
pagi itu sangat lah cerah , awan putih menghiasi langit pada waktu itu , angin lirih berhembus menembus para pengunjung taman bermain di sana dan di barengi beberapa pohon berguguran menghiasi indahnya hari itu .
"wah ..... harusnya kita coba apa dulu " ucap Angga dengan nada semangatnya melihat sekeliling taman bermain , walau mereka datang ramai ramai kelihatanya mereka berpencar .
"aku ikut saja " balas radith yang bermain smarthphone nya ternyata radith sedang bermain sebuah game dan berada di loby
" woi jangan main dulu **** " teriak Angga yang mengambil HP radith
" houf....kembalikan ... iya iya gak bakal main jadi kembalikan cepat" pintah Radit dengan menyodorkan tangan kanan nya ke arah Angga
" nih...sekarang kita main apa dulu yah" ucap Angga mengembalikan smartphon radith dan kembali melihat sekeliling taman bermain.
"sudah aku bilang terserah" jawab radith dengan memasukkan smartphon nya dan kembali mengikuti Angga yang berjalan ke arah beberapa wahana
sedangkan di sisi lain ....
"pokoknya aku suka wahana yang bisa membuat serangan jantung" ucap Adzkia dengan nada lirih polosnya seperti tidak ada beban ketika bilang serangan jantung.
"seumpama aku tidak bilang apa yang terjadi" ucap aura yang masih memikirkan yang di bilang Adzkia di luar taman bermain.
"kalau dia bilang duluan apa yang terjadi" tanya balik Adzkia ke aura ." apa yang akan kau katakan ,ke dia "
"aku tidak tau , aku hanya ingin berteman " ucap lirih aura dengan jongkok sambil menutup mukanya sepertinya dia bingung
" mangkanya bilang saja ke dia sebelum dia bilang duluan , kalau kau tidak bilang duluan secara halus dan dia menyatakan duluan mungkin dia akan semakin cenggung dan menghindar terus " balas Adzkia dengan melirik ke arah aura yang kembali berdiri.
" aku akan bilang sekarang , kalau tidak semuanya akan hancur , kau main sendiri saja sampai kena serangan jantung " ucap aura dengan berjalan menjauh dari Adzkia , sepertinya aura sedang mencari radith .
" di luar dugaan dia sangat berani"ucap lirih Adzkia yang melihat loricoster yang bergerak dengan sangat ganas " ngomong ngomong apa dia tidak berlebihan saat bilang serangan jantung"
kembali ke sisi peran utama kita terlihat radith dan teman akrabnya Angga telah keluar dari satu wahana yang mungkin sedikit menantang , karena terlihat di wajah Angga yang berubah pucat sambil menutup mulutnya dengan ke dua tangannya
__ADS_1
"oke!" ucap lirih radith yang Angga hanya mengangkat jempol tangan kanannya dan tangan kiri nya masih setia menutup mulutnya" sudah aku bilang kan"
" bentar berhenti bicara ,....gw barusan nelen sarapan tadi pagi gw untuk ke 2 kali nya " ucap Angga dengan sedikit tersenyum tipis sambil melihat ke radith" kau tau rasanya ? rasanya sedikit asam asam..."
" stop woi.... beli minum saja sana " teriak radith dengan memasang muka jijik nya sambil menutup telinga kanannya dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya masih setia dengan smarthphon nya .
" kalau begitu tunggu aja di sana gw beli dulu " balas Angga dengan berjalan sempoyongan seperti orang habis mabuk berat , memang dia sedang mabuk tapi sepertinya dia bukan mabuk seperti yang kalian pikirkan !
" mulai deh lu gw nya "ucap batin Angga dengan memasang muka heran sambil duduk di sebuah kursi panjang yang sudah di sediakan oleh taman itu , memang sih kursi panjang seperti yang di duduki radith tersebar di penjuru taman bermain jadi tidak susah untuk mencari tempat istirahat"kan gini gak ada yang ngganggu "
radith pun membuka akun game nya , dia agak gak yakin sih buka akun lamanya karena dia sudah lama pensi , tapi saat dia bertemu Malik , keinginan dan tekad atau bisa di bilang cita cita kecilnya terbesit kembali dalam memori kecilnya " sekali main gak ada salahnya kan?"
