Started From The Game

Started From The Game
aura jasmine


__ADS_3

jam menunjukkan pukul 8 malam dan terlihat di kamar aura yang lumayan luas dan di penuhi poster musik dan melodi , di atas kasur aura termenung dengan memeluk boneka beruang besarnya .


sesekali aura menghelai nafas panjang nya dan mengubah posisi tidurnya


"hmm... apa aku tidak terlalu jahat yah bilang seperti itu , sampai sampai aku merasah bersalah , kenapa coba aku menuruti omongan Adzkia , pasti nanti di sekolah akan sangat cenggung" gumam aura dengan wajah manisnya tertutup rambut putih halus yang terurai bebasnya .


" kriiiing...." bunyi smarthphon aura yang menghancurkan kesunyian malam pada waktu itu , aura dengan lirih mengambil smarthphon nya dengan masih di posisi tidurnya dan melirik ke arah nickname yang ada dalam nomer tersebut ,


"hmm..apa lagi sih dia ini"gumam kesal aura dengan melihat nama dari nomer HP tersebut , aura pun dengan posisi tidurnya mengangkat panggilan dari samrtphone nya.


"kenapa ! " ucap lirih aura yang sedikit membenamkan mukanya ke boneka beruang nya pada waktu itu dengan tatapan penuh kegugupan .


"sudah ku bilang kan saat pertama kau pindah , untuk tidak dekat dekat dengan dia " dengan tanpa salam atau apalah , seseorang yang menelepon aura langsung berbicara dengan nada ketusnya "apanya yang cuma mau minta maaf dan langsung pergi , dasar naif"


" houf....aku tau tapi aku hanya butuh sedikit waktu , aku cuman agak gugup dan takut " balas lirih aura yang dengan nada lirih dan seperti bukan aura pada umumnya .


" takut di benci? iyakan !? " pintah dengan nada keras dan cepatnya yang aura hanya terdiam menatap wajah boneka nya dengan tatapan gelisah " apa kau tidak punya rasa balas Budi !? apa karena kau anak orang kaya jadi tidak di ajarkan oleh keluarga mu , hei..aku peringatkan sekali lagi , cepat selesaikan urusan mu dan menjauhlah dari radith , atau...aku yang akan bilang ke radith"


" hmm.. aku ingin sampai akhir semester 2 setelah itu aku akan pindah jadi jangan khawatir , setelah itu aku tidak akan menggangu Radit mu" balas aura dengan menutup panggilan telepon nya dan langsung melemparkan nya ke sisi lain kasurnya." houf.... apa yang aku takutkan , kalau dia membenci ku itu tidak akan ada masalah , kita tidak akan menjadi sangat dekat sampai ke yang di sebut pacaran , apa yang dia khawatirkan tidak akan terjadi "


setelah bergumam seperti itu aura menutup matanya sedikit demi sedikit , kelopak mata aura kini bertambah berat dan semakin berat sehingga dia tertidur.


...


........

__ADS_1


........,.....


"aura bangun udah jam 6 cepat mandi" teriak dari luar kamar aura yang menggemah. karena teriakkan dari bibinya, aura pun mencari samrtphone yang dia lempar tadi malam, dengan lirih aura duduk dari tidurnya dan melihat sekeliling kasurnya sambil mengusap ke dua matanya mencari di mana smartphone nya.


smartphone yang di cari aura ternyata terletak di pojok belakang kasurnya aura dengan lirih merangkak ke arah samrtphone nya dan selesai smartphone berada di tangannya aura kembali ke posisi rebahan nya


"hmm..." gumam aura dengan melihat jam di smartphone nya pada waktu itu yang menunjukkan pukul 5. 45 ,


kreeek..... terlihat di depan pintu wanita yang wajahnya sudah seperti ibu ibu dengan rambut hitam panjang nya " ayo bangun ... kalau ibumu tau kau semalas ini dia pasti akan mengomelimu "


"iya bi... ini udah bangun"balas aura dengan bangun dari tidurnya dengan rambutnya yang acak acakan .


" cat rambut mu agak memudar tu" pintah bibi aura yang melihat warna rambut aura kembali ke warna asli rambutnya


"hmmm... iya , apa bibi masih menyimpan bekas ku kemarin" balas aura dengan berdiri melihat ke arah kaca besar di dalam kamarnya dengan memegang rambut putih panjangnya yang agak memudar.


" houf.... sudahlah aku mandi dulu" balas aura tidak menghiraukan omongan bibinya


...............


awan pada waktu itu nampak abu abu yang bercampur putih membaur dengan sangat akrabnya , dengan di hiasi angin berhembus sedikit kencang membawa hawa dingin yang lumayan menusuk , terlihat di tengah tengah terpaan angin aura berjalan dengan memeluk dirinya sendiri


" wah dingin sekali hari ini" gumamnya dengan tangannya saat ini telah berpindah di saku jaket kuningnya yang di hiasi garis garis putih di setiap tepi jaket tersebut .


dari kejauhan terlihat dari pojok gang, Angga berjalan ke arah sekolah sendirian.

__ADS_1


"Angga !.." teriak aura yang memanggil Angga dengan sedikit keras sambil berlari ke arah Angga .


"jangan sok akrab deh , kita gak seakrab itu ," balas Angga yang menampakan muka kesalnya sambil melirik aura yang sudah berjalan di sampingnya .


"ha .ha. kau benar benar menganggap aku musuh mu yah!?" gumam aura dengan di hiasi tawa kecutnya menatap Angga


"ngomong ngomong kemana radith" tambah aura dengan bertanya kepada teman akrabnya pada waktu itu .


"apa urusanmu ! " balas Angga menatap aura dengan tatapan ancaman .


" Bu..kan begitu !,aku kan teman nya jadi kan wajar kan! ? " balas aura dengan nada gugupnya melihat ke dua tangannya yang tanpa di sadari tangan aura sudah keluar dari jaket nya.


" gak tau tuh tadi kakaknya cuma bilang begini , maaf yah ngga radit nya kayaknya gak enak badan , karena naik wahana kemarin , gitu katanya , tapi kau tau kenapa dan apa yang membuat ku kesal , dia kan cuman naik rollicoster dan setalah Naik dia baik baik aja , bilang saja kan dia pengen bolos jadi buat alasan " gumam Angga dengan nada agak kesalnya .


" hmmm...apa karena perkataan ku yah " ucap batin aura dengan menatap langkah kakinya sendiri sambil di hiasi mukanya yang sedikit menampakan tatapan penyesalan " gara gara gadis ungu itu"


" ngomong ngomong kau akrab sekali dengan radith dan sepertinya dia menyukai mu tu" tambah Angga yang membuat aura terbelalak sambil menatap Angga .


" kau udah gila yah , jangan mengada Ngada , dan jangan bilang sepertinya , itu kata yang tidak pasti dan kita pasti tidak akan memilih yang tidak pasti , dan jangan konyol , kau memang konyol " ucap aura membalas perkataan Angga .


"aku memang konyol , tapi.....aku tidak akan mungkin salah menilai sahabat ku !" tambah Angga menatap aura dengan tatapan serius


" kau gila , sepertinya kau sakit " balas aura dengan memalingkan wajahnya ke sisi lain " cuman omong kosong orang konyol ...pasti itu tidak mungkin " ucap batin aura dengan memalingkan wajahnya yang menyembunyikan wajah merona manisnya .


"ha..ha ... yah sepertinya aku sakit " tawa Angga sengaja merusak suasana serius pada waktu itu.

__ADS_1



__ADS_2