Started From The Game

Started From The Game
hanya sebatas teman


__ADS_3

 TERKADANG........


 


semakin kau menyembunyikan perasaan mu


kepada seseorang....


semakin jatuh pula kau dalam bayangannya.


set..... terlihat radith yang menyapu ke dua matanya dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanan nya memegang smartphone nya


"padahal aku aja belum bilang ckckck, apa dia cwek yang sangat peka yah ? memalukan padahal kan belum pasti kalau aku menyukainya!" pintah radith dengan tersenyum tipis sambil mengulang mengusap ke dua matanya , " tapi.... kenapa terus saja kecewa?"


" Yo ... kelihatannya mualku sudah membaik , "tiba tiba Angga datang dengan mukanya yang di hiasi senyuman yang di arahkan ke radith dan membawa sebuah pop ice tapi cuma 1


" mau ?" tambah Angga dengan menawarkan pop ice nya dan duduk di sebelah radith , terlihat Radit pada waktu itu mampu mengendalikan dirinya dengan berpura pura menatap serius ke arah smartphone nya , walau mata radith masih terlihat sedikit merah ," tidak itu sama saja ciuman tidak langsung"


"najis ....!" balas Angga dengan kembali menyeruput pop ice yang dia beli


" oh iya 5 orang yang masih bertahan di sini memangnya siapa saja ?" tanya radith dengan nada lemasnya dan menyodorkan smartphone ke arah angga


"emm... aku ...kau...roid..Ashim ....yang satu kan mantan ..." sebelum Angga menyelesaikan bicaranya tiba tiba mata radith mengeluarkan air mata yang mengalir lumayan deras


"ma...maaf" ucap radith lirih dengan mengusap kembali matanya dengan tangan kirinya ,yang Angga melihat heran ke arah radith .


" kau ... saking ... senangnya ya? yah memang guild kita bubar tapi tidak semua yang pikirannya seperti Malik dan mantan lu , tapi mantan lu masih di dalam guild gitu " balas Angga yang melihat ke arah smartphone radith


" najis ..!"ucap batin radith sambil menatap Angga dengan tatapan kecutnya " ngomong ngomong dia bukan mantan dan berhenti bilang lu gw saat berbicara dengan ku"


" yah mau gimana lagi namanya juga kebiasaan , kalau udah namanya kebiasaan mana mungkin bisa dengan mudah di hilangkan " balas Angga dengan kembali meyeruput pop ice nya yang sampai seruputan yang ke terakhir .

__ADS_1


"udah deh ... ayo kita lanjut bermain , mungkin saja hal baik akan terjadi " tambah Angga dengan berdiri dari duduknya dan membuang sampah minuman nya ke tempat sampah basah " ayo ikut kagak"


" main aja dulu kayaknya tiba tiba badan ku agak berat jadi maaf aku harus pulang biar besok bisa masuk " balas radith yang masih duduk di kursi panjangnya sambil terus menatap smarthphon nya sedangkan Angga sudah berjalan lumayan jauh sambil badannya condong ke arah radith


" ah ... aku sampai heran apa kau benar benar radith " pintah Angga yang terus masuk ke arah kerumunan taman bermain , sedangkan radith hanya melihat dari kursi panjang kesayangannya ." apa aku benar benar aku? ckckck ..pertanyaan macam apa itu " gumam radith dengan memejamkan ke dua matanya merenungi pertanyaan nya sendiri


" memangnya aku yang seperti dulu seperti apa ?"


entah kenapa pagi tadi cuaca sangat cerah dan indah ,yang kulihat tadi pagi seperti hari sempurna yang akan membuat kenangan baru dalam lembaran putih , tapi kenyataan nya semua itu hanya fatamorgana yang sebenarnya awan gelap , hanya awan gelap yang kulihat di hari ini sampai menghalangiku untuk menulis di lembaran putih ku .


" hei mau kemana ...hei...hei..." terdengar aura memanggil manggil radith yang berjalan ke arah pintu keluar tapi sepertinya radith tidak mendengarkan teriakkan aura


" parah sekali phuft..." tawa lirih Adzkia yang melihat keadaan radith seperti sedang di kendalikan sesuatu atau mungkin lebih tepatnya ke rasukan wkwkwk


" apa apaan aku cuman mengikuti saran mu " balas lirih aura yang melihat Adzkia tersenyum puas sambil dihiasi permen milkita yang setara dengan segelas susu menghiasi mulutnya.


" aku memang tidak tau sih apa yang kau katakan tapi ...... ini lebih baik dari awal rencanaku " ucap lirih Adzkia dengan di barengi senyum sinis seramnya seperti tokoh utama protagonis dalam sebuah cerita, saat Adzkia bilang lebih baik dari awal rencana ,Adzkia melirihkan suara ,sangat lirih sampai sampai aura tidak bisa mendengar .


" kau bicara apa sih ? jadi nggak naik rollicoster nya?" balas aura yang tidak mengerti apa yang di tertawa kan Adzkia " FIX dia bukan bocah polos"


"kau main saja dulu sampai serangan jantung , aku akan menemui sang tokoh utama " ucap Adzkia yang berjalan mengikuti radith


"apa apaan sampai serangan jantung ? balas dendam ni?" gumam aura melihat dasyatnya rollicoster yang akan di naikki


............


Taman bermain yang di datangi radith tidak jauh dan tidak pula dekat jadi radith pun memilih berjalan kaki dari pada menyewa angkutan umum.


"Houf....apa tujuan dia bilang seperti itu yah " gumam radith yang masih memikirkan apa yang di bicarakan aura dengan nya tidak lama tadi " rasanya aneh " tambah radith dengan memegang dada kanannya


" ngomong ngomong cepat sekali pulangnya " dari belakang tiba tiba Adzkia berjalan mengikuti radith dengan muka khas lolinya

__ADS_1


" bukan urusanmu" balas dingin radith dengan mempercepat langkahnya menjauh dari Adzkia


"di tolak sebelum berkata ! sangat menyakitkan bukan?" pintah Adzkia yang wajah polosnya kembali menjadi muka yang di penuhi kelicikan , setelah Adzkia berbicara seperti itu radith pun berhenti dan menatap kaget ke arah adzkia.


"akhirnya aku mendapat perhatian mu kali ini , jadi jangan sok dingin sekarang" tambah Adzkia dengan berjalan mendekati radith yang masih menatapnya dengan kaget .


" bagaimana kau tau?"tanya heran radith dengan melihat Adzkia yang sudah berada di sampingnya .


"em.....bagaimana kalau kita bicara dengan santai di sana " pintah Adzkia dengan menunjuk salah satu cave yang sedikit ramai .


..............


terlihat radith dan Adzkia sudah berada di dalam cave tersebut , rasa penasaran radith pun menjadi jadi karena sifat Adzkia yang begitu aneh dan misterius


" wah aku gak percaya sekarang aku duduk dengan seorang legenda " pintah Adzkia lirih yang tersenyum manis ke arah radith.


" bagaimana kau tau , bagaimana kau tau aura bicara dengan ku tadi "tanya radith yang mukanya serius melihat Adzkia yang sedang menikmati jus alpukat pesanannya.


" aku dan aura kan sering bareng jadi aku tidak sengaja menguping " balas Adzkia yang mukanya menampakkan tatapan kosongnya , yang dia sedang mengarang sebuah cerita .


" kau suka beneran suka aura ?" tanya Adzkia lirih dengan berhenti menyeruput jus alpukatnya


" houf....kalau aku boleh jujur , sedikit , sepertinya cuman sedikit" balas jujur radith yang dia tidak bisa menyembunyikan perasaan nya pada waktu itu .


tiba tiba Adzkia tersenyum dan berdiri dari duduknya dan beranjak pergi .


"aku pergi dulu yah , urusanku sudah selesai jawaban mu sangat memuaskan , tenang saja semua pesanan di sini sudah aku bayar jadi nikmati yah" pintah Adzkia yang cuma 3 menit berada di dalam cave tersebut .


"sebenarnya kau siapa ?" tanya dingin radith yang melihat sinis ke arah adzkia .


"sudah aku bilang kan ? jangan sok dingin dengan ku! kalau kau mau tau aku siapa ? aku hanya seorang yang akan membuat cerita mu semakin menarik" balas adzkia dengan berjalan keluar cave

__ADS_1



__ADS_2