Special Person For Bad Boy

Special Person For Bad Boy
terkagum


__ADS_3

'Ini cowok kenapa ganteng banget sih' Batin Naya yang meronta ronta menatap lekat Pemuda itu.


'Kenapa deket bangetgini'


'Tapi dia gantengnya masyaallah, jiwa ku tak tahan melihatnya'


'duuuhhhhh jantung gue liat orang ganteng pengen copot aja sih'


'gantengnya bikin sesek napas ajah'


'bibit unggul dimuka bumi yang gue temuin beneran bikin jantung gue serr serrr dah'


'gantengnya tolong dimanusiakan plis, huwaaaaaaa'


'tolongin Nayaa ibukkk'


Pemuda itu juga menatap Naya, namun ia merasa bingung dengan apa yang dialaminya saat itu. Berdiri ditengah jalan, hampir ditabrak motor, diselamatkan gadis, lalu jatuh dipinggir jalan dengan gadis itu.


Semua itu terasa tidak nyata, namun baru saja ia mengerjapkan matanya sekali dan ia sadar bahwa yang memandangnya saat ini memang seorang perempuan. Perempuan.


Ia tak lantas menyingkirkan gadis itu, ia malah terbawa suasana ikut menikmati kenyamanan itu. Pemuda itu nyaman dengan keberadaan Naya saat itu. Ia juga tidak risih saat Naya berada diatasnya bahkan membiarkan Naya memandangi wajah tampannya yang sebenarnya bukan fasilitas umum itu.


Sepersekian detik Naya tersadar, ia lantas bangkit dari atas pemuda itu. Ia berusaha membenahi rambutnya yang berantakan karena ia berlari tergesa gesa tadi.

__ADS_1


Pemuda itu nampak bingung setelah apa yang terjadi. Pemuda itu bangkit dari posisinya lalu memperhatikan Naya yang tengah memperbaiki dirinya setelah jatuh.


Naya menatap pemuda itu dengan tatapan pura pura. Ia menatap pemuda itu dengan tatapan jengkel sekaligus malas karena pemuda itu lebih menang banyak darinya.


"Kalo mau mati nyari tempat yang rame, biar banyak yang nolongin" ucap Naya sambil melipatkan kedua tangannya didepan dada.


Pemuda itu menatap Naya dengan lekat. Dada Naya bergemuruh seakan menyambut tamu kehormatan. Naya tak mampu mengontrol dirinya ketika ditatap pemuda itu.


'jangan liat gue plis, gue bisa salting nanti'


'Orang ganteng natapnya beda ya, kok bisa bikin jantung gue jedug jedug gini sih' batin Naya sambil memandang arah lain karena gugup dipandang pemuda itu.


Naya sesekali menengok, memastikan bahwa pemuda itu sudah tidak menatapnya. Namun Naya salah, pemuda itu malah semakin memberikan pandangan yang sulit diartikan bagi Naya.


Naya semakin salah tingkah. Ia menahan rona merah diwajahnya karena malu bila ditatap demikian. Naya semakin geram karena terus ditatap dengan tatapan yang menusuk menggetarkan jantungnya. Ia lantas melenggang pergi meninggalkan pemuda itu tanpa mengetahui identitas masing masing.


Pemuda tadi baru sadar akan kebingungannya. Ia lantas mencari benda yang membuatnya lengah hingga hampir tertabrak motor.


Alangkah terkejudnya pemuda itu ketika benda yang ia cari ternyata sedang ia pegang di tangan kirinya. Ia nampak mengusap wajahnya frustasi.


"Gue cari dijalan ternyata gue yang pegang, **** banget sih gue" gerutu pemuda itu sambil menatap benda yang ia pegang.


"Ini benda ga boleh ilang. Benda cantik kamu masuk kotak yaa" ucap pemuda itu berbicara sendiri ditengah heningnya jalan itu. Ia nampak seperti orang gila.

__ADS_1


Setelah memasukkan benda tadi kedalam kotaknya , pemuda itu lantas sadar bahwa tadi ia bertemu gadis manis yang menyelamatkannya.


"Tadi ada cewek disini , mana ya? " tanya pemuda itu sambil celingukan menengok ke arah kanan dan kirinya mencari keberadaan gadis yang telah menolongnya.


"Eh gue tadi belum ngucap makasih" ucap pemuda itu masih bermonolog dengan dirinya.


"Ah tau ah, gue ucapin makasihnya disini aja. Haii cewek tadi. Makasih udah nolongin gue" ucap pemuda itu setengah berteriak kikuk.


Hening. Sepi.


"Kok gak dijawab sama sama gitu sih" gerutu pemuda itu sambil menengok ke kiri ke kanan sembari memperhatikan apakah ada cewek tadi atau tidak.


"Harusnya dia itu balik lagi kesini terus ngomong sama sama gitu " gerutu Pemuda itu terus menerus.


Pemuda itu nampak berfikir, ia memutar kilas balik kejadian tadi. Ia nampak senyum senyum sendiri ketika mengingat gadis tadi.


"Menarik" ucap pemuda itu setelah mengingat cukup lama.


"Eh tadi dia bilang 'kalo mau mati ditempat yang rame, biar banyak yang nolongin' maksudnya apaan coba? Dia kira gue coba bunuh diri? " tanya pemuda itu pada dirinya sendiri yang tengah dimabuk pesona Naya.


"kejar ngga ya? belum ngucapin makasih lagi. Tapi kalo gue kejar ntar dia pd an lagi. dia aja tadi betah banget liatin gue." ucap pemuda itu sambil tersenyum.


"Kenapa gue peduliin orang, terus ini kenapa gue konyol banget coba" gumam pemuda tadi yang masih tak bisa melupakan pesona Naya.

__ADS_1


" ahh bodoamat laaa" ucap Pemuda itu mengacak acak rambutnya untuk mengakhiri pemikirannya yang masih berseteru antara mencari Naya atau kembali kerumahnya.


.


__ADS_2