Special Person For Bad Boy

Special Person For Bad Boy
CMM bang


__ADS_3

Untung saja mobil itu berhenti mendadak saat melihat ada seorang gadis yang menyeberang namun tak disangka, Naya malah jatuh pingsan didepan mobil itu.


"Aduhhh gimana sih Pak. itu jangan jangan orangnya ketabrak trus mati lagi, aduhhh gawat dong" Ucap lelaki itu pada sopirnya.


Lelaki itu keluar dari mobilnya dan menghampiri gadis tadi, tak disangka gadis yang pingsan didepan mobilnya adalah Naya. Gadis yang ia cari!


"Astagaa! Naya!!! " pekik lelaki itu, ia segera menghambur ke Naya


"Bry! " panggil Raisa yang dipunggungi Bryan, tentu saja Raisa belum tahu bahwa itu Naya.


"O....omegaddddd! itu Naya" ucap Raisa sembari menutup mulutnya karena terkejud akan kondisi Naya.


"buruan bantu bawa ke mobil" ucap Bryan


"ehhh i...i... iya" Ucap Raisa


Raisa dan Bryan membawa Naya menuju rumah sakit setelah memberi tahu Ibu Naya.


Setelah sampai di rumah sakit Bryan langsung membawa Naya ke UGD agar segera ditangani dan ia mengurus administrasinya.


Setelah beberapa saat Saras datang dengan tergesa gesa dengan Arvin, adik Naya.


Ia sepertinya sangat khawatir dengan keadaan putrinya.


"Raisa! Ada apa dengan Naya?!!" Tanya Saras dengan linang air mata.


"Tante tenang dulu, tadi kita nemuin Naya udah jatuh pingsan di jalan, untung aja tadi engga ketabrak. Dia sepertinya terluka, bajunya penuh darah" ucap Raisa jujur.


"Yaampun apa yang sebenarnya terjadi? " tanya Saras tak kuasa menahan tangisnya.


"Tadi abis dari taman, Raisa lihat Naya diculik sama orang, terus dibawa ke rumahnya om Andre abis tu di bawa lagi ke rumah orang yang bawa Naya tadi " jelas Raisa berbelit.


"Andre? ********! Berani dia menyentuh putriku! " ucap Saras menggebu gebu.


"Tante tenang, nanti kita dengarkan penjelasan dari Naya" ucap Raisa menenangkan Saras.


Bryan yang sejak tadi terdiam mulai panik ketika suster membawa ranjang Naya menuju ruang rawat inap. Sudah bisa ditebak jika Naya harus menyewa rumah gedung untuk tidurnya malam ini. Bryan membantu mendorong ranjang Naya menuju ruangannya.

__ADS_1


Setelah berada di ruang rawat inap, Raisa mendudukan dirinya dengan kasar di sofa.


Saras yang melihat Bryan dan Raisa merasa kasihan karena telah menolong Naya hingga sekarang belum istirahat padahal waktu sudah semakin larut.


"Nak Bryan dan Raisa, terimakasih telah membantu Naya. Jika tidak ada kalian mungkin saja Naya sudah tak tahu lagi" Ucap Saras.


"Tante jangan khawatir, kita akan selalu menjaga Naya" ucap Bryan.


"Baiklah, kalian boleh kembali, pasti kalian lelah bukan. Silakan istirahat di rumah, disini aromanya juga tidak sedap penuh dengan obat obat" Ucap Saras memberi pengertian.


"Tidak tidak. Kami akan menunggu sampai Naya bangun" Ucap Bryan.


"Benar tante, seharusnya yang tidur tante. nanti kita bisa gantian jaganya" sahut Raisa melengkapi.


"Bukankan besok kalian sekolah? Harusnya kalian yang istirahat , Naya bisa sama saya dan Arvin" Ucap Saras.


"Mana bisa cuma berdua, nanti ada apa apa gimana coba, gapapa tan, lagian besok juga minggu" Ucap Bryan.


"Nah Bryan bener, kita disini jaga Naya juga. Nanti kita bisa gantian jaganya" sahut Raisa.


"baiklah anak anak, kalian memang yang terbaiq, kalian istirahat saja dulu nanti bisa gantian" ucap Saras lembut.


"Tidur di lantai kalian tidak apa apa? tidak ada kasur lagi disini" tanya Saras.


"Tante tenang aja, udah biasa juga di lantai, gapapa kok tan" ucap Bryan.


"Raisa dimana dong? masa iya harus sama Bryan? " Tanya Raisa.


"Raisa di sofa aja gimana? cuma muat satu sofanya, nah nak Bryan nusul Arvin dibawah , apakah tidak apa apa? " tanya Saras.


"Baiklah, tidak apa apa tante" ucap Bryan dan Raisa


Akhirnya para anak anak remaja itu terlelap di tidurnya dan mulai mengembara dialam bawah sadarnya. Sementara Saras, ia sebenarnya juga menahan kantuknya, ia mencoba agar tetap terjaga sepanjang malam namun sepertinya tidak bisa. Akhirnya Saras juga ikut tertidur disamping ranjang Naya sambil memegang tangan Naya yang tidak ada jarum infusnya.


.


.

__ADS_1


Keesokan paginya.


Saras sudah membersihkan dirinya, ia mencoba membangunkan Raisa dan Bryan serta Arvin, mereka bertiga bangun dari tidurnya.


"Buk, Kakak kapan sadarnya? kok dari kemaren belum juga melek matanya" Tanya Arvin sambil mengerjapkan matanya sembari mengumpulkan nyawanya .


"bentar lagi pasti juga udah bangun" jawab Saras sembari merapikan selimut Naya.


"ah iya tante, apakah kita bisa pulang duluan, nanti kita kesini lagi" tanya Raisa.


"itu malah bagus, Raisa sama Arvin pulang dulu ya, nanti sekalian bawain baju ganti lagi buat ibuk, sama bawa bubur juga buat Kakakmu" ucap Saras.


"hmm oke buk" balas Arvin singkat.


"Nak Bryan juga pulang dulu ya, istirahat yang baik dulu " ucap Saras


"Baiklah tan, kalau begitu saya pamit duluan ya tan, soalnya semalem sopir saya ternyata juga tidak ikut pulang" Jawab Bryan.


"oh kalau begitu segera temui pak Sopirnya, kasihan pasti sudah menunggu begitu lama dari kemarin malam" ucap Saras .


"Yaudah buk kita juga pulang" ucap Arvin.


"tunggu, gue cuci muka dulu hehe" sela Raisa.


"Buruan, gue juga mau cmm" balas Bryan.


"cmm apaan bang? " tanya Arvin.


"cuci muka morning" balas Bryan.


"oh. " jawab Arvin acuh.


.


setelah ketiganya membersihkan diri, mereka bertiga menyalami tangan Saras lalu bergegas pulang kerumah.


.

__ADS_1


.


Hallo readers, mohon dukungannya yaa 👉👈


__ADS_2