
Suasana tegang menyelimuti ruang tengah resto kecil milik Ayah Ji Na karena perseteruan kecil yang terjadi antara Ji Na dan Kyung Soo.
Ayah Ji Na dan Jae Hwan pun mulai berusaha meredakan suasana tegang yang sedang menyelimuti Ji Na kepada Kyung Soo.
" Nak, tidak sopan kamu seperti itu dengan pelanggan " ucap Ayah Ji Na yang berbisik di dekat telinga Ji Na
Ji Na pun masih tak menggubris ucapan Ayahnya, kedua matanya masih terus menatap tajam ke arah Kyung Soo.
" Hehe.. Ji Na dari tadi kami sudah menunggumu datang, bisa tidak kalo kita bicaranya saat selesai makan " ucap Jae Hwan yang berusaha membujuk Ji Na
" Maaf Jae Hwan, tapi bisakah kamu tinggalkan kami berdua dulu, ada hal penting yang harus aku bicarakan dengan bos mu ini " ucap Ji Na yang sedikit ketus dengan Jae Hwan
Jae Hwan pun sedikit terkejut karna pandangan mata Ji Na terlihat semakin serius.
" Baiklah, ayo bicara " ucap Kyung Soo yang mulai menanggapi permintaan Ji Na
" Ikuti aku " ucap Ji Na yang mulai berjalan
Kyung Soo pun mulai mengikuti langkah kaki Ji Na dengan ekspresi tenang.
Ayah Ji Na yang tak mengerti dengan perilaku anaknya itu mulai kebingungan lalu bertanya pada Changmin yang dari awal mengikuti Ji Na pergi mencari Jun.
" Sebenarnya ada apa ini, Changmin ada masalah apa tadi sewaktu kalian pergi mencari Jun? " ucap Ayah Ji Na yang mulai menoleh ke arah Changmin
" Aku tidak begitu paham dengan situasinya paman, tapi kalo tidak salah panti asuhan yang dulu ditempati oleh Jun akan digusur karna tanah di panti itu sudah dibeli oleh group Kyung " ucap Changmin yang mulai membuka es krim stick yang sebelumnya sudah ia ambil dari lemari es
__ADS_1
" Maksudmu Panti Asuhan Miracle?? " ucap Jae Hwan yang mendengar ucapan Changmin
" Iya Hyung ( kakak laki-laki ) " ucap Changmin sembari memakan es krim sticknya
" Apa benar, perusahaan kalian membeli tanah panti asuhan itu? " ucap Ayah Ji Na yang mulai bertanya ke arah Jae Hwan
" Sebentar paman, ini pasti ada kesalahpahaman deh, seingat saya panti asuhan itu sudah tidak terpakai makanya perusahaan kami mau menggusur untuk mendirikan sebuah pabrik " ucap Jae Hwan yang tampak yakin dengan pemahaman yang terjadi
" Sudah tidak terpakai ucapmu!! Panti Asuhan itu masih ada orang yang hidup dan tinggal disana, bagaimana bisa kalian merasa benar sendiri seperti itu. " ucap Jun yang mulai sedikit emosi dengan ucapan Jae Hwan
" Jun!! sabarlah " ucap Ayah Ji Na yang menjadi penengah antara Jun dan Jae Hwan
Jae Hwan yang sudah 2x mengalami hal kurang menyenangkan selama di resto Ayah Ji Na mulai mengelus dada karna tak menyangka harinya sedikit sial dengan bertemu orang yang sedang emosi.
" Tidak apa-apa paman, mungkin Ji Na dan Jun sedang salahpaham dengan perusahaan kami, nanti biar aku dan Kyung Soo yang menyelesaikan masalah yang sedang terjadi di panti asuhan " ucap Jae Hwan yang mulai menunjukkan keseriussannya
Di sisi lain Ji Na dan Kyung Soo yang sudah sampe di gudang penyimpanan masih saling berdiri berhadapan sembari terus menunjukkan tatapan mata yang terlihat sebal.
" Apa yang mau kau bicarakan?! " ucap Kyung Soo yang mulai memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana
Ji Na pun masih menatap ke arah Kyung Soo dengan tatapan penuh kesal.
" 5 menit, kuberi waktu 5 menit untuk segera bicara " ucap Kyung Soo yang mulai membalas tatapan mata Ji Na dengan tatapan mata lebih tajam
" Apa benar perusahaanmu membeli tanah panti asuhan miracle? " ucap Ji Na yang mulai berbicara
__ADS_1
" Iya " ucap Kyung Soo tanpa basa-basi
" Jadi benar, kau yang menyewa para preman untuk mengusir dan menggusur orang-orang di panti! " ucap Ji Na yang mulai sedikit emosi
Kyung Soo pun hanya diam sembari memberikan tatapan mata kosong pada Ji Na
" Perusahaanku memang membeli tanah di panti itu, tapi perusahaanku tidak akan bermain kotor hanya untuk melukai orang yang tak bersalah " ucap Kyung Soo yang mulai melipat kedua tangannya di dekat dada
Mendengar ucapan yang dilontarkan Kyung Soo tampak jujur, Ji Na pun mulai sedikit goyah.
" Aku percaya ucapanmu, tapi ada satu hal yang harus kamu tau ini berhubungan dengan wajah Jun yang memar " ucap Ji Na yang masih menatap ke arah Kyung Soo
" Katakan apa itu? " ucap Kyung Soo yang memberikan kesempatan pada Ji Na untuk bicara
" Tolong kamu selidiki lagi masalah yang terjadi antara perusahaan mu dan tanah di panti, Dan jangan sampai ada orang panti yang terluka lagi. apalagi Jika orang yang melukai orang panti adalah orang-orang dari perusahaan mu " ucap Ji Na yang mulai berani bicara terus terang
Kyung Soo hanya diam sembari terus menatap kedua mata Ji Na.
" Apa yang akan kau berikan, jika aku bisa menyelesaikan masalah ini? " ucap Kyung Soo yang mulai menunjukkan jati dirinya
" Apa maksudmu? " ucap Ji Na yang tak mengerti dengan ucapan Kyung Soo
" Kita buat perjanjian, dan perjanjian ini bisa saling menguntungkan bagi kedua belah pihak " ucap Kyung Soo yang mulai berjalan mendekat ke arah wajah Ji Na
*****
__ADS_1