
Tiga hari setelah Kyung Soo kembali dari rumah sakit.
" Jae Hwan bagaimana rencana kerjasama kita dengan JK, apa pihak JK sudah menghubungi? " tanya Kyung Soo yang duduk dibelakang kursi pengemudi sembari melihat dokumen pekerjaan
" Sudah bos, pihak JK setuju dengan penawaran yang kita ajukan " jawab Jae Hwan yang fokus mengemudi
" Bagus, kerjasama kali ini jangan sampe gagal " ucap Kyung Soo yang mulai menoleh keluar jendela
" Baik bos, tapi bos kenapa anda hari ini ingin datang ke kantor bukannya anda harus istirahat? " tanya Jae Hwan yang mulai melihat Kyung Soo melalu kaca tengah mobil
" Aku sudah cukup istirahat, jika terlalu lama istirahat keadaan kantor pasti akan kacau, Dan lagi manajer hotel itu sudah kau pecat? " jawab Kyung Soo yang mulai terlihat kesal karna mengingat kejadian di hotel
" Sudah bos, bahkak kakek anda sendiri yang memecatnya " jawab Jae Hwan yang sesekali melihat spion mobil
" Kakek memang orang yang tegas, walau terkadang dia sedikit menyebalkan tapi dia kakek yang menjadi contoh yang baik " ucap Kyung Soo yang mulai memperhatikan keluar jendela
Jae Hwan yang memperhatikan Kyung Soo dari spion tengah mulai tersadar kalo bos nya sedang menatap ke arah restoran kecil yang sedang banyak pengunjungnya.
" Apa anda lapar bos? " tanya Jae Hwan yang mulai meminggirkan mobil
" Tidak, aku tidak lapar hanya saja aku tertegun karna warung sekecil itu bisa banyak pengunjung yang datang. " ucap Kyung Soo yang masih memperhatikan restoran kecil itu
__ADS_1
" Apa anda belum tau bos, restoran kecil itu sangat populer akhir-akhir ini padahal sebelumnya restoran itu sempat tutup " jelas Jae Hwan yang mengetahui cerita restoran kecil
" Sepertinya kau sering kesana " ucap Kyung Soo yang mulai melihat ke arah Jae Hwan
" Ah iya bos waktu pulang kerja saya mampir untuk makan di resto itu walaupun di resto itu tidak ada menu yang tetap tapi resto itu memberikan pelayanan menu yang di request oleh pembeli dan yang lebih tidak menyangka lagi bos, masakannya benar-benar enak " ucap Jae Hwan dengan penuh semangat
" Benarkah? " tanya Kyung Soo yang sedikit ragu
" Tentu saja bos, atau bos mau mencobanya langsung? " ucap Jae Hwan yang mulai mengajak Kyung Soo untuk mampir ke resto
" Nanti saja setelah selesai urusan kantor kita mampir " jawab Kyung Soo yang mulai duduk bersandar
" Baik bos " jawab Jae Hwan yang mulai semangat
" Bos, anda tidak apa-apa? " tanya Jae Hwan yang mulai menoleh ke belakang untuk melihat kondis Kyung Soo
" Aissshh...sungguh hari sial, siapa yang berani menabrak mobilku dari arah belakang " ucap Kyung Soo yang mulai kesal
" Biar saya periksa dulu bos " ucap Jae Hwan yang mulai membuka pintu mobil
" Astaga, bagaimana bisa anda menabrak mobil bos kami " ucap Jae Hwan yang terkejut dengan kondisi mobil bagian belakang karna ditabrak sepeda motor
__ADS_1
" Maafkan saya, tadi saya berusah mengerem sepeda motor tapi rem nya tidak berfungsi " ucap si penabrak
Kyung Soo mulai merasa kesal langsung keluar dari dalam mobil sembari memeganggi kepalanya yang merasa sakit.
" Jika sepeda motor anda sudah tidak layak dipakai kenapa masih anda pakai? Apa anda tau tindakan anda ini sangat membahayakan orang lain! " ucap Kyung Soo dengan nada ketus
" Saya minta maaf, tapi saya benar-benar tidak tau kalo sepeda motornya sedang bermasalah " jawab si penabrak dengan wajah yang mulai ketakutan
" Bos, sebaiknya kita selesaikan secara baik-baik saja, kasihan dia sepertinya dia mengalami banyak kerugian karna makanan yang ia antar berceceran dimana-mana " ucap Jae Hwan yang berbisik di dekat Kyung Soo
Kyung Soo pun menoleh ke arah Jae Hwan dengan tatapan mata yang tajam tanda ia tidak setuju dengan ucapan Jae Hwan.
Jae Hwan yang mendapat tatapan mata Kyung Soo yang tampak marah langsung terdiam sembari menundukkan kepalanya.
" Lalu bagaimana anda akan bertanggung jawab kepada mobil saya? " tanya Kyung Soo yang mulai menatap si penabrak
" Itu apa boleh saya minta keringanannya? Saya benar-benar tidak ada uang untuk mengganti kerusakan mobil anda dan juga saya juga mengalamin kerugian karna makanan yang harus saya antar telah rusak " ucap si penabrak dengan wajah memelas
Kyung Soo yang baru menjalani hari dengan tenang setelah ia keluar dari rumah sakit mulai sedikit naik darah hingga ia memeganggi leher belakangnya agar tak merasa pusing karna amarah.
" Hari ini benar-benar hari yang sial bagiku " ucap Kyung Soo yang masih menahan amarahnya
__ADS_1
*****