Started From The Game

Started From The Game
KHAWATIR AKAN SORE


__ADS_3

di ruang tamu rumah radith terlihat sangat padat karena banyaknya orang yang berkunjung , di atas sofa terlihat Nia yang terlentang sambil menutup matanya dengan lenganya , sedangkan Angga bermain smartphone nya dan bersender dekat pintu kamar kak mora .


"hei ..." tiba tiba aura memanggil radith yang tengah duduk di samping kanan Angga , sedangkan aura di sisi kiri Angga


" hmm..." jawab radith lirih sambil melihat aura sekejab


" emmm...bagaimana ceritamu , apa kau sudah lanjutin , soalnya penasaran terusan nya " ucap aura yang membuat radith menggeser lehernya untuk menatap aura , mungkin ini adalah topik yang di sukai radith.


"belum soalnya belum ada waktu , kalau kau mau lanjutin kau bisa bawa buku ku dan lanjutkan menurut versi mu " ucap lirih radith yang kali ini radith menatap aura.


"gak seru ah.. kalau aku yang nulis pasti tau lanjutannya " balas aura dengan menggaruk nggaruk kepalanya


"hmm..kau buat saja sendiri, kalau kau buat aku akan melanjutkan kisahnya " tawar radith yang nadanya mulai formal dan normal sama aja yak


" houf.....mesra kali " bisik Adzkia yang berada di samping aura , yang setelah aura mendengar itu wajahnya langsung berubah


" bagaimana?"tanya sekali lagi radith mengenai tawarannya.


"Baa...baiklah aku setuju" balas aura agak gugup tapi dia masih tersenyum walau agak di paksakan.


"berisik .....!!! ngobrol di tempat lain dong jangan ditengah tengah gw kayak gini" teriak Angga dengan tiba tiba dihiasi nada kesalnya, sampai sampai Nia melirik sejenak ke arah Angga


"houf...gamer bacot belum berubah " ucap lirih Nia dengan melirik sekejap kemudian menutup matanya kembali


" musang!! masih lama tidak??" tanya Adzkia yang terlihat dia sudah bosan menunggu


" kenapa gak ada yang manggil gw dengan nama normal sih woi..!!" jawab Angga yang dari datang kerumah radith sebenarnya sudah kesal


ckreekk..... pintu kamar yang di samping Angga terbuka dan keluarnya seorang perempuan dengan rambut hitamnya dan sedikit disemir sebagiannya dengan warna merah darah yang ternyata kak mora


"eh...!" pintah kak mora karena melihat tamu dalam rumahnya sangat banyak , dan tamu tamu itu pun memandang kak mora


" ada apa ? " tanya kak mora pada Radit dengan kebingungan


" emm ..ini kak teman teman ku mau beli PC buat praktek tapi tidak tau dimana dan yang bagaimana?" jelas radith dengan nada normalnya tanpa dihiasi aura khas dingin Radit yang membuat aura terkejut karena orang yang terkenal dingin baginya bisa setenang itu


"em...Nia juga?" jawab kak mora dengan mengangguk kan kepalanya disertai pertanyaan tambahan


" tidak kak , saya hanya ingin bernostalgia sebentar " jawab Nia lembut dengan dihiasi senyuman di wajahnya , yang nampak Angga tidak begitu senang dengannya.


" oh ...iya ngga gimana kalau lusa , soalnya orang yang menyediakan PC belum kakak kabarin , gimana dong.." pintah kak mora dengan nada bersalahnya , yang Adzkia menatap sinis Angga dan Angga tersenyum seperti ketakutan


"eeee...lusa itu Kamis berarti kak ??" tanya Angga sekali lagi untuk memastikan

__ADS_1


" iya soalnya mendadak sih kamu bilangnya, lagian juga ini kan udah sore " jawab kak mora


"houf..gak apa kak Kamis kami kesini lagi" pintah Angga dengan menghelai nafas panjangnya , seperti kecewa


" maaf yah semuanya .." ucap kak mora dengan melihat Adzkia dan aura sambil tersenyum tipis


" kalau begitu kami pamit yah kak " ucap Angga yang mau berbalik hendak keluar dari rumah radith


" loh...langsung pulang nih ...main dulu sana sama radith " pintah kak mora dengan melihat radith dan Nia menonton acara televisi


"maaf kak udah sore " balas Angga dengan nada agak kesalnya , sambil berjalan keluar dari rumah radith dan di ikuti oleh aura dan adzkia


setelah diluar......


" musang payah " pintah Adzkia yang agak meninggikan suaranya kesal


" maaf..maaf.." balas Angga dengan menggaruk nggaruk kepalanya dan berjalan pulang.


waktu itu jam menunjukkan pukul 5.30 sore dan suasana sudah gelap yang cahaya oren semakin memudar .


"dia...siapa" tanya aura tiba tiba dengan nada lirihnya , mendengar pertanyaan aura yang tiba tiba tersebut membuat Adzkia dan Angga menatap aura .


" siapa ...maksudmu kak mora ?" tanya balik Angga


" hmm..bukan tapi yang satunya .." ucap aura sepertinya sangat penasaran .


" yakin berani ?! jalan di gang sepi sendirian seperti ini" tanya Adzkia pada aura


"hmm..." balas aura tersenyum sambil menganggukkan kepalanya


" hati hati yah! awas ketemu makhluk penunggu nanti wkwkwk"goda Angga pada aura


brak...dengan wajah polosnya Adzkia memukul punggung Angga dengan pukulan yang lumayan keras


" ikhh ..aduh...sakit woi" teriak Angga kesakitan dengan memegang punggungnya


" abaikan dia , jangan kecewa yah!" ucap Adzkia dengan kembali berjalan bersama Angga dan meninggal kan aura , yang Angga terlihat masih memegangi punggungnya


" pasti...pasti gak ada penunggu...itu mitos mitos ..." ucap lirih aura, sepertinya dia ketakutan ,terlihat di keningnya keringat dingin membasahinya , tak lama aura berjalan betapa terkejutnya dia melihat seorang laki laki berjaket dengan rambut coklat dan mata coklatnya melirik ke arah aura sesaat kemudian kembali menatap sepatunya ,


" radith!??" ucap kaget aura melihat radith bersandar di sebuah tiang listrik


" gak usah sekaget itu juga " balas lirih radith

__ADS_1


" aku disuruh , kak mora !kalau tidak di suruh aku gak bakal ke sini " tambah radith dengan berjalan di depan aura


" hmm...kak mora menyuruhmu mengantarkan ku ?" tanya aura ke radith yang aura sedikit mempercepat langkahnya sehingga dia berjalan di samping radith


" iya " balas singkat radith dengan nadanya yang lirih


" ngomong ngomong cepat sekali kau bisa kesini" tanya aura yang wajahnya serius bak detektif yang sedang memecahkan misteri.


" lewat gang sempit tu !" balas radith dengan menatap gang sempit yang di lewati nya


"pantesan cepat ... oh iya kenapa tadi gak masuk?, apa karena ucapan ku di taman bermain?" tanya aura dengan menyimpan tangannya belakang tubuhnya


" ucapan mu yang mana? jangan ngawur ..aku cuman mau ketemu teman itu saja " jawab lirih radith dengan menoleh ke arah aura sesaat


"wah ...segitu pentingnya yah sampai kau berbohong ..." pintah aura dengan sedikit tersenyum dengan nada bebasnya


"hmm...semua teman ku itu penting " jawab lirih radith dengan melihat langit yang sudah tidak berwarna terang lagi


" apa aku juga, kau ingat aku kan teman mu !?" tanya aura dengan menatap radith , yang setelah radith mendengar itu radith pun menatap aura sehingga tatapan mereka ber dua bertemu


" entahlah....sepertinya !" balas radith dengan memalingkan wajahnya


" hmm...radith!" panggil aura dengan tiba tiba yang radith langsung menoleh ke arah aura


ckreek.....saat radith menoleh ternyata aura memotret Selfi dirinya dan radith


" dapat !ha .ha....ha..." tawa aura dengan tersenyum manis pada radith


" tidak sopan " balas radith yang kali ini dia sedikit tersenyum tapi aura tidak menyadarinya karena terlalu sibuk dengan hasil fotonya.


setelah itu di rumah radith....


kreeek....suara pintu terbuka terlihat radith berjalan masuk ke dalam rumahnya


"dari mana !" tanya kak mora yang sudah menunggu di ruang Tama sambil memakan Snack


" jalan jalan sebentar " balas radith dengan melepas jaketnya dan berjalan naik ke kamarnya


" jalan jalan sore kayak gini?? kurang normal! dan Nia baru saja pamit pulang" gerutu kak mora yang radith menghiraukan ucapan kak mora


sedangkan di rumah aura terlihat aura terus menatap fotonya yang bersama radith tadi yang muka aura morona entah di sebabkan oleh apa


***like woi..

__ADS_1


gambar gak jelas abaikan 👇***.



__ADS_2