
Kyungsoo melihat file yang ada dalam tablet milik Jae untuk memastikan kejanggalan yang terjadi di Miracle.
" Permainan kecil seperti ini sangat mudah ditebak " ucap Kyungsoo dengan senyum licik
" Lantas.. tindakan selanjutnya bagaimana? " tanya Jae sembari menatap ke arah Kyungsoo
" Jae waktu nya untuk mu menyamar " ucap Kyungsoo sembari meletakkan tablet di meja kerja nya
Seolah mengetahui maksud Kyungsoo, Jae pun langsung menganggukkan kepalanya
Kyungsoo memutar kursi kerjanya ke arah jendela kaca kantor miliknya sembari melihat pemandangan malam hari dengan tatapan mata nya yang datar.
**
Pagi hari di panti asuhan Miracle
" Hei.. cepat kalian ratakan bangunan panti!! " ucap seorang laki-laki yang menjadi mandor dalam proyek pembangunan
Seolah dikejar waktu si mandor terus memerintah anak buah nya untuk bekerja cepat di pagi hari yang masih tenang.
Suara mesin alat berat terus berbunyi satu persatu menghancurkan beberapa bangunan, Hanya satu bangunan yang belum bisa di hancurkan yaitu Panti Miracle.
" Pak Mandor.. " teriak seorang laki-laki yang menjadi salah satu pegawai
" Ada apa?! " ucap Mandor sembari berkacak pinggang
" Pak, itu penghuni panti mereka berbaris rapi di depan bangunan, sehingga kami tidak berani menghancurkan bangunan " ucap pegawai
" Hanya penghuni anak kecil dan 2 perempuan tua, kenapa kalian tidak bisa mengurus!! " ucap Mandor yang mulai kesal
Sang Mandor pun mulai berjalan dengan emosi ke arah bangunan panti dengan di ikuti pegawai laki-laki yang berjalan di belakang nya.
" Hei kalian, tidak ada gunanya kalian protes di depan bangunan seperti ini, Bangunan ini sudah bukan milik kalian!! " ucap Mandor dengan nada tinggi
" Kami tidak akan pergi dari panti, Karena ini panti kami" ucap sekumpulan anak panti
__ADS_1
" Jika kalian tidak pergi, mesin penghancur ini akan menghantam kalian!! " ucap Mandor dengan nada tinggi untuk menakuti anak panti
" Aaaaa.. suster kami takut " teriak beberapa anak panti yang ketakutan
Melihat keadaan semakin memanas ibu kepala panti pun mencoba menenangkan keadaan
" Anak-anak kalian masuk ke panti dulu" ucap Ibu kepala panti sembari membujuk anak panti untuk masuk ke ruangan panti
Melihat beberapa anak sudah masuk ke dalam ruangan panti, Ibu kepala berjalan ke arah Mandor untuk mengajak berkomunikasi.
" Permisi, Pak Mandor seperti yang Anda tahu Panti Miracle ini diberikan khusus oleh perusahaan dan kami memiliki surat kepemilikan yang sah " ucap Ibu Panti dengan tegas
" Surat itu sudah tidak ada gunanya, Petinggi di perusahaan sudah mengesahkan bahwa panti ini harus di hancurkan " ucap Mandor dengan nada tinggi
Dari kejauhan nampak seorang laki-laki yang diam-diam merekam kejadian di area panti.
Laki-laki tersebut ialah Jae yang sedang menyamar menjadi salah satu pegawai proyek bangunan.
" Wah.. gila Kyungsoo harus tau ini " ucap Jae seorang diri sembari mengirim bukti video pada Kyungsoo
" Para bajingan ini memang perlu dihancurkan " ucap Kyungsoo sembari melihat video yang dikirim oleh Jae
Tanpa berpikir lama, Kyungsoo melihat agenda selanjutnya yang akan mengadakan rapat dengan dewan.
" Waktu yang sangat tepat " ucap Kyungsoo dengan senyum licik
Kyungsoo mulai beranjak dari tempat duduk kerjanya dan mulai berjalan keluar untuk menuju ruang rapat dewan.
" Direktur Kyungsoo " ucap seorang laki-laki separuh baya yang mulai menyapanya
Kyungsoo pun terhenti dan menatap ke arah laki-laki yang memanggil namanya
" Kebetulan sekali kita semua bisa berpapasan jalan bersama seperti ini direktur " ucap laki-laki paruh baya
" Direktur Kim, untuk apa kau menyapa anak ini walau dia cucuku tapi lihat sikap dingin nya " ucap Kakek Kyungsoo yang berada disamping Kyungsoo dan Direktur Kim
__ADS_1
" Haha.. bukankah sangat mirip dengan anda sewaktu muda Pak Ketua " ucap Direktur Kim dengan nada bercanda
" Hanya wajah nya yang mirip dengan ku untuk karakter, aku tidak mewariskan pada anak ini " ucap Kakek Kyungsoo sembari geleng-geleng kepala
" Saya bersyukur anda tidak mewariskan karakter basa-basi anda Ketua Kyung " ucap Kyungsoo dengan nada mengejek kakek nya
" Kau ini.. " ucap kakek Kyungsoo yang ingin memitak kepala Kyungsoo
" Waktu basa-basi nya sudah selesai Ketua Kyung waktu nya menyelesaikan pekerjaan " ucap Kyungsoo dengan senyum tipis sembari menunjukkan arah jalan masuk ke ruang pada kakek nya
Kakek Kyungsoo yang melihat tingkah cucu nya itu hanya bisa menggeleng kan kepala sembari melanjutkan langkah kaki nya masuk ke dalam ruangan.
Mereka bertiga pun memasuki ruang rapat
Setelah 30 menit rapat berjalan waktu nya bagi Kyungsoo untuk menunjukkan kejadian proyek di Miracle.
Semua orang nampak terkejut saat video proyek mulai di putar di layar, khususnya kakek Kyungsoo.
" Apa-apaan ini!! " ucap Kakek Kyungsoo sembari memukul meja
" Ini lah hasil penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh direktur senior kita Ketua Kyung, Direktur Kim melakukan penggelapan dana proyek miracle serta menyalahkan wewenang yang mengakibatkan pencemaran nama perusahaan " ucap Kyungsoo dengan nada tegas
Kakek Kyungsoo pun menoleh ke arah teman lama nya itu.
" Direktur Kim, jadi kau berakhir mengkhianati ku " ucap Kakek Kyungsoo dengan nada marah
" Ini kesalahpahaman Pak Ketua, tolong maafkan saya " ucap Direktur sembari memohon
" Aku sangat kecewa dengan pengkhianatan mu Kim, sekarang kau bukan lagi bagian dari perusahaan Kyung segera kau pergi dari hadapanku! " ucap Kakek Kyungsoo sembari membuang muka
Suasana rapat pun menjadi sedikit panas
Direktur Kim dibawa keluar oleh security dengan disaksikan oleh beberapa dewan yang masih duduk di dalam ruangan.
Tak ingin berlarut dalam keadaan Kakek Kyungsoo memerintah Kyungsoo untuk menyelesaikan proyek dengan cara baik.
__ADS_1
" Kyungsoo kau selesai kan proyek ini segera, dan rapat kali ini kita akhiri sampe sini " ucap Kakek Kyungsoo yang mulai beranjak dari tempat duduk