Special Taste

Special Taste
Akhirnya Ketemu


__ADS_3

Setelah perjalanan hampir 2 jam dari Seol ke Busan, Ji Na pun sampe ketempat panti asuhan yang dulu dekat dengan rumahnya.Ji Na pun bergegas melepas sabuk pengaman untuk segera masuk ke panti asuhan. Karna terlalu terburu-buru Ji Na hampir melupakan Changmin yang sudah tertidur selama perjalanan.


" Changmin, bangun kita sudah sampe " ucap Ji Na sembari menggoyanggkan pundak Changmin agar segera bangun


Dengan mata yang masih terlihat sangat sipit dan suara terdengar serau, Changmin pun terbangun dari tidurnya.


" Kak, sudah jam berapa ini? " ucap Changmin sambil mengucek kedua matanya


" Udah enggak usah tanya jam, buruan keluar dari mobil dan susul aku masuk ke dalam " ucap Ji Na yang mulai keluar dari mobil


 Ji Na pun bergegas masuk ke dalam rumah panti, Changmin yang masih setengah sadar mulai melepas sabuk pengaman dan membuka pintu mobil untuk menyusul Ji Na masuk ke dalam rumah.


" Permisi.. permisi bibi.. bi.. " ucap Ji Na yang mengetuk pintu kaca sembari menengok dari balik kaca luar untuk melihat keadaan dalam rumah panti


Suasana rumah yang tampak sepi dan tak ada seseorang membuat hati Ji Na semakin gelisah.


" Gimana kak, ada Jun enggak? '' ucap Changmin yang masih menguap karna rasa ngantuknya belum hilang


Ji Na pun mulai mondar-mandir di halaman rumah panti yang menjadi tempat pintu masuk. Dirinya terus menengok dari balik kaca bening yang terpasang untuk daun pintu rumah panti. Changmin yang merasa dicuekin karna Ji Na hanya mondar-mandir dan tak menjawab pertanyaannya mulai sedikit kesal.cahan


" Kak! berhentilah mondar-mandir seperti itu, Jika Jun tidak ada lebih baik kita pulang saja " ucap Changmin yang mulai membalikkan badan untuk kembali ke dalam mobil


Ji na yang melihat Changmin berbalik badan mulai memanggil namanya.


" Changmin " ucap Ji Na


" Pranggg..." suara pecahan Kaca


Ji Na dan Changmin yang mendengar suara pecahan kaca sontak menoleh ke arah suara itu terdengar.


Tanpa berpikir panjang Ji Na dan Changmin pun bergegas ke arah suara pecahan kaca tersebut.


 


Sedangkan di tempat terjadinya pecahan kaca mulai terjadi pertarungan antar Jun seorang diri melawan orang-orang yang berbadan tinggi dan berotot besar. Jun bertarung melawan mereka karna tak ingin rumah panti dan adik-adik asuhnya tergusur di rumah yang sudah membesarkan dirinya itu.


" Hei bocah, sudahlah kau menyerah saja dan bawa adik-adikmu dan bibi tua itu pergi dari rumah ini " ucap seorang laki-laki yang berbusana sangat norak


Jun pun hanya semakin melotot ke arah laki-laki itu.

__ADS_1


" Wah..bocah matamu itu membuatku sangat jengkel, hajar dia sampe mata sombongnya tidak bisa melihat lagi " ucap laki-laki norak itu sembari menyisir rambut yang sudah kebanyakan pomade


Jun yang sudah kehabisan tenaga karna sudah babak belur  berusaha bangkit agar matanya tak terkena tonjokkan. Orang-orang berbadan besar yang menjadi kacung dari laki-laki sok itu mulai bersiap menghajar Jun. Namun Tuhan mendengar tangisan para anak-anak yang melihat Jun terluka, Sebuah batu berukuran bola kasti mengenai kepala salah satu orang berbadan besar yang sedang memeganggi kedua lengan Jun.


" Aah!!! " teriak orang berbadan besar yang terkena lemparan batu


Orang-orang pun menoleh ke arah orang yang melepar batu sebesar bola kasti itu.


" Kau mau membuat matanya tak bisa melihat? Kalo gitu akan aku buat isi otakmu itu keluar!! " ucap Ji Na yang muncul sembari menjokkan sebentar untuk mengambil batu


" Gadis brengsek! akan ku sumpal mulutmu itu " ucap laki-laki yang menjadi bos dari orang-orang berbadan besar sembari menunjuk ke arah Ji Na dan Changmin dengan jari telunjuknya


Ji Na pun mulai menunjukkan ekspresi bengisnya ketika dia benar-benar marah.


" Hei kalian tangkap kedua bocah itu terutama gadis itu " ucap Bos orang-orang berbadan besar


Orang-orang berbadan besar pun mulai berlari ke arah Ji Na dan Changmin yang berjarak 30 langkah dari posisi meraka berdiri.


