
Kyung Soo yang sudah terbangun di atas kasur rumah sakit tampak belum menyadari situasi yang terjadi. Dirinya berusahan terbangun sembari bersandar di atas kasur. Tangan kanannya memegangi kepala untuk menahan sakit dikepala.
" Bos, anda sudah bangun " ucap Jae Hwan yang baru masuk ke kamar inap Kyung Soo
" Kenapa aku bisa disini? " tanya Kyung Soo yang belum tahu keadaan
" Bos, apa anda tidak ingat kemarin anda jatuh pingsan dan anda tidak sadarkan diri selama 2 hari, saya sampe khawatir takut bos tidak bisa bangun " ucap Jae Hwan dengan ekspresi wajah memelas
" Aku hanya pingsan 2 hari bukan berarti aku mati, lalu sakit apa yg aku derita? " tanya Kyung Soo yang mulai sedikit kesal
" Iii-itu bos, anda kekurang gizi " ucap Jae Hwan dengan nada was-was
" Apaa! kurang gizi katamu! " ucap Kyung Soo yang tak percaya dengan ucapan Jae Hwan
Tak lama setelah itu dua orang laki-laki pun datang menghampiri Kyung Soo yang masih ngomel pada seketarisnya.
" Berhentilah memarahi dia, kau sebagai bos terlalu kejam " ucap seorang kakek
" Kakek, kenapa anda kemari? " ucap Kyung Soo sembari menoleh ke arah kakeknya yang sedang duduk di sofa
__ADS_1
" Memangnya salah kalo aku menjenguk cucuku yang hampir sekarat karna kurang gizi " ucap kakek Kyung Soo dengan nada menyindir
Kyung Soo yang sedang disindir oleh kakeknya hanya menundukkan kepala karna malu.
" Sudahlah, bagaimanapun juga kau perlu istirahat dan jangan terlalu memaksakan diri " ucap kakek Kyung Soo yang mulai beranjak dari sofa
" Kakek maksud anda apa? " tanya Kyung Soo dengan ekspresi sedikit gelisah
" Kau berhentilah kerja fokuskan dirimu untuk mencari istri supaya kau ada yang mengurusmu " jawab kakek Kyung Soo dengan nada tegas
" Saya baik-baik saja kakek, saya masih bisa mengurus diri dengan baik " jawab Kyung Soo dengan memasang wajah tersenyum dan kedua mata yang melebar
" Baik-baik saja katamu, dokter Kim jelaskan pada nya diagnosis sakitnya " ucap Kakek sembari menepuk pundak Kyung Soo
" Kau sudah dengar itu, mulai sekarang Lee Jennie akan mengunjungimu untuk merawatmu sampe kau sembuh " ucap kakek Kyung Soo yang masih menepuk pundak Kyung Soo dengan pelan
" Tapi kakek, enggak perlu menyuruh Jennie untuk merawat saya, saya masih ada Jae Hwan yang bisa membantu perawatan sakit saya " jawab Kyung Soo sambil menggeret tangan Jae Hwan untuk mendekat
Kakek Kyung Soo pun mulai berubah ekspresi melihat cucunya menolak kebaikan Jennie.
__ADS_1
" Jae Hwan masih punya banyak pekerjaan jangan kau bebani dia dengan perkara kecilmu itu, atau kau berniat menghindari Jennie karna tak ingin dijodohkan " ucap kakek Kyung Soo sambil melotot ke arah Kyung Soo
" Tidak, siapa yang menghindar, saya hanya tidak ingin merepotkan Jennie itu saja " jawab Kyung Soo sambil mengalihkan pandangan
" Sudahlah sudah aku putuskan Jennie akan merawatmu, aku ingin hubungan kalian bisa dekat " jawab kakek Kyung Soo yang mulai berjalan menuju pintu
" Kakek, anda jangan seperti itu " ucap Kyung Soo yang mulai protes
Langkah kaki kakek Kyung Soo mulai terhenti.
" Jika kau tak ingin dijodohkan dengan Jennie, kau harus menyembuhkan penyakit pilih-pilih makananmu itu dan temukan perempuan yang bisa merubah sikap jelekmu itu " ucap kakek Kyung Soo yang mulai berjalan keluar
" Kakek kakek " ucap Kyung Soo yang berusaha memanggil kakeknya untuk kembali
" Bos bos, sabar bos, anda jangan banyak gerak dulu " ucap Jae Hwan sembari menahan tubuh Kyung Soo yang hampir jatuh
" Kakek semakin lama semakin mendesakku untuk berhubungan dengan Jennie " ucap Kyung Soo dengan wajah resah
" Beliau hanya ingin yang terbaik untuk anda bos, lagian kenapa tidak anda coba saja dekat dengan Jennie? " ucap Jae Hwan dengan nada bicara penuh hati-hati
__ADS_1
" Seketaris Lee mulai hari ini kau rawat aku sampe aku terlihat membaik, aku tak mau dirawat oleh Jennie dan jika kakek bertanya jawab saja keadaanku semakin membaik " ucap Kyung Soo dengan wajah tegas nya
*****