
Setelah menunggu beberapa menit Jae Hwan pun datang dengan membawa makanan yang ia beli di resto Ji Na.
" Bos, maaf menunggu lama ini makanan yang kau pesan " ucap Jae sembari memberikan bingkisan
" Loh Rey, kau ada disini " ucap Jae sambil berjabat tangan dengan Rey
" Iya, biasa teman kita ini butuh diperiksa " ucap Rey sembari membalas jabatan tangan dari Jae
" Apa bos sudah bisa merasakan rasa dari makanan, bos? " tanya Jae yang mulai penasaran
" Katanya tadi malam dia bisa merasakan rasa dari bubur yang diberikan di resto langgananmu " ucap Rey yang membantu menjawab rasa penasaran Jae
" Benarkah bos? Wah ini sungguh keajaiban kalo gitu bos sudah bisa menikmati semua masakan lagi " ucap Jae yang menunjukkan ekspresi senang
" Tapi sayangnya penyakitnya dia kambuh lagi, barusan dia mencoba makanan ringan ini tapi dia masih mati rasa " jelas Rey sambil mengangkat bahunya
" Apa mungkin bos tadi malam sedang mengigau jadi dia mengira dia bisa merasakan rasa dari bubur ayamnya " ucap Rey dengan ekspresi tak berdosa
" Memangnya aku sepertimu yang suka mengigau " ucap Kyung Soo yang mengetahui kebiasaan temannya itu
" Hehe..maaf bos " ucap Jae sambil memainkan dua jari sebagai tanda damai
__ADS_1
" Sudahlah lebih baik kau coba dulu makanan ini " ucap Rey yang masih ingin melakukan pemeriksaan
Kyung Soo pun membuka bungkusan makanan yang sudah ia pesan lewat Jae. Jae dan Rey yang sudah sangat penasaran menatap dalam Kyung Soo untuk segera mencicipi makanan yang dibeli di restonya Ji Na.
" Jika kalian menatapku seperti itu kapan aku bisa merasakan makanan ini " ucap Kyung Soo yang merasa sedikit risih dengan pandangan teman-temannya
" Kalo gitu cepatlah kau cicipi " ucap Rey yang sudah sangat penasaran
Kyung Soo pun mulai mencoba mencicipi makanan yang ia pesan dengan perlahan. Kyung Soo pun mulai mengunyah makanan dengan perlahan. Ekspresi wajah Kyung Soo pun mulai berubah ketika ia mencicipi satu sendok makanan.
" Bagaimana? Apa kau merasakannya? " tanya Rey yang semakin penasaran
" Ini aneh " ucap Kyung Soo yang masih tampak tak percaya
Kyung Soo mencoba mencicipi makanan dengan perlahan untuk mencoba memastikan yang dia rasa. Dan lagi ekspresi Kyung Soo menjadi semakin tak percaya.
" Aku bisa merasakan rasa dari makanan ini " ucap Kyung Soo sambil menatap ke arah Rey dan Jey
" Benarkah!! " ucap Rey dan Jae yang sedikit tak percaya
" Coba sekarang kau deskripsikan rasa dari makanan ini " ucap Rey yang mulai antusias
__ADS_1
" Rasa dari makanan ini pas, takaran garam, lada dan gulanya pas sehingga rasa dari makanan ini gurih dan tidak terlalu asin " ucap Kyung Soo dengan serius
" Bos, sekarang coba kau cicipi ayam goreng pedas ini " ucap Jae sambil membuka bungkusan ayam goreng
Kyung Soo pun mengambil satu paha ayam untuk ia cicipi, gigi putihnya mulai menggigit daging ayam. Jae dan Rey yang menyaksikan Kyung Soo mencoba makanan mulai menjadi sangat penasaran.
" Bagaimana bos? " ucap Jae yang sangat penasaran
" Rasanya pedas tapi ini gurih dan bumbunya meresap ke dalam daging ayamnya " ucap Kyung Soo sambil mengunyah ayam goreng
" Akhirnya bos, sekarang kau bisa lepas dari penderitaan ini " ucap Jae yang mulai senang karna Kyung Soo sudah sembuh
" Bagaimana menurutmu? " ucap Kyung Soo pada Rey sambil menikmati daging ayam
" Sesuai dugaan sementaraku, lidahmu bisa cocok dengan masakan dari resto ini " ucap Rey dengan ekspresi wajah serius
" Lalu apa Kyung Soo belum sepenuhnya sembuh? " tanya Jae yang masih penasaran dengan sakit Kyung Soo
" Untuk saat ini Kyung Soo belum dikatakan sembuh karna dia hanya bisa merasakan rasa dari masakan resto langgananmu, dan mungkin masakan ini ada hubungannya dengan masa lalumu " ucap Rey yang mulai menatap serius ke arah Kyung Soo
Kyung Soo yang diingatkan dengan lukanya di masa lalu mulai terhenti dari mengunyah makanan. Dirinya mulai termenung karna mengingat kejadian di masa lalu yang membuat dia sangat menderita. Suasana sunyi pun mengelubungi ruangan tengah rumah milik Kyung Soo.
__ADS_1
*****