" Changmin, bersiaplah buat mereka menutup mulut mereka dengan tanah " ucap Ji Na yang mulai bersiap sembari melirik ke arah Changmin


" Untung tadi aku sudah tidur, jadi tenagaku masih bisa aku gunakan " ucap Changmin yang mulai menunjukkan ekspresi jahat ke arah orang-orang yang mau menyerang dia dan Ji Na


Ji Na yang berbadan kecil dan hanya memilik tinggi 155 cm cukup sulit ditangkap oleh orang-orang berbadan bersar yang jahat. Seolah seperti sedang bermain terowongan Ji Na terus bisa lolos dari kuncian orang-orang jahat itu. Tak ingin terlalu banyak drama Ji Na pun memberikan serangan mematikkan untuk orang-orang yang sedang ingin menghajarnya dengan sangat mudah.


" Ini tidak akan sakit kok om " ucap Ji Na yang meledek salah satu orang berbadan besar yang terkena pulukan di bagian alat vitalnya


Satu musuh pun berhasil lumpuh karna kesakitan, Ji Na pun mulai serius dengan musuh-musuh yang lain.


" Berhentilah dari pekerjaan ini jika tak ingin cacat!! " ucap Ji Na yang memukul para musuhnya dengan sangat kejam


Di sisi lain Changmin yang masih sangat muda di tempatnya kerja karna dia baru lulus SMA terus menghajar para musuhnya dengan penuh kekonyolan.


" Paman, bukannya kau ingin memukulku kenapa malah temanmu yang paman pukul " ucap Changmin yang mengejek musuhnya karna salah memukul


Changmin pun mulai merasa bersenang-senang setelah lama ia tak memukul wajah orang. Dengan senyum dan tatapan iblisnya Changmin mampu membuat para musuhnya pingsan dengan seketika.


Tak memakan banyak waktu perkelahianpun dimenangkan oleh Ji Na dan Changmin yang berhasil membuat orang-orang berbadan besar mengakui kekalahan mereka.


Di tempat bos dari orang-orang yang sudah dikalahkan oleh Ji Na dan Changmin tanpa membuang banyak waktu, mulai merasa takut hingga dirinya mulai berjalan mundur pelan. Namun nasib sial datang pada bos jahat itu, Jun yang mampu berdiri berhasil menghadang bos jahat itu yang bersiap untuk melarikan diri.

__ADS_1


" Eh.. bocah, kamu sudah bisa berdiri ya " ucap bos jahat dengan nada gemetar


" Dimana surat perjanjian jual beli tanahnya!! '' ucap Jun yang sudah tak bisa menahan emosi terhadap orang yang mau menghancurkan panti asuhannya


" Iiiitu.. suratnya dipegang oleh perusahan Kyung Group dan aku hanyalah orang suruhan saja untuk meratakan rumah panti ini " ucap bos jahat itu mulai semakin gemetar


Ji Na yang sudah memperhatikan dan mendengar percakapan Jun dengan orang jahat itu, mulai berjalan mendekat untuk menangani sumber masalahnya.


" Siapa yang menerima dan mengurusi surat itu? " ucap JI Na yang mulai menepuk dan *** pundak orang jahat itu dengan sangat keras


" iiiittu..." ucap orang jahat yang semakin gagap


" Jawab yang benar!!! " ucap Ji Na sambil menampar keras pipi orang jahat itu


" Kyung Soo!! Iya, kalo tidak salah namanya Kyung Soo jadi tolong lepaskan aku sekarang " ucap orang jahat itu yang mulai menangis karna semakin ketakutan


Ji Na pun melepaskan pegangannya lalu mendorong tubuh orang jahat itu agar segera pergi dari hadapannya.


" Pergilah, Dan jangan pernah kalian injak kerumah ini lagi!!! " ucap Ji Na dengan nada bicara yang cukup keras


Para kerumunan orang-orang jahat pun pergi menjauh dari panti asuhan.


Jun yang masih merasa kesal mulai terlihat raut wajah kebencian. Ji Na yang berdiri di hadapan Jun pas mulai memegang wajah Jun agar bisa tenang kembali.


" Jun, hentikan! Ada kakak disini " ucap Ji Na dengan tatapan mata


penuh sayang terhadap Jun


Jun pun mulai menangis dengan terisak-isak karna merasa hidupnya kurang adil.


" Jun, semua pasti baik-baik saja, kita bisa melewati ini bersama,oke " ucap Ji Na sembari memeluk Jun agar bisa segera tenang


Changmin yang sedang berdiri bersama bibi panti dan anak panti hanya bisa membendung air mata mereka agar tak mengalir.


" Sudah lebih baik sekarang kita obati lukamu setelah itu kita buatkan masakan enak untuk adik-adik kita, oke " ucap Ji Na sembari mengusap air mata Jun yang masih tertinggal di pipi Jun


Jun pun hanya menganggukkan kepala layaknya seorang adik yang patuh pada kakaknya.


 

__ADS_1


*****


__ADS_2