Special Taste

Special Taste
Mungkin Hanya Kebetulan Saja


__ADS_3

Ji Na mulai tertegun mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Jae mengenai Kyung Soo yang bisa merasakan masakannya.


" Ji Na.. Ji.. haloo " ucap Jae sambil melambaikan telapak tangannya ke wajah Ji Na yang melamun


" Eh Iya " ucap Ji Na yang mulai tersadar


" Kamu enggak apa-apa? tanya Jae yang sedikit mengkhawatirkan Ji Na


" Aku tidak apa-apa, aku hanya sedikit berpikir tentang kondisi temanmu itu, bagaimana mungkin dia bisa sangat menderita karna tidak bisa merasakan rasa dari makanan " ucap Ji Na yang tampak berpikir dengan kondisi Kyung Soo


" Makanya itu, aku merasa sedih karna dia menderita seperti itu " ucap Jae yang mulai tampak lesu


" Memangnya dulu dia pernah terluka karna apa? Apa aku boleh tau sebabnya? " tanya Ji Na yang ingin mendengar cerita tentang Kyung Soo


Jae Hwan pun mengambil nafas sejenak untuk melanjutkan cerita tentang Kyung Soo.


" Dulu sebelum Kyung Soo menderita seperti ini, Dia pernah mencintai seorang perempuan dan perempuan itu selalu membawakan masakannya untuk Kyung Soo, tetapi berjalannya waktu perempuan itu mengkhianati Kyung Soo lalu pergi meninggalkannya dan setelah kejadian itu Kyung Soo tidak bisa menikmati makanan yang ia makan dan dia menjadi sedikit pemarah " ucap Jae yang menjelaskan kejadian yang dialami Kyung Soo


" Lalu biasanya dia mengalami hal apa saat mencoba memakan sesuatu? " tanya Ji Na yang mulai serius mendengarkan cerita tentang Kyung Soo


" Setelah kejadian itu setiap Kyung Soo memakan sesuatu dirinya akan memuntahkan makanan tersebut dan dia bilang " Kenapa makanan ini tidak ada rasanya sama sekali!! " padahal saat dicicipi oleh orang lain makanan itu ada rasanya " jelas Jae Hwan sembari mempraktekkan logat Kyung Soo

__ADS_1


" Sudah berapa banyak orang yang merasa sakit hati karna makanan yang mereka buat dimuntahkan oleh Kyung Soo " ucap Ji Na yang bisa membayangkan kejadian yang diceritakan oleh Jae Hwan


" Wah.. kalo masalah itu mah sudah cukup banyak " ucap Jae Hwan dengan penuh percaya diri


Ji Na yang paham maksud Jae Hwan hanya menganggu-anggukkan kepalanya.


" Tapi mulai sekarang penyakitnya Kyung Soo bisa segera sembuh berkat masakanmu " ucap Jae Hwan yang menunjukkan ekspresi berharap pada Ji Na


" Tapi apa itu mungkin? " ucap Ji Na yang sedikit ragu


" Iya, kemarin dan tadi pagi bos ku mencoba masakanmu dan dia bisa memberikan komentar tentang rasa dari masakanmu, tidak hanya itu saja dia sampe habis melahap semua makanan yang kamu masak " ucap Jae Hwan yang sedikit menggebu-gebu bercerita tentang Kyung Soo


" Mungkin itu hanya kebetulan saja " ucap Ji Na yang masih tak begitu percaya


" Eh jangan! Aku masih sedikit malas dengan bos mu itu " ucap Ji Na yang menahan tangan Jae agar tak pergi


" Oh, kamu masih kepikiran karna masalah mobil? " ucap Jae Hwan yang paham maksud Ji Na


" Ya iyalah " ucap Ji Na sambil menepuk dada Jae Hwan karna sedikit kesal


" Aduh " ucap Jae Hwan yang merasa sedikit sakit karna dadanya di tepuk oleh Ji Na

__ADS_1


Belum sempat melanjutkan perbincangan dengan Ji Na, suara panggilan dari handphone Jae Hwan pun berbunyi.


" Drtrtdrt.. " suara handphone Jae Hwan


" Eh sebentar ya " ucap Jae Hwan pada Ji Na sembari melihat layar handphone


" Halo bos " ucap Jae yang mendapat telepon dari Kyung Soo


" Kau bisa berangkat tidak? Jika tidak bisa ke kantor lebih baik libur saja " ucap Kyung Soo dari balik panggilan


" Bisa kok bos, ini urusanku sudah mau selesai 15 menit lagi aku sampe kantor " ucap Jae yang mulai sedikit tergesa-gesa


" Ya sudah cepat kemari " ucap Kyung Soo  dari balik panggilan sembari mematikkan panggilan


" Oke bos " ucap Jae sambil mulai mematikan handphone


" Ji Na maaf ya sepertinya aku harus kembali ke kantor " ucap Jae sembari membalikkan badan ke arah Ji Na


" Iya, udah sana buruan berangkat daripada kena semprot " ucap Ji Na yang sudah paham maksud Jae Hwan


" Oke kita lanjut dilain hari ya, terimakasih buat makanannya " ucap  Jae yang mulai berjalan pergi

__ADS_1


*****


__ADS_2