Started From The Game

Started From The Game
TERIMA KASIH


__ADS_3

semua yang kita alami adalah sebuah cerita , entah kejadian yang kita ingat atau kejadian yang berjalan tanpa kita sadari itu adalah bagian cerita hidup kita


sedangkan di sisi Angga terlihat Angga sedang memakan sebuah pangsit yang tersedia di menu kantin pada waktu itu.


" lama kali tu anak bisa bisa waktu jam kosongnya bisa habis " ucap batin Angga dengan sesekali menyeruput kuah dari pangsit tersebut


 


"Yo..." tiba tiba radith memanggil lirih Angga dengan muka dingin nya sambil duduk di tempat yang sudah di sediakan Angga


" lama sekali ngapain aja , masak nulis segitu aja lama amat kau kan sudah terbiasa nulis kok bisa lama sih" ucap Angga agak kesal bersamaan habis nya menu yang sudah di pesannya,


 


radith melihat lirih ke seluruh kantin .


 


"bodo ah! sekolah nya besar sulit sekali menemukan kantin sekecil ini , ngomong ngomong itu berapa " jawab radith dengan muka membosankan nya sambil menyandarkan pipinya ke tangan kanannya


 


" alasan! ini 7k murah kan , kalau di pinggir jalan bisa 15 ribu loh " ucap Angga menjelaskan secara detail makanan yang di makannya


 


"mau pesen??" tambah Angga dengan muka seperti orang yang mau promosi


 


" gak usah aku cuman pengen istirahat yah ngomong ngomong kapan kau bilang makanan mahal semua makanan kan bisa kau beli? " balas radith dengan mengeluarkan haedset nya yang berwarna biru pekat


 

__ADS_1


"*****!!, ngomong ngomong lu mau ke jurusan apa " tanya Angga serius ke radith


 


" niat nya mau masuk mesin, tapi disuruh kak mora masuk jurusan komputer biar bisa buat animasi atau game " balas singkat radith dengan menyalakan MP3 nya , dengan muka yang agak tersenyum tipis


" parah kali kakak lu yakk Napa gak suruh masuk jurusan animasi aja okwowkwok" balas Angga dengan muka tertawa bebas sambil mengeluarkan smartphone, yang di iringi anggukan radith menandakan kakak nya emang parah sangat.


" ngomong ngomong dith kapan lu gak jomblo" tanya Angga dengan sesekali melirik radith yang fokus mendengarkan MP3 nya .


 


" gak tertarik!" jawab lirih radith dengan nada agak kecut yang Angga hanya melihat radith dan kembali memainkan smartphone nya


 


jam 10.40 terdengar bel masuk menandakan ada jam yang akan di isi maklum awal mouse jadi murid murid agak di longgarkan. terlihat Angga dan radith berjalan ke atas tangga yang menjulang ke atas dan berbelok 3 kali


sesampainya di atas terlihat kelas mereka ramai dengan para senior yang melihat kagum dari luar cendela kelas seorang perempuan dengan senyum indahnya berbicara ke anak anak senior yang perempuan.


" kenapa sih mereka ini" ucap batin Angga keheranan sambil berjalan masuk ke kelas nya.


 "permisi permisi" ucap Angga melewati kumpulan senior cewek yang ternyata berbicara ke pada aura yang terlihat jelas aura agak tidak nyaman dengan obrolan Meraka di tandai senyum paksa aura


 


"siapa anak rambut putih ini" ucap batin Angga dengan duduk manis di tempat duduk nya yang paling belakang. sedangkan radith langsung duduk karena tempat radith paling depan sambil melihat keluar cendela dengan menyandarkan pipinya ke tangan kanannya


" beneran kamu seperti putri es aja serba putih kayak gini kami pasti populer di sekolah mu dulu kan " ucap salah satu gadis senior yang berbica pada aura


 


" nggak juga kok kak hihihi" balas aura dengan senyum yang di buat buat sambil memasang muka cenggung sambil aura memainkan tangannya di bawah meja.

__ADS_1


  sesekali radith melihat bayangan aura di pantulan cendela yang tidak nyaman dengan perlakuan mereka pada saat itu.


 


Set..... tiba tiba radith berdiri dan menghadap ke belakang dengan muka dingin dan tidak menunjukan ekspresi apapun


 


" kakak kakak, sebentar lagi kami mau masuk , mungkin kalian bisa bubar, dan ngomong ngomong kalau kalian berkumpul seperti ini cepat buat aku gerah karena kekurangan oksigen". ucap radith berbicara dengan muka dingin nya , yang tanpa di sadari Radit, aura menatap radith dengan tatapan kagum.


" iya ini udah mau keluar , radityah alifiandra" balas salah satu cwek yang melihat radith dengan tatapan yang sudah akrab dengan iringi senyum manis kepada radith , .


" terima kasih " tambah Radit tidak kaget sedikitpun kalau dia menyebut namanya, dengan kembali duduk sambil di ikuti keluar dan bubarnya anak anak senior tersebut. kembali radith melihat cendela sambil di iringi lagu FIGH SONG.


" amatir " senyum Angga dari belakang sambil memainkan alat tulisnya.


tak.. tak .. tiba tiba dari belakang radith di lempar sebuah kertas binder berwarna kuning , radith pun dengan lirih menoleh kebelakang dengan muka dingin nya , terlihat aura yang pura pura menulis sambil sesekali melirik ke radith


" aneh !" ucap batin radith dengan mengambil kertas binder tersebut dan kembali menghadap kedepan , karena agak penasaran radith pun membuka kertas yang di lempar dari belakang.


 


dan ternyata yang tertulis di dalam kertas itu adalah hanya 2 kata tapi bisa membuat radith merasakan awal yang aneh dari cerita ini


#TERIMA_KASIH


KET: MUKA DINGIN ITU wajahnya tidak menampakkan senyum dan selalu bermuka datar


"maaf kalau aneh yah 😅


like woi kasihan gw ****


__ADS_1


__ADS_2