
apa benar caraku berpikir, sejak kejadian itu aku selalu berpikir , seandainya aku tertutup pada orang lain pasti kejadian waktu itu tidak akan terjadi , sekali kali pasti tidak akan pernah terjadi
"Truly wise man will not tell you the truth"
ORANG BIJAK SEJATI TIDAK AKAN PERNAH MENGATAKAN KEBENARAN
benar kan?
" kau masih demam" ucap aura kepada radith yang jarak antara aura dan radith hanya 1 jengkal , sedangkan radith yang awalnya menatap aura dengan expresi kaget di tambah wajah merona nya , langsung memejamkan mata ,
" sedang apa kau " balas radith dengan nada dinginnya sambil mukanya sedikit memerah
" kata Angga tadi kau sakit mangkannya aku langsung kemari " balas aura dengan kembali memandang radith dari jarak aman.
"bocah sialan" ucap batin radith yang berpikir Angga sedang mengerjai,nya
"aku tidak apa apa jadi cepatlah pergi " pintah radith dengan kembali menyandarkan kepalanya ke meja
setelah radith mengatakan itu tiba tiba aura berjalan ke tempat duduk nya dan duduk di belakang radith, radith pun terus memperhatikan aura yang ikut ikutan duduk.
"aku mau istirahat sebentar, habisnya,,habis turun lantai 3 terus naik lagi , kan lelah" jelas aura dengan nadanya agak kesal .
"terima kasih telah khawatir " tiba tiba keluar kata kata yang keluar dari mulut radith sambil meletakkan kepalanya di meja
aura pun menatap kaget ke depan dengan tatapan tidak percaya.
" sama sama " balas aura dengan senyum indah nya yang melihat ke arah radith sedangkan radith terus menerus menyenderkan kepalanya di atas meja .
" aku mau pulang " dengan tiba tiba radith berdiri dari tempat duduknya dan beranjak pergi meninggalkan aura sendirian di kelas.
.......................
"hmm... mau makan apa yah hari ini " terlihat aura yang berjalan sendirian menuju gerbang sekolah untuk pulang.
__ADS_1
" masak makan mi instan lagi yah" tambah pikir aura dengan mukanya yang agak bosan
tapi ketika aura hendak melewati gerbang terlihat radith bersandar di gerbang sekolah.
" radith'" panggil aura yang radith dengan cepat menoleh ke belakang
"maaf aku cukup egois yah , mau pulang bareng" balas radith yang langsung menghadap aura sambil tersenyum tipis dengan expresi penyesalan
" oh .. iya dith emangnya kalau pulang sekolah seperti ini kau makan apa " ucap aura dengan nada penasarannya
"kakak ku yang menyiapkan semua nya jadi aku tinggal makan " balas radith dengan nada datar nya tanpa melihat aura sedikit pun
" wah enak yah... kalau aku setelah pulang sekolah seperti ini selalu sibuk menyiapkan makan malam " balas aura dengan sedikit di hiasi muka kecewa nya
" memangnya keluarga mu kemana " ucap radith
"semua keluarga ku ada di surabaya jadi aku tinggal berdua dengan bibi ku yang di Gresik dia jarang sih nyiapkan makan tapi untung saja aku boleh tinggal di rumahnya" balas aura dengan berjalan kedepan dan pandangan menatap ke bawah
" apa alasanmu pindah cuma mau mengikuti orang" tanya radith yang menghentikan langkahnya karena pertigaan tempat berpisa ada di depan
" orang itu pasti hebat yah " balas radith dengan melihat muka aura yang sedikit kecewa
" hahaha ..... tentu saja dia hebat banget , kayaknya tidak ada orang yang sehebat dia " pintah aura yang tiba tiba tertawa geli sambil menutupi mulutnya
aura pun berjalan ke arah gang nya meninggalkan radith pada saat itu yang radith hanya melihat aura berjalan menjauh.
" sendirian di kota seperti ini , apa dia tidak kesepian yah," pikir radith yang terus melihati aura yang berjalan menjauh .
cplaasss...... tiba tiba radith menampar dirinya sendiri dengan tangan kanannya sangat keras
"kau sudah gila ya dith" gumam radith yang wajahnya merona tidak karuan , bukan karena di sebabkan tamparan bunuh diri , tapi entahlah apa sebenarnya yang terjadi
...................
__ADS_1
kreeek.... *terlihat radith membuka pintu rumahnya yang terlihat kak mora yang bermain PS 3 di ruang tamu
" wah sudah pulang ni " ucap kak mora yang perhatiannya masih tertuju ke arah layar
" kak aku kenapa?" tanya radith agak lirih kepada kak mora
" kenapa apa...." ucapan kak mora terpotong karena melihat muka radith yang terdapat bekas tamparan tangan
" kau habis di tampar cewek yah karena genit " goda kak mora dengan di sertai senyum tipisnya
"apa apaan sih kakak ini, aku kan tanya beneran " teriak radith disertai wajahnya yang kelihatan marah
" wah wah...terlihat deh karakter aslinya " goda kak mora kepada radith , yang radith tidak menghiraukan apa yang di ucapkan kakaknya
"jadi mau bilang apa " tambah kakak Mora yang perhatiannya tertuju kembali ke arah layar ps3
radith pun menjelaskan apa yang terjadi di sekolah pada waktu itu , sehingga kak mora melihat radith dengan tatapan kaget dan meninggal kan permainannya
"kira kira yah seperti itu " ucap radith yang telah selesai bercerita panjang lebar yang kak mora pada saat selesai mendengar cerita radith langsung tertawa terbahak bahak .
" ha...ha....ha... indahnya yah masa puber ha..ha..ha.." tawa kak mora yang tak ada hentinya menertawakan radith pada waktu itu
"kakak aku cerita serius " teriak radith pada kak mora dengan nada kesalnya
"ha...ha..ha.. bentar bentar kakak gak habis pikir orang kayak kamu bisa kena kejadian seperti ini ha..ha..ha.." balas kak mora yang terus tertawa terbahak bahak.
" cih ... ya sudahlah siapa peduli , emang salah yah tanya? , tanya malah di tertawai!! " gumam radith kesal yang hendak berjalan ke atas menuju kamarnya
tapi sebelum radith benar benar meninggalkan ruang tamu tersebut kak mora langsung berbicara
" kau sedang jatuh cinta bodoh" ucap kak aura yang berhenti tertawa , dan setelah mendengar jawaban kak mora radith berhenti dari langkah nya melihat kak mora dengan tatapan tidak percaya .
like woi*......
__ADS_1