
Disisi lain, setelah selesai membersihkan rumah dan membersihkan dirinya, Naya memilih untuk mengistirahatkan dirinya sejenak.
Ia membuka teleponnya dan membuka grup obrolannya dengan Raisa dan Bryan. Bryan telah mengirim foto foto itu kemarin dan Naya baru sempat membukanya.
Naya senyum senyum sendiri menatap foto mereka. Foto itu merupakan foto perpisahan terbaik yang dimilikinya.
Entah apa yang Naya rasakan, ia ingin sekali memposting foto itu di salah satu akun sosial medianya yang pengikut nya sudah banyakk sekali. Maklum saja, ia merupakan jebolan idola sekolah terfavorit, baik guru maupun murid.
Naya memang idola sekolah, ia pintar dan kreatif. Selain itu, ia cantik, manis, mandiri, sopan, dan tentunya memikat para mata yang setiap kali memandangnya langsung berdebar karena tatapan bola matanya yang membulat sempurna itu.
Naya memposting foto nya bersama kedua sahabatnya itu. Tak menunggu waktu lama, foto itu langsung dibanjiri ribuan komentar dan banyak sekali yang bermurah hati menyukai postingan Naya karena Naya jarang sekali mengunggah foto di akun itu bahkan jumlah foto yang diunggah bisa dihitung jari tangannya.
Naya memposting foto itu dengan keterangan 'Special moment' ditambah lambang hati berwarna merah yang berdebar yang menandakan hidupnya persahabatan mereka untuk selamanya. Tidak lupa Naya menandai kedua temannya itu.
.
Disisi lain.
Raisa dan Bryan memasuki jam istirahat, mereka memilih kantin untuk mengisi waktu istirahat.
Bryan yang tengah menikmati makanannya tersedak saat mendengar adik kelas mengucap bahwa kakak kelasnya yang sudah pindah yaitu Naya memposting foto di sosial medianya.
Sontak Bryan dan Raisa adu mata, dalam sekejap mereka langsung membuka postingan terbaru Naya. Betapa terharunya mereka berdua karena foto mereka berdua berada dalam sejarah daftar orang terpenting Dirchella Naya Aurora.
Pasalnya Naya begitu cuek dengan sosial media, ia mengikuti Bryan dan Raisa itupun Raisa yang melakukannya. Naya hanya mengikuti beberapa orang terdekatnya dan bahkan itu bisa dihitung dengan jari di kedua tangannya.
Bryan melihat komentar komentar yang memenuhi akun Naya. Banyak yang bertanya mengapa Naya pindah sekolah secara mendadak dan banyak juga yang senang karena akhirnya para siswi disana bersyukur bisa caper dilirik para fakboii yang mengejar ngejar Naya.
"Njirrr inimah julid banget " ucap Bryan.
"Hmm kayak baru kenal murid sini aja" balas Raisa sambil meneguk minuman terakhirnya.
"Naya soswit banget sih kasih lope lope gini, biasanya aja dia ga pernah gini uuuuuuu" ucap Bryan alay.
"Bry, diem plis. Suara elo pelanin dikit" tegur Raisa yang mulai risih dengan ucapan Bryan.
"Gue itu terharu Raisa. Selama gue berteman sama dia baru pertama kali gue dipublikasiin. Bahagia banget gue. Nanti pasti followers gue nambah nih" ucap Bryan menatap Raisa.
"Hmm serah deh" balas Raisa cuek.
"Naya kalo jadi murid baru di bully ngga ya?" tanya Bryan setelah selesai membaca komentar komentar di akun Naya.
__ADS_1
"Kalo iya sekalipun pasti dia bisa jaga dirinya kali" jawab Raisa.
"Sa, lu tau enggak? " tanya Bryan sambil menatap lekat Raisa.
"Enggak" jawab Raisa cuek.
"iihhh kebiasaan. Dengerin gue baik baik niya" Ucap Bryan membuat penasaran.
"Apaan? " tanya Raisa yang mulai tertarik dengan cerita Bryan.
"Kalo dia dibully terus dia gabisa apa apa terus ada cowok yang nyelamatin terus cowok itu suka Naya terus Naya juga suka terus mereka jadian uuuhhh soswit bangett kan Sa, pasti dia bakal jadi cinta pertamanya Naya deh, beruntung bangett cowok itu" ucap Bryan sambil membayangkan betapa bahagianya dirinya jika ia menjadi Naya.
"Udah? tinggi banget sih halu nya. Yang jalanin hidup dia, ngapain elo repot repot siapin skenario cerita cintanya dia"
balas Raisa sambil menghela nafas jengah.
"Naya tu ceritanya perlu dipermanis biar dramatis. Gue yakin kalo dia nanti disekolah barunya bakal dilirik sama cowok most wanted disana" Ucap Bryan dengan tatapan berbinar.
"Belajar dari mana sih? Elo bisa halu sampe tahap ini tuh wahhhh" balas Raisa sambil bertepuk tangan kecil.
"Terserah apa lu kata. Gue kangen ama dia" ucap Bryan dengan wajah sendu.
“oke gue vc bener ini" ucap Bryan sambil menjauh dari kerumunan menuju halaman belakang sekolah.
Naya yang tengah asik membaca komentar netijennya harus berpaling mengangkat panggilan video dari sahabatnya itu.
📞___
Bryan : Assalamualaikum Dirchella
Naya : Wa'alaikumsalam tuan muda nandez
Bryan : Euy, makin gaya aja sekarang. Apa kabar Naya? udah sampai engga ngabarin, lupa apa ya? belum ada seminggu juga.
Naya : Engga lupa, baru aja megang hp ini. Raisa mana?
Bryan : Eh iyaya? Kemana Raisa? Tadi ngikut gue tapi sekarang gatau kemana.
Naya : Noh hayoo jagain sahabat gue kalo perlu pepet teros ya Bry.
Bryan : Ngaco banget kalo ngomong.
__ADS_1
Naya : Kesempatan bagus kalo gue disini, elo bisa pdkt sama Raisa. Kalo gue di sana ntar yang ada gue jadi obat nyamuk lagi.
Bryan : Kapan masuk sekolah elo?
Naya : Lusa sih harusnya udah bisa masuk.
Bryan : Naya. Demi apapun elo kena apaan disana? elo engga kena tembak pas masuk daerah situ kan?
Naya : Gue? Kenapa? Ada yang salah?
Naya : elo posting foto kita Naya, yaampun gue tu terharu tadi makanya gue vc elo pastiin elo baek baek sampe sono.
Naya : Alay bgt. jijik gue elo alay banget sih.
Bryan : kok tetep ngeselin ya.
Naya : Yaudasi, banyak bicara deh. Ntar gue hubungin lagi. Salam buat sahabat gue Raisa Anindya 'dicari Naya Aurora sahabat sekaligus sodara tercinta'
Sampein nya harus gini ya. Harus!!
Bryan : Udah minta , maksa lagi.
Naya : yaa bomat, jangan lupa pdkt sama Raisa. Bayyyy minimal!!! (mengakhiri panggilan)
"Naay... yah belum selesai ngomong padahal. Tau ah emang dari dulu ngeselin banget." gerutu Bryan sambil bangkit dari posisi duduknya menuju kelas.
.
"Raisaaaaa!! dapat salam dari Naya " teriak Bryan ketika ia berada didepan bangku Raisa.
"Ya Astaga gausah teriak teriak. Jadiin buronan mau lo? "balas Raisa.
"Buronan siapa? " tanya Bryan polos.
"Buronan guru bk lah." balas Raisa kesal.
"Oh" ucap Bryan sambil melenggang pergi meninggalkan bangku depan Raisa.
"Njirr ga ada akhlak" cibir Raisa.
.
__ADS_1