.


Dada Naya berdesir hebat, menyisakan riuhnya gemuruh detakan jantungnya. Jantungnya berdebar ketika didekat pemuda itu.

__ADS_1


Naya membuka matanya, ia melihat keindahan ciptaan tuhan yang terpahat sempurna didepan matanya. Naya menatap pemuda yang tengah berada dibawahnya itu dengan tatapan kagum.


'Ampunnn , ganteng' batin Naya.


__ADS_2