
" Baiklah, jika kau sudah bisa makan kali ini aku biarkan tingkah mu yang menolak makan malam bersama " ucap Kakek Kyung Soo yang mulai bangkit dari sofa
" Terimakasih atas perhatian anda Pemimpin Kyung, saya harap anda tidak perlu repot datang kemari lagi dengan tujuan yang sama " jawab Kyung Soo dengan ekspresi datar seolah tidak peduli
" Ckckck.. lihat itu dengan karakter seperti itu, apa bisa aku mati dengan tenang setelah melihatmu bisa menikah, Jae kau jangan terlalu setia dengannya luangkan waktumu untuk mencari pasangan " ucap Kakek Kyung Soo sembari menepuk bahu kanan Jae
Jae yang berada di tengah percakapan dua orang bermulut dingin hanya bisa tersenyum tipis sembari menahan keringat di dahi turun.
" Jika kau tidak ingin dengan Jennie cepat bawa perempuan pilihanmu, aku sudah tidak tau umurku sampe berapa lama " ucap Kakek Kyung Soo yang masih merajuk ingin cucunya segera menikah
" Pemimpin Kyung anda cukup sehat dan berumur panjang untuk seorang kakek, saya selalu berdo"a agar anda berumur panjang " ucap Kyung Soo sembari mulai mengecek email di komputer
" Semoga Tuhan mengizinkanku berumur panjang, Ya Sudah aku pergi dan cepat selesaikan perkara miracle " ucap Kakek Kyung Soo yang sudah berjalan menuju pintu keluar
Kedua mata Kyung Soo mulai melirik ke arah pintu keluar melihat kakeknya sudah berjalan keluar.
__ADS_1
" Huft.. gila bagaimana bisa pemimpin Kyung memiliki tenaga untuk mengomel seperti itu, jika orang yang belum mengenal tidak akan percaya bahwa beliau sudah berumur 95 tahun " ucap Jae sembari membuang nafas setelah membungkuk kan badan nya kepada Kakek Kyung Soo sebagai tanda hormat
" Entah Dewa atau Tuhan masih belum mau menerima nyawanya karena beliau salah satu ciptaan yang paling banyak maunya " balas Kyung Soo yang mengetahui karakter kakeknya
" Wah, sepertinya kau juga sedikit tidak diterima oleh Tuhan, ucapanmu saja hampir sama dengan kakekmu " ucap Jae dengan nada sedikit mengejek
" Sudahlah, sekarang kita kembali fokus dengan miracle, seperti yang kita tau ada yang tidak beres dengan proyek ini " ucap Kyung Soo dengan raut wajah serius
" Lalu bagaimana? Apa kau memiliki kecurigaan? Jangan bilang kecurigaan mu mengarah ke.." ucap Jae yang memiliki pendapat yang sama dengan Kyung Soo
" Baiklah, akan aku kerjakan diam-diam tanpa ada yang tau " ucap Jae yang mulai mengundurkan diri untuk segera menuju ruang kerjanya
Kyung Soo pun hanya menggangguk kan kepala tanda ia memberi ijin Jae untuk mulai bekerja.
Kini tinggal Kyung Soo seorang diri di dalam ruangan nya merasa sedikit sesak ia melonggarkan dasinya untuk memberi ruang pernafasan.
__ADS_1
Pikirannya sedikit kacau karena mengingat beberapa ucapan Ji Na yang terlintas di pikirannya.
Tak ingin membuang waktu Kyung Soo mulai menyadarkan dirinya untuk fokus bekerja.
Setiap tumpukan dokumen ia teliti satu persatu sebelum ia beri tanda tangan. Detik menit ia lalu begitu saja hanya untuk fokus bekerja hingga tak terasa malam mulai datang.
Pukul sudah menunjukkan 20.00 sudah tanda menunjukkan aktivitas kantor sudah selesai.
Kyung Soo pun tak menghiraukan waktu saat dirinya bekerja.
" Kyung Soo lihat ini " ucap Jae yang langsung masuk tanpa mengetuk pintu
" Ternyata benar ada banyak kejanggalan di proyek Miracle, lihatlah berkas ini "
***
__ADS_1