" hmm..." gumam radith dengan tersenyum tipis melihat guild dulunya yang masih terpampang jelas di loby pojok kanan tempat chat , guild yang bernama DCYRUS atau biasa di sebut DC itu sangat hancur karena hanya tersisa 5 orang yang masih berada di dalam guild tersebut" ke 5 akun ini pasti sudah di tinggal "
"walau aku sudah gak hafal sih ini akun siapa " tambah radith dengan melihat lihat nickname ke 5 anggota DC yang masih di dalam guild tersebut
"hei...." tiba tiba tanpa di sadari radith terlihat aura yang sudah berdiri di depan radith sambil membungkuk melihat smartphon radith
"gak....gak sopan" ucap gugup radith dengan wajahnya yah seperti biasa menampakan muka cenggung dan merona manis ,
" hmm..bukanya dulunya kau juga anggota gamer yah " tanya aura yang ikut duduk di samping radith , bukan sebelahan pas ,ini kursi panjang jadi ubah imajinasi kalian "kalau dipikir pikir padahal dikit lagi menang kan ? tapi kenapa team capten nya .."
" stop...kenapa kau disini , kemana tukang permen ungu itu" tiba tiba radith memotong pembicaraan dan membelokkan topik yang menjerumus ke Adzkia
sedangkan di sisi Adzkia
"wah ada uang" ucap lirih Adzkia dengan mengambil sebuah koen emas bertulis lima ratus " HM..pasti ada yang ghibah Adzkia"
.................
kembali ke alur gan....
__ADS_1
" bukan , bukan hal penting sih , tapi sepertinya kau agak gak nyaman yah kalau dekat dengan ku , apa karena sifat ku yang agak terbuka dan bermulut lebar ,atau karena ..." ucapan aura terpotong
" bukan , " ucap singkat radith dengan menatap smarthphone nya menyembunyikan wajah merahnya .
" sepertinya aku mulai sedikit nyaman .....eh eh....maksudku bukan nyaman yang kau pikirkan ..."
seperti nya maincracter kita sedang salting , terlihat dia tidak beraturan saat berbicara .
"emang nyaman apa yang ku pikirkan " ucap aura yang sedikit memasang wajah sinisnya
" maaf " ucap singkat radith dengan mematikan samrtphone nya .
" houf... kau memang anak aneh yah , sejak pertama bertemu saja kau sudah menampakan sesuatu yang aneh , mungkin kau agak cenggung dengan ku kalau begitu ,perkenalkan namaku aura " ucap aura dengan menghelai nafas panjang sambil memperkenalkan diri nya untuk ke sekian kalinya .
" apa apaan kau ini " ucap dingin Radit melihat aura yang sikapnya berubah 180 derajat
" ikut saja , gak bakal ada salahnya kan?" balas aura datar dengan menyodorkan tangan kanannya ke arah radith , yang dengan perlahan radith menjabat tangan aura.
" aku aura dan aku hanya ingin menjadi temanmu " ucap datar aura yang selesai mengatakannya aura langsung melepas jabat tangan nya dari radith dan berdiri dari tempat duduknya .
radith pun hanya melihat dengan tatapan datarnya melihat ke arah aura yang menjauh .tak lama aura berjalan tiba tiba aura berbalik ke arah radith .
" ngomong ngomong apa aku ada kesempatan dengan Angga , yah walau kami agak kurang akur sih tapi aku suka dia , kau tau kan dia cukup humoris , " ucap aura yang tiba tiba membahas Angga
" sepertinya ada " balas radith dengan tersenyum tipis yang kembali menyalakan smartphone nya dan menatap menu android
" baguslah " pintah aura dengan kembali berjalan menjauh
aura pun berjalan menjauh dengan mukanya yang agak kesal bercampur malu "semoga rencanaku berjalan dengan baik , aku tidak peduli apa yang akan di pikirkanya , yang terpenting sekarang adalah rencana houf......you strong aura " gumam aura dengan nada agak menyesal dengan apa yang dia katakan .
__ADS_1