Special Taste

Special Taste
Mencari Cara


__ADS_3

Setelah melakukan pemeriksaan dan berdiskusi tentang masalah yang dialami Kyung Soo, Rey pun menerima sebuah panggilan telepon melalui telepon genggamnya.


" Halo, iya 20 menit lagi aku kesana " ucap Rey sambil mendekatkan telepon genggam ke arah kupingnya


" Ya sudah, itu tadi dulu aja ya untuk kelanjutannya nanti kalian bisa chat aku " ucap Rey yang mulai bersiap-siap mau pergi


" Kau sudah mau pergi? " tanya Jae yang mulai melihat ke arah Jae yang sudah berdiri dari sofa


" Iya, ada pasien yang harus aku tangani " ucap Jae yang mulai mengajak salaman pada Kyung Soo dan Jae


" Hati-hati di jalan " ucap Kyung Soo sembari membalas jabatan tangan dari Rey


" Iya, ingat lho buat kerjasama dengan yang memasak masakan ini dan jangan buat masalah " ucap Rey yang memberi peringatan untuk Kyung Soo


" Hemt " jawab Kyung Soo dengan wajah datar


Jae Hwan yang melihat tingkah dua sahabatnya yang sama-sama ketus hanya bisa tertawa kecil sembari membalas jabatan tangan dari Rey.


" Kau juga Jae, jaga bos mu ini dengan benar " ucap Rey yang masih belum puas mengoceh


" Iya, udah sana cepet pergi " ucap Jae yang mulai mendorong punggung Rey untuk segera pergi

__ADS_1


Rey pun pergi meninggalkan dua sahabatnya itu.


" Bos, ada apa kenapa ekspresi anda seperti sedang berpikiri serius? " tanya Jae yang menoleh ke arah Kyung Soo yang sedang berpikir


" Cari cara supaya gadis itu mau bekerjasama " ucap Kyung Soo yang menjawab pertanyaan Jae


" Maksudnya bos?? " tanya Jae yang masih bingung maksud Kyung Soo


Kyung Soo yang menyadari pola pikir Jae sedikit melambat hanya diam sambil menoleh menatap sahabatnya itu.


" Seketaris Jae, sebaiknya kau segera isi tenaga dulu sembari mengambil hati gadis yang memasak makanan di atas meja ini " ucap Kyung Soo yang mulai memberi perintah untuk Jae agar segera ke warung Ji Na


" Apa, aku harus kembali ke warungnya Ji Na bos? " tanya Jae yang masih sedikit bingung


" Oke bos, aku isi tenaga dulu ya, ini silahkan anda nikmati dulu makanannya " ucap Jae yang mulai bangkit berdiri karna sudah paham maksud ucapan Kyung Soo


Jae Hwan pun bergegas pergi meninggalkan rumah Kyung Soo.


Kyung Soo yang sudah jadi seorang diri mulai berpikir dengan keanehan yang sedang ia alami. Dirinya yang masih bingung dengan keadaannya mulai terus memikirkan apa yang sedang ia alami.


" Kenapa hanya makanan ini yang bisa aku rasakan " ucap Kyung Soo sembari menatap tatanan makanan yang sebelumnya dibawakan oleh Jae Hwan

__ADS_1


Tangan kanannya mulai mengambil ayam goreng yang sebelum sudah ia cicipi. Pandangan mata Kyung Soo mengarah ke ayam goreng yang sudah berada ditangannya itu seolah ingin mengajak bicara ayam goreng itu.


" Aku harus menemukan jawabannya " ucap Kyung Soo yang masih menatap ayam goreng yang ia pegang


Kyung Soo yang sudah menatap ayam goreng cukup lama berakhir dengan melahapnya.


" Jika masakan gadis ini adalah kuncinya maka aku harus mencari cara agar gadis itu mau membantuku " ucap Kyung Soo sembari mengunyah ayam goreng


Di sisi lain Jae Hwan yang belum sempat makan apa-apa ketika dirumah Kyung Soo mulai sampe di warung makan milik Ji Na.


" Oh kamu datang lagi " ucap Ayah Ji Na yang menyambut kedatangan Jae


" Ah iya paman,  kali ini aku mau makan disini " ucap Jae sembari membungkukkan badannya untuk tanda hormat kepada Ayah Ji Na


" Memangnya makanan tadi buat siapa? " tanya Ayah Ji Na


" Oh tadi untuk seorang teman " jawab Jae yang tak ingin mengingatkan Ayah Ji Na tentang Kyung Soo


" Oh ya sudah kamu duduk dulu sambil memilih makanan nanti kalo sudah panggil paman lagi ya " ucap Ayah Ji Na dengan penuh ramah


" Baik paman " ucap Jae yang membalas dengan ramah

__ADS_1


Jae pun mulai membuka menu makanan yang ditawarkan oleh warung makan milik Ji Na.


*****


__ADS_2