Started From The Game

Started From The Game
CENGGUNG


__ADS_3

Andaikata semua kehidupan ini menyakitkan, maka di luar sana pasti masih ada sepotong bagian yang menyenangkan. Kemudian kau akan bergumam pasti ada sesuatu yang jauh lebih indah dari menatap rembulan di langit. Kau tidak tahu apa itu, karna ilmumu terbatas. Kau hanya yakin , bila tidak di kehidupan ini suatu saat nanti pasti akan ada yang lebih mempesona dibanding menatap sepotong rembulan yang sedang bersinar indah, tapi pertanyaannya apa yang lebih bersinar dan indah dari rembulan ?, apakah ini adalah pertanyaan menjebak, yang hanya di sampaikan orang yang puitis ?


di suatu kamar yang sangat tidak teratur , berantakan , baju baju berserakan , tapi terlihat di atas kasur seorang pemuda yang menutupi dirinya dengan selimut , pemuda yang bernama radith tersebut kelihatannya tidak bisa tidur nyenyak sampai sekarang , yang sekarang sudah menunjukkan pukul 6 pagi.


"gila aku sampai tidak bisa tidur dengan tenang gara gara omongan kakak " gumam lirih radith yang mukanya masih merona dengan di hiasi kantong mata pertanda dia sangat kelelahan


"jatuh cinta ke orang seperti itu , houf.... jangan konyol ,, tidak akan ! " gumam sekali lagi radith yang beranjak dari tempat tidurnya dan pergi ke kamar mandi.


....................


" dith....cepat turun makan nih " teriak kak mora yang bertepatan radith telah selesai melakukan kegiatan di kamar mandi.


" iya kak sebentar pakai seragam dulu" teriak radith dari lantai 2


10 menit berlalu terlihat radith turun dari kamarnya di lantai 2 yang memakai seragam seperti kemarin


" cepat makan Angga nunggu tu di depan " pintah kak mora yang telah duduk terlebih dahulu di meja makan , terlihat radith duduk di kursi depan kak mora , yang sesekali kak mora tertawa lirih dengan di tahan .


" Kakak ini kenapa sih" ucap kesal radith yang melihat kak mora menertawakannya


" tidak tidak abaikan" balas kak mora dengan mengerak gerakkan tangan kanan nya ke bawah ke atas.


" lagian siapa yang jatuh cinta sama anak seperti itu " ucap lirih radith sambil mengambil nasi dari tempatnya .


" memangnya seperti apa sih orangnya " tanya kak mora penasaran


" dia itu anak yang se,enak nya ,bikin orang kesal , di hari pertama masuk saja dia sudah pinjam headset tanpa izin ,. dan dia juga meminjam novel ku dengan paksa pernah juga...." omongan radith terhenti karena kakak Mora tertawa bebas nya

__ADS_1


" ha....ha......ha...bodoh kali sih ha....hah..ha..." tawa kak mora yang memecahkan keheningan rumah radith .


" kakak ini kenapa sih , setiap aku mau cerita selalu aja tertawa gak jelas " kritik radith dengan menatap kak mora dengan tatapan kesalnya


" yah ....gimana yah gak masuk akal sih " pintah kak mora deng menyenderkan kepalanya di tangan kanannya.


" apanya gak jelas , sudah jelas dia itu cewek yang se,enaknya" ucap radith dengan ketusnya sambil melahap makanan nya dengan cepat karena kesal


" gini .... kau kan laki laki ..... kalau menurutmu dia menyebalkan , berisik dan apalah terserah... kenapa kau masih Sudi melihatnya ... kalau kau benar benar benci mana mungkin kau meminjamkan buku pribadi mu ,.... gak masuk akal kan" balas kak mora yang radith langsung berhenti dari kegiatan sarapannya .


" itu .....itu .....karena dia memaksa ..!!"teriak radith dengan wajahnya mulai merona .


"pfhuuut.....ha..ha..ha... baru ngobrol kayak gini tentang wanita atau di bilang musuh mu , wajahmu jadi kayak kepiting rebus ...ha...ha..ha..." tawa kak mora yang menertawakan radith wajahnya yang memerah


"sesekali jujur kenapa?? " tambah kak mora yang radith hanya melihat kak mora dengan muka kesalnya


....................


pandangan kita tertuju di bangku depan yaitu radith yang sesekali melirik ke belakang melihat aura yang sedang menulis apa yang di sampaikan oleh guru


"argh.... gak mungkin sampai mati pun gak rela kok bisa punya perasaan ke orang kayak gitu sih " ucap batin radith kesal sambil menggaruk garuk kepalanya.


"radith kamu paham?" tiba tiba pak guru bertanya kepada radith , secara refleks radith pun langsung melihat ke papan tulis


"bilangan biner itu apa ?" tanya guru itu kepada radith yang radith hanya pasrah , apalagi Angga tidak mau membantunya


" houf... maaf pak saya kurang perhatian " balas radith lirih di barengi nafas panjangnya keluar

__ADS_1


" fokus dith , kita lagi serius " pintah pak guru itu menegur radith


"maaf pak," balas radith sambil menundukkan pandangan


" yang di belakangan nya Radit rambut putih silahkan jawab " ucap pak guru itu melempar pertanyaan kepada aura saat itu.


"Sistem bilangan biner atau sistem bilangan basis dua adalah sebuah sistem penulisan angka dengan menggunakan dua simbol yaitu 0 dan 1," jawab aura dengan lancarnya ,


" hmm... sudah paham " tanya pak guru yang bertanya kepada radith


" terlalu cepat pak , saya tidak sempat menulisnya " balas radith lirih sambil memperlihatkan catatannya


" tanya rambut putih di belakangmu , masak yang di depan kalah sama yang di belakang"pintah pak guru yang menyuruh radith bertanya kepada aura pada saat itu


radith pun berbalik ke belakang bertanya kepada aura sambil menutup mata nya sesaat


" houf .... jangan cepet cepat coba ulangi " ucap radith dengan muka dingin nya yang melihat aura


" baiklah simak yah..." balas aura dengan tersenyum manis kepada radith.


" gak usah pakai senyum segala , cepat !" ucap radith lirih kepada aura dengan muka kesalnya


" katanya tadi jangan cepat cepat " balas aura lirih yang menatap radith dengan heran karena muka nya sering memerah


" entah saat itu ,,,,saat dia tersenyum rasanya cenggung sekali " ucap batin radith dengan memalingkan pandangan nya dari aura*


__ADS_1


__ADS_2