Special Taste

Special Taste
Aku Ingin Dia Jadi Juru Masakku


__ADS_3

Pagi hari pun tiba..


" Drt..drt.. drt.. " suara getaran telepon genggam Jae Hwan


Jae Hwan yang masih terkapar diatas kasurnya mencoba meraih telepon genggamnya yang ia taruh di atas meja kecil yang dekat dengan tempat tidurnya.


" Halo, siapa ini?! " ucap Jae Hwan yang menjawab panggilan telepon dengan mata yang masih mengantuk


" Jae, cepatlah kemari Kyung Soo sudah mulai menggila ini " ucap Rey yang menelpon Jae


" Bisa tidak kau urus dulu dia, Kemarin aku sudah dibuat remuk oleh dia jadi aku masih sangat mengantuk " ucap Jae yang masih menjawab dengan nada malas


" Baiklah aku beri kau waktu 30 menit untuk menyiapkan dirimu datang kemari " ucap Rey yang masih sedikit pengertian dengan Jae


" Oke, 30 menit lagi aku kesana " ucap Jae sembari mematikan teleponnya


" Kau itu benar-benar tidak merasa kasihan dengan Jae, dia sudah cukup menderita dengan sikap menyebalkanmu itu " ucap Rey pada Kyung Soo sembari meletakkan telepon selulernya diatas meja


Kyung Soo yang baru selesai mandi dan masih mengenakan piyama mandi hanya diam sembari berjalan membawa secangkir kopi untuk ia minum.


" Sudahlah sekarang coba ceritakan kejadianmu kemarin setelah kau bisa menikmati rasa dari makanan yang kau makan " ucap Rey yang mulai penasaran dengan kondisi Kyung Soo


" Semua berjalan sesuai saat kau melakukan pemeriksaan padaku kemarin pagi, Selain aku bisa merasakan semua rasa makanan itu aku juga sanggup menghabiskan makanan dalam jumlah 10 piring " ucap Kyung Soo sembari menyeruput secangkir kopinya


Rey yang berniat untuk meminum kopinya mulai menyemprotkan minuman kopinya ke arah depan karna terkejut dengan pengakuan Kyung Soo.


" Sepuluh piring katamu?! " ucap Rey dengan nada bicara sedikit tinggi


" Iya " jawab Kyung Soo dengan ekspresi wajah datar


" Wah..kau perlu aku periksa, apa ada bagian perutmu yang merasa sesak atau sakit? " ucap Rey yang mulai menyentuh bagian perut Kyung Soo


" Lepaskan tanganmu!! Sudah aku katakan kalo aku baik-baik saja " ucap Kyung Soo yang mulai menunjukkan wajah garang


" Tapi kau, bagaimana bisa kau menghabiskan 10 piring seorang diri " ucap Rey yang masih kurang percaya dengan ucapan Kyung Soo

__ADS_1


" Jika kau tidak percaya kau bisa bertanya pada Jae Hwan dan juga pemilik resto yang melayaniku itu " ucap Kyung Soo yang mulai menikmati minuman kopinya


" Ini aneh, setelah lima tahun ini, indera perasamu tidak menunjukkan apa-apa dan sekarang kau sudah bisa merasakan rasa dari masakan yang hanya dibuat di resto itu " ucap Rey sembari berpikir keras


Kyung Soo yang juga berpikir hal yang sama dengan Rey hanya diam sembari memandang kopi yang terdapat pada cangkirnya.


" Aku juga tidak tau, Tapi satu hal yang pasti, Aku ingin menjadikan gadis itu sebagai juru masakku sampai aku benar-benar sembuh " ucap Kyung Soo yang mulai memperlihatkan ekspresi serius


Rey yang paham dengan ucapan Kyung Soo mulai ikut menunjukkan ekspresi seriusnya.


" Aku setuju denganmu, lebih baik kita ajak gadis itu agar bisa bekerjasama untuk menyembuhkan sakitmu ini " ucap Rey sembari menganggukkan kepalanya


" Tapi bagaimana caranya agar gadis itu mau membantumu? " ucap Rey yang mulai sedikit bingung memikirkan cara agar Ji Na mau membantu Kyung Soo


" Aku masih punya cara yang bisa dituruti oleh gadis itu " ucap Kyung Soo yang mulai terlihat senyum Iblis nya


" Kau jangan sampe membuat gadis itu membencimu, atau rencana pengbatanmu gagal " ucap Rey yang mulai memperingatkan Kyung Soo


" Kau tenang saja, aku juga bukan orang yang suka mencari musuh " ucap Kyung Soo dengan penuh percaya dirinya


Kyung Soo pun hanya tersenyum kecil mendengar ucapan dari sahabatnya itu.


Selang 30 menit kemudian.. Jae Hwan pun datang ke rumah Kyung Soo.


" Pagi semua, maaf aku baru datang " ucap Jae yang langsung duduk di atas sofa


" Bagaimana tidurmu? Apa sudah cukup? " ucap Rey sembari memijat pundak Jae


" Ah sudahlah, jangan tanya lagi tolong ini pijat lebih keras lagi " ucap Jae yang tak ingin membahas hal yang membuatnya capek


Kyung Soo yang merasa sedikit bersalah dengan sahabatnya itu mulai memberikan secangkir kopi buatannya untuk Jae Hwan.


" Kau sudah bekerja cukup keras " ucap Kyung Soo sembari memberikan minuman


" Bos, bolehkah aku cuti? " ucap Jae sembari menerima minuman yang diberikan oleh Kyung Soo

__ADS_1


" Boleh saja " ucap Kyung Soo sembari duduk di sofa


" Benarkah bos ? " ucap Jae yang mulai duduk dengan tegak di atas sofa


" Tentu saja, tapi ada syaratnya " ucap Kyung Soo yang mulai to the point


" Apa syaratnya bos? " ucap Jae yang mulai bertanya serius


" Syaratnya, bantu aku untuk mendapatkan Ji Na agar dia mau jadi juru masakku " ucap Kyung Soo dengan ekspresi serius


" Apa aku tidak salah dengar bos? " ucap Jae Hwan yang ingin memastikkan pendengarannya


" Kau tidak salah dengar, Dengarkan aku! Kau bantulah Kyung Soo agar gadis yang bernama Ji Na itu mau menjadi juru masaknya sampe pengobatan Kyung Soo ini berhasil " ucap Rey yang membantu Kyung Soo menjelaskan pada Jae Hwan


Jae Hwan pun mulai berpikir sejenak dengan ucapan kedua sahabatnya itu.


" Baiklah, akan aku coba bujuk Ji Na agar dia bisa membantu kita " ucap Jae dengan penuh kesungguhan


" Bagus, nanti saat pengobatan Kyung Soo ini berjalan baik, aku akan membantumu mendapat libur yang kau mau " ucap Rey sembari merangkul pundak Jae


" Kalian tidak perlu khawatir, Jika aku bisa sembuh, aku berjanji akan menjadi sahabat yang baik untuk kalian " ucap Kyung Soo sembari meminum kopinya


Jae Hwan dan Rey pun saling bertatapan mendegar ucapan dari Kyung Soo yang terdengar aneh bagi mereka.


" Mungkinkah ini efek dari makan 10 piring kemarin? " ucap Jae pada Rey


" Sepertinya Iya " ucap Rey sembari menganggukkan kepalanya


 


Kyung Soo pun hanya tersenyum kecil ke arah dua sahabatnya itu.


 


******

__ADS_1


__ADS_2