Started From The Game

Started From The Game
awal tumbuh


__ADS_3

kalau kamu berhenti melakukan sesuatu karena merasa takut tidak mampu melakukannya, maka kamu tidak akan pernah mampu melakukan apapun nantinya.


di kelas 11 teknik Vidio game terlihat seorang perempuan berambut biru mudanya yang sedang mengerjakan tugas bersama seorang pemuda berambut merah menyalah nya.


ke dua orang tersebut ternyata haya dan Malik


"apa kau serius akan membuat guild sendiri?, kita kan 2 orang mana mungkin bisa bikin guild sendiri" pintah wanita berambut biru tersebut yang ternyata haya,


"tenang saja kita sudah kelas 11 aku akan minta izin pak kapsek untuk membuat extra" balas percaya diri Malik Al Kahfi tersebut dengan mengangkat jempol jarinya dan di arahkan ke haya.


"bagaimana dengan radith dan Angga apa kau akan mengajaknya " tanya haya dengan muka yang sedikit menampakkan expresi penuh harap


"hmm... apa belum hilang perasaan mu ke orang itu " balas Malik dengan muka agak kesalnya


"bodoh... jangan berpikir sejauh itu , aku hanya menyarankan soalnya mereka punya skil pro " teriak haya yang memecahkan keheningan kelas , sehingga semua murid di kelas sebelas termasuk gurunya memandang heran haya.


"maaf!! " tambah haya dengan menundukkan pandangan sambil meminta maaf .


"lagian skill AWP radith cukup lumayan" ucap lirih haya dengan mukanya yang agak merona .


#Pertama tama AWM & AWP adalah bagian dari varian AI AW, Accuracy International (AI) Arctic Warfare (AW) milik Inggris. (di game point blank semua sniper di sebut AWP)


......................


pada saat itu suasana agak dingin , dengan angin sepoi sepoi yang bergerak di luar, di hiasi awan hitam yang sedikit pekat , terlihat seorang laki laki berambut coklat nya berjalan lirih di koridor sekolah , yang ternyata laki laki tersebut adalah radityah alifiandra.


" anak malas , kenapa juga aku harus nurut sama tu bocah " ucap kesal radith yang membawa beberapa gorengan.


" radith !" panggil lirih seorang yang ada di depan tangga , seseorang tersebut berambut unggu dengan di hiasi di mulutnya menancap sebuah permen.


"apa ! " ucap dingin radith dengan berhenti dan menatap perempuan tersebut yang ternyata Adzkia


"boleh ngobrol sebentar " ucap Adzkia dengan nada loli nya menyuruh radith duduk di salah satu anak tangga.

__ADS_1


radith pun menatap Adzkia dengan muka herannya sambil menuruti omongan Adzkia


"itu boleh minta " ucap polos adzkia dengan menunjuk gorengan yang di bawa radith


"ini bukan punyaku " ucap lirih radith dengan melihat heran Adzkia yang memasang muka polos


"kau suka aura? " tiba tiba Adzkia bertanya sesuatu yang membuat radith merona.


"Mak..sudmu kau suka bercanda yah" balas radith dengan tersenyum lirih di barengi expresi kaget


"aku hanya bertanya , kan tidak ada salahnya kan, tinggal bilang iya & tidak " balas Adzkia dengan santainya sambil tangan kanannya mengangkat jari jempol nya dan tangan kirinya menggenggam.


"itu ..itu.... tidak mungkin kan aku suka cwek berisik itu" balas radith dengan tingkahnya agak salting yang dihiasi wajahnya yang memerah


" houf sudahlah.. ada dua hal yang ku tau tentang kau" pintah Adzkia dengan berdiri dari duduknya dan menatap radith , sambil tangan kanannya mengangkat jari telunjuknya dan jari tengahnya.


"maksudmu.." balas radith agak heran dengan tingkah Adzkia yang di balik wajah lolinya dia sangat menakutkan karena ikut campur urusan orang .


kedatangan aura pun mengagetkan radith yang mukanya masih merona di sebabkan omongan adzkia.


"tidak ada , aku hanya ingin meminta makanan radith tapi dia pelit " ucap polos Adzkia dengan menatap radith yang terlihat radith menundukkan pandangan.


"sudah yah aku ke kelas dulu " ucap radith dengan cepat berdiri sambil berjalan naik ke atas tangga


" dia kena demam lagi yah ?" tanya aura karena melihat radith yang mukanya agak aneh


"dia baik baik saja , dia cuma pelit itu saja " balas Adzkia dengan mengeluarkan permennya dari mulut.


...........


brak......terlihat Radit menjatuhkan jajan tadi di bangku Angga , ternyata beberapa gorengan tadi adalah titipan dari Angga .


" wah terima kasih yah " ucap Angga berterima kasih yang langsung menyantap jajan yang di bawa radith , sedangkan radith hanya duduk di kursinya sambil meletakkan kepalanya di mejah sambil menutup matanya ,

__ADS_1


"kau kenapa? " tanya Angga sambil dengan lahapnya memakan makanannya .


"tidak apa biarkan aku tidur sebentar mungkin akan membaik , " pintah radith kepada Angga yang terlihat muka radith masih memerah


" kau ketemu sama Malik lagi" tanya lagi Angga


" tidak" balas radith singkat


" lebih tepatnya mungkin aku kena demam" tambah radith yang wajahnya semakin memerah .


...................,......


kring.....kring.....kring.... bel sekolah telah berbunyi 3 kali pertanda waktu pulang telah tiba , tapi terlihat radith masih meletakkan kepalanya di atas meja yang sesekali melirik ke belakang ke arah aura dan adzkia


"agghhrhrh..., aku kenapa sih" ucap batin radith agak bingung dengan apa yang terjadi akhir akhir ini .


"ayo gak pulang " ajak Angga yang sudah bersiap siap mau keluar kelas .


" kayaknya aku disini dulu deh " ucap radith lirih sambil menutup mukanya dengan kedua tangan nya yang di tempelkan di meja


" kebiasaan gak SMP gak SMK selalu pulang terakhir" balas Angga dengan berjalan keluar dari kelas .


kelas pun kosong tinggal radith seorang yang berada di kelas tersebut yang sesekali mata radith agak berat menandakan dia sangat mengantuk.


" kenapa aku jadi seperti ini , hahaha.. tidak sesuai harapan " ucap lirih radith yang bersamaan dengan itu menutup matanya


"hei .. radith...radith" terdengar seseorang memanggil radith dengan sesekali menggerakkan badan radith seperti orang yang ingin membangunkanya


sedikit demi sedikit radith membuka mata nya dan betapa terkejutnya ternyata aura sedang berada di hadapannya , mereka berhadapan sangat dekat dan membuat radith tidak bergerak memandang wajah aura pada saat itu...


#like jangan lupa


__ADS_1


__ADS_2