
Matahari menjelma masuk kedalam kamar membuat Naya terusik hingga membuka matanya. Ia mengerjap matanya perlahan sesekali melirik jam yang terpampang di dindingnya dan ia mulai mengumpulkan nyawanya.
Ia tahu hari ini hari pertamanya bersekolah di kehidupan barunya Ia berusaha sebaik mungkin menampilkan kesan baik dihari pertamanya. Ia lantas membersihkan dirinya dan bersiap.
"Pagii Ibu, pagii adek" Sapa Naya sambil mendudukan diri di meja makan.
Arvin hanya mengangguk sebagai balasannya.
"Pagi, udah siap banget kayaknya. Buruan sarapan 15 menit lagi supir Bu Rina kesini" Balas Saras.
.
.
"Naya berangkat dulu yaa Bu, Assalamualaikum " pamit Naya ketika ia masih berada didalam mobil majikan ibunya.
"Wa'alaikumssam, iya semangat ya. ingat pesan ibu " balas Saras sambil mengelus puncak rambut Naya.
Naya mengangguk mantap. Naya keluar dari mobil itu.
"Heii, semangat sekolah euy" ucap Naya kesal karena Arvin mulai menyetel mode cuek nya.
Arvin hanya mengangguk tanpa berniat membalas ucapan Naya sedikitpun.
Naya yang melihat itu hanya mencebikkan bibirnya karena kesal dengan adeknya.
"Sudah, ibu sama Arvin duluan yaa. sampai jumpaa" ujar Saras seraya melambaikan tangannya.
Naya membalas lambaian itu hingga mobil itu tak terlihat.
Naya menghembuskan nafasnya gusar. Pasalnya ia harus mulai beradaptasi dengan teman, lingkungan, guru, kondisi, dan tentunya dengan sekolahnya yang baru ini.
Ia mengulanginya berulang kali hingga ia memantapkan kakinya melangkah menuju gerbang yang masih sepi karena masih pagi sekali.
Ia mendongak keatas menatap tulisan yang berada diatasnya.
Ia membaca tulisan itu dalam hatinya. Sejenak ia menghela nafas berat. Ia tau, sekolah yang akan ia jadikan tempat belajar itu ternyata memang sekolah terbaik.
__ADS_1
"Jadi nama sekolahnya Aglaze. Cocok sih sama bentukannya. Pasti bagus juga nih isinya ." gumam Naya sambil manggut manggut yang mulai memahami isi sekolah itu.
Naya melangkahkan kakinya, ia berdiri mantap sebelum melewatkan kakinya satu langkah ke gerbang itu. Naya bermonolog dengan dirinya sendiri. Ia diberi pesan oleh Raisa setelah berdebat kecil dengan Arvin kemarin siang.
"Ah jadi murid baru lagi nih. Naya elo masuk sekolah ini buat belajar. Elo harus fokus sekolah. Elo harus lebih rajin. Elo gak boleh ikut campur urusan orang lain. Elo harus jujur, Elo harus sopan, Elo kalem elo diem" ucap Naya lalu melangkahkan kakinya melewati gerbang itu dengan berbagai harapan dibenaknya yang lain yang tidak ia ucapkan. Tentunya ia berharap bisa mendapat popularitas karena prestasi yang ia peroleh.
Naya bukan tipe pansos ya.
"ah akhirnya lolos juga lewat gerbang, fiuh kok kayak lewat gerbang beda dunia aja ya gue haha, konyol banget sih ritualnya Raisa ini Kan gue jadi gak jelas gini" monolog Naya pada dirinya sendiri yang diakhiri dengan kekehan darinya.
Naya melangkah maju ,ia menyusuri koridor sekolah yang ternyata sudah rame oleh siswa yang lalu lalang. Naya bingung harus pergi kemana, pasalnya sekolah itu begitu luas dan koridornya begitu panjang. Ia bahkan sedari tadi tak menemukan peta papan sekolah, yang ia lihat kemegahan gedung yang ia pijak saat ini.
Naya nampak bingung dengan dirinya saat ini. Ia jelas tak tahu dimana ia berada sekarang, ia bahkan tak menemukan tulisan yang terpampang didepan kelas layaknya kelas pada umumnya.
Kan, Naya jadi bingung.
Naya berusaha untuk bertanya pada orang yang lewat didepannya. Tentu saja ia sedang memilih milih orang yang akan ia tanyai. Ia melihat dari sudut pandangnya , ia akan bertanya pada orang yang setipe dengannya atau paling tidak seperti Raisa.
Kan, Protektifnya kumat lagi.
Naya tak menemukan orang yang cocok untuk dia tanyai. Ia merasa lelah karena terus berjalan padahal waktu juga ikut beriringan. Ia lantas mempercepat langkahnya hingga membuatnya lengah.
Naya terjatuh setelah menubruk lelaki dari arah yang berlawanan.
Lelaki itu tak habis pikir mengapa dia begitu sial di pagi itu hingga harus ditabrak seorang gadis. Berani sekali ada orang yang menganggunya. Ia ingin membuka suara memarahi gadis itu namun keinginan tubuhnya malah mendorong untuk menolong gadis itu.
Lantas lelaki itu mengulurkan tangannya untuk menolong gadis itu berdiri.
Para murid yang ada disana terkejut, ada yang bengong ada yang cengo. Pasalnya Pemuda itu tidak marah saat ditabrak bahkan berusaha membantu orang yang menabraknya berdiri.
Tumbenan banget jatuh aja jantung gue deg deg an gini batin Naya yang jiwanya tak sadar jika ia menabrak pemuda yang ia selamatkan kemarin.
Naya meraih tangan pemuda yang tak asing di genggamannya.
Kenapa gue malah nolongin ni cewek? batin pemuda itu sambil menarik Naya agar segera bangkit dari duduknya.
Keduanya tak bisa saling menatap karena Naya yang sedang memperbaiki penampilannya dan Pemuda itu yang sedang memalingkan wajahnya menatap sekitar untuk menetralkan kestabilan jantungnya.
__ADS_1
Pemuda itu lantas melenggang pergi meninggalkan Naya yang padahal sedang berterimakasih dan meminta maaf.
Naya dibuat celingukan karena mencari Pemuda tadi. Ia langsung berdecak sebal karena ia mengalami kejadian ini untuk kedua kalinya setelah insiden kemarin. Bedanya kali ini ia merasakannya sebagai pemuda kemarin.
"padahal gue mau ngomong maaf, udah nyelonong gitu aja. Apa dia tau ya kalo gue anak baru?! Kan! emang yaaa yang baru tu suka di giniin . Raisa, akhirnya gue ngerasain betapa kejamnya SMA Tribuwana waktu itu" gerutu Naya kesal pada dirinya sendiri dengan lirikan sinis.
"ihhh tau ah sebel gue. Ini juga kenapa jadi liatin gue gitu. Tadi aja gamau ngelirik sekarang pada pelototin malah" cibir Naya pelan sambil melihat sekitar.
Ia lantas melenggang mencari cari orang yang tepat jelasnya orang ingin ia tanyai.
"Masa ada yang salah sama gue sih, perasaan baju gue juga masih baik baik aja. Kenapa abis jatuh tadi gue jadi diliatin aneh gini sih" gumam Naya pelan sambil tersenyum canggung kepada orang yang menatapnya sinis.
Bagaimana tidak?! Pemuda yang ditabrak Naya tadi adalah most wanted Aglaze High School. Manusia dengan aura keindahan yang mempesona. Rahangnya yang tegas, alisnya yang tebal, hidungnya yang mancung, bibirnya yang sexy, rambutnya yang hitam agak sedikit berantakan seakan menambah aksen keindahan ciptaan tuhan yang terpahat sempurna serta tatapan matanya yang mampu mendebar debarkan jantung orang yang ditatapnya secara teratur.
Pemuda itu memiliki wajah rupawan dengan tinggi yang menawan serta pesona ketampanan yang membumiratakan kemanusiaan.
Pemuda itu bersikap dingin dan cuek pada siapapun namun tidak pada orang terkasihnya yang tidak banyak diketahui oleh banyak orang. Ia selalu menikmati hidupnya dengan gayanya sendiri. Ia tidak menyukai keramaian namun ia sendiri selalu membuat orang orang disekitarnya bersorak histeris. Ia menyukai ketenangan.
Pemuda itu selalu menggunakan style sekolah yang tidak biasanya untuk anak disiplin. Mengeluarkan bajunya, melipat lengan seragamnya yang padahal sudah pendek yang menampilkan otot otot lengannya yang menggoda , membuka kancing kedua setelah kancing kerahnya , dasi yang di ikat asal, rambutnya yang terlihat acak acakan, dan selalu memasukkan tangannya kedalam saku celananya malah membuat dirinya terlihat semakin keren.
Ia hanya menganggap peraturan sebagai kesepakatan diatas kertas bukan diatas otak.
Ia hanya berangkat sekolah untuk mengisi absen dan menggunakan jam pelajaran untuk tidur atau sekedar menenangkan dirinya di tempat favoritnya. Tak jarang ia juga suka mengajak ribut pada anak yang menyenggolnya sedikit saja.
Tak disangka dengan gaya nya yang tidak ada kesan bersahabat itu ia justru diminati banyak siswi bahkan banyak siswi yang ikut turut serta menjadi fanbase sejati pemuda most wanted itu.
Siapa saja yang berani mengusik ketenangan pemuda itu atau bahkan membuat pemuda itu marah maka akan mendapat konsekuensi paket khusus dari pemuda itu belum lagi hadiah dari fanbase pemuda most wanted itu.
Paket komplit dari pemuda itu. Diberkati ketampanan dan keindahan postur tubuh, dilengkapi jiwa dingin tanpa banyak tingkah, cool, keren, menjaga setiap kata yang keluar dari mulutnya, kecakapan bertindak sesuai pikiran, tidak terlalu menyukai wanita kecuali pada adiknya , dan tentunya tajirr melintirrr.
Paket spesial yang banyak diburu kaum hawa.
.
.
"Permisi, Saya mau tanya Kak" panggil Naya dengan halus dan sopan.
__ADS_1