Special Taste

Special Taste
Benarkah Dia Seperti Itu


__ADS_3

Jae Hwan memasukkan kartu debitnya ke dalam dompet setelah membayar makanan yang sudah ia makan.


" Bosku itu adalah sahabat baikku sejak aku SMP, terkadang dia memang sedikit ketus tapi dia orang yang dapat diandalkan sekaligus orang bisa kita jadikan untuk bersandar " jelas Jae Hwan sambil memasukkan dompet ke dalam saku jas nya


" Benarkah? kamu tidak sedang memuji dia kan " ucap Ji Na sembari memainkan mesin kasir


" Aku tidak memuji tapi aku berkata apa yang memang seharusnya aku katakan " ucap Jae Hwan yang mulai serius dengan pembicaraan


" Jika kau mau mendengar tentang dia, aku tunggu di kursi sebelah situ deh, biar pekerjaanmu disini selesai dulu " ucap Jae sembari menunjuk ke arah kursi tempat tunggu yang dekat dengan kasir


" Oke, kamu tunggu disitu dulu ya 30 menit lagi pegawaiku selesai " ucap Ji Na yang mulai sibuk melayani pembeli yang mau bayar


" Iya " ucap Jae Hwan sembari berjalan ke arah kursi


Jae Hwan pun duduk di kursi yang dekat dengan kasir tempat Ji Na sedang berdiri melayani para pembelinya. Sambil menunggu Ji Na selesai Jae Hwan pun mengabari bos nya bahwa dia datang terlambat melalui chat.


" Bos, aku ijin terlambat ya karna aku ada urusan yang menyangkut masa depanmu " tulis Jae di pesan chat


Di tempat Kyung Soo berada..

__ADS_1


" Apa-apaan anak ini, " Iya, aku ijinkan tapi jangan sampe jam 3 sore " ucap Kyung Soo yang melihat pesan dari Jae


Di tempat Jae berada...


" Haha..oke siap bos " tulis Jae yang membalas pesan Kyung Soo


Selang beberapa menit kemudian..


" Jae, maaf ya lama " ucap Ji Na yang berjalan ke arah Jae


" Lho kamu sudah selesai? " ucap Jae yang melihat ke arah Ji Na


" Syukurlah, jadi kita bisa mulai perbincangan kita, oke sekarang kamu mau tanya apa? " ucap Jae yang mulai menampakkan gigi putihnya ke arah Jae


Ji Na pun sedikit terdiam sembari melihat ekspresi wajah Jae.


" Tadi kamu bilang kalo bosmu sedang menderita memang bosmu kenapa? " ucap Ji Na yang masih penasaran dengan maksud ucapan Jae


Jae pun terdiam sejenak sembari menatap kedua mata Ji Na.

__ADS_1


" Kyung Soo yang sekarang menjadi bos ku itu, sudah beberapa tahun ini tidak bisa menikmati berbagai makanan yang ia coba, lidahnya dia mengalami trauma yang menyebabkan dia menderita setiap kali mencoba mencicipi makanan " ucap Jae yang mulai terlihat sedikit sedih karna mengingat Kyung Soo


" Apa maksudmu? Lantas bagaimana dia bisa bertahan hidup jika dia tidak bisa makan? " tanya Ji Na yang mulai semakin penasaran dengan kondisi Kyung Soo


" Sudah beberapa tahun ini dia hanya bisa minum jus/ susu untuk mengisi perutnya, karna hanya itu yang bisa dia lakukan " ucap Jae yang mulai menjawab pertanyaan Ji Na


" Apa dia pernah berobat ke dokter dengan kondisinya itu? " tanya Ji Na yang mulai merasa tersentuh dengan kondisi Kyung Soo


" Sudah banyak dokter yang menangani kondisinya tapi jawaban mereka sama bahwa tidak ada kerusakan di lidahnya Kyung Soo, beberapa dari mereka juga bilang bahwa kondisi Kyung Soo karna masalah psikologis nya yang mengalami trauma hingga menyebabkan lidahnya tidak bisa menikmati makanan yang ia makan " jelas Jae yang mulai tampak sedih


" Aku tidak menyangka bahwa dia mengalami hal seperti itu " ucap Ji Na yang ikut merasa sedih


Melihat ekspresi Ji Na mulai tampak iba dengan kondisi Kyung Soo, Jae pun mencoba menghibur Ji Na agar tak merasa bersalah.


" Tapi sudah 2 hari ini kondisi bos mulai menunjukkan peningkatan, dan dokter yang menangani bos bilang bahwa kondisi Kyung Soo kemungkinan bisa sembuh " ucap Jae yang mulai menatap serius ke arah Ji Na


" Benarkah? Lalu kenapa kamu menatapku seperti itu? " tanya Ji Na yang tampak bingung karna dipandang oleh Jae


" Berkat masakanmu, Kyung Soo bosku itu bisa menikmati rasa dari masakan yang kamu masak " ucap Jae yang mulai menjelaskan kondisi Kyung Soo pada Ji Na

__ADS_1


*****


__ADS_2