
pernah nggak di saat kalian tidak nyaman berada di sekitar orang tiba tiba kalian nyaman bicara dengan 1 orang . sangat nyaman sampai sampai kau tidak menyadari kalau kau menyebutkan sesuatu yang menjadi rahasia mu
waktu itu cahaya sudah memudar menjadi orange dan jam menunjukkan pukul 16.41 terlihat di sebuah kelas yang sudah sepi radith dan aura sedang tertidur pulas
BRUAK... "aduh" tiba tiba seorang pemuda yang bernama radith terjatuh dari duduk nya
"jam berapa"ucap lirih radith sambil melihat keluar cendela yang cahaya sudah mulai memudar
"headset ku mana" ucap kaget radith dengan melihat sekelilingnya dan terlihat headset nya di pakai aura yang juga sedang tertidur di bantali buku radith yang terbuka.
"hmm.....anak siapa sih ini"ucap datar radith yang melihat aura tertidur pada waktu itu
" hei bangun " tambah radith dengan dingin sambil menarik buku nya
tap.... tapi saat radith hendak menarik bukunya tangan aura menahan buku radith.
" sebentar belum selesai " ucap aura dengan bangun dari tidurnya sambil mengusap usap matanya
" gak bisa aku mau pulang , dan kembalikan headsetku
bagaimana bisa headset ku bisa kau pakai" ucap dingin radith dengan muka datarnya sambil menadakan tangan kanan nya.
" maaf hehehe.." balas aura dengan tersenyum tipis di barengi melepas headset Radit dan mengembalikannya
" ngomong ngomong ceritamu menarik sekali , aku saja sampai gak bisa berhenti membaca " tambah aura dengan menutup buku radith dan memasukkannya ke dalam tasnya
" ngapain kau masukin ke tas milikmu " teriak radith dengan nada sedikit kesal
__ADS_1
" oh .. bisa teriak juga yah" balas aura dengan tatapan tidak menghiraukan
" mau mu apa sih"ucap kesal radith dengan melihat aura dengan tatapan sinis.
" sudah jelas kan mau pinjam" balas aura dengan berjalan keluar kelas tanpa menghiraukan radith sehingga radith sendirian di dalam kelas itu
" houf.." radith pun menghelai nafas panjang dan memasukkan headset nya kedalam tas kemudian beranjak keluar
radith pun keluar dari sekolah itu dengan agak lemas dan kesal , tapi saat tiba tiba radith hendak keluar dari gerbang terlihat aura sedang berdiri di luar gerbang , langkah radith pun terhenti bersamaan aura menoleh ke belakang melihat radith
aura pun berjalan ke arah radith , sedangkan radith menatap dengan muka datar nya.
"ni maaf kalau di pikir pikir aku agak memaksa yah" ucap aura yang berada di depan radith dan memberikan bukunya di barengi dengan senyum kecutnya
"hmm.." balas radith dengan mengambil bukunya dan di masukkan kedalam tasnya sambil berjalan melewati aura
" oh iya ngomong ngomong kau tinggal dimana " tiba tiba aura berjalan di samping radith dengan tersenyum lirih
" baru kali ini loh aku melihat orang yang bisa bicara tapi gak dipakai" kritik aura dengan melihat kearah radith dengan muka agak kesal
"emang dari tadi aku gak bicara??"balas radith dengan lirih nya sambil memasukkan ke 2 tangan nya ke dalam saku celana nya
" ngomong ngomong tentang ceritamu sangat menarik kok , kata katanya juga pas kalau orang lain juga membacanya pasti mereka akan berpikir yang sama, apalagi menurutku alur ceritanya kompleks,dan ditulis menggunakan narasi atau penjelasan yang kemudian di dukung oleh deskripsi." ucap aura mengkritik dengan jelasnya
" oh ..gitu" balas singkat radith dengan sedikit tersenyum . tiba tiba aura berhenti di jalan sehingga radith pun berhenti dan melihat kebelakang
"kenapa ber..hmp.." ucap radith terpotong dengan menutup mulutnya dengan tangannya.
" rumahku belok ke sana " ucap aura dengan senyum manisnya sambil berbelok ke arah kanan. ketika hendak berjalan ke arah gang kanan tiba tiba
"tunggu" ucap radith lirih sehingga aura berhenti dari langkahnya
__ADS_1
" ini sepertinya kau paham betul dengan novel aku harap kau memberi kritikan yang membangun" ucap radith yang berada di depan aura dengan menatap aura dengan muka dinginnya
aura pun tersenyum manis pada radith , yang radith hanya menatap aura dengan muka dingin nya
" terima kasih sudah percaya , ngomong ngomong kita belum kenalan dengan benar, nama ku adalah aura Jasmine siapa nama mu" ucap aura yang menyodorkannya tangan kanannya dan tangan kirinya memegang cerita radith.
" radityah alifiandra " balas singkat radith yang langsung berbalik dan pergi meninggalkan aura
"eh.." aura pun menatap radith dengan heran
" oh mungkin udah sangat sore jadi di berjalan cepat seperti itu "balas aura yang melihat radith dari belakang yang mempercepat langkahnya
radith pun sampai di depan rumahnya , rumah berwarna putih dengan 2 tingkat.
KREEEEK.... terlihat radith membuka pintu rumah nya
"BC jaga anj*ng" terdengar suara perempuan yang nadanya terlihat sangat kesal di tambah lagi suara itu terdengar sangat keras.
" kak... aku pulang ni " ucap radith dengan melihat sekeliling rumah .
" oh sudah pulang " balas seorang perempuan berumur sekitar 19 tahun dengan rambut yang sudah di warnai merah sebagian denga jaket hitam , yang ke dua tangan wanita tersebut di masukkan ke dalam jaket.
" maaf gak denger tadi lagi War soalnya " ucap wanita tersebut dengan mendekati kulkas dan mengambil soda yang ada di kulkas
" bagaimana rasanya hidup jadi orang yang dingin seru kan" tambah wanita tersebut denga meminum soda
" iya tidak terlalu buruk" balas radith lirih dengan tersenyum tipis dan berjalan menaiki tangga meninggal kan wanita tersebut
"EH ..." gerutu wanita tersebut keheranan sambil melihat radith yang berjalan naik ke kamarnya
# like woi kasihan gw
__ADS